Kompas.com - 16/08/2021, 12:23 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken berbicara tentang rilis Laporan Kongres 2021 Sesuai dengan Undang-Undang Pencegahan Genosida dan Kekejaman Elie Wiesel di Departemen Luar Negeri di Washington, Senin, 12 Juli 2021. AP PHOTO/MANUEL BALCE CENETAMenteri Luar Negeri Antony Blinken berbicara tentang rilis Laporan Kongres 2021 Sesuai dengan Undang-Undang Pencegahan Genosida dan Kekejaman Elie Wiesel di Departemen Luar Negeri di Washington, Senin, 12 Juli 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahanan Joe Biden mengakui bahwa mereka salah perhitungan menarik pasukan AS dari Afghanistan ketika Taliban berada pada posisi kekuatan penuh.

Taliban yang berhasil menjatuhkan pasukan keamanan Afghanistan dan merebut wilayah dengan cepat mengejutkan Biden dan para pejabat tinggi pemerintahannya.

Biden telah mendeklarasikan untuk mempercepat penarikan 2.500 pasukan AS yang tersisa di Afghanistan hingga akhir 31 Agustus. Pihaknya berdalih bahwa pasukan pemerintah Afghanistan mampu meningkatkan kekuatan untuk melawan Taliban.

Baca juga: Kabul Jatuh ke Tangan Taliban, Maskapai Penerbangan Hindari Afghanistan

"Faktanya adalah kita telah melihat bahwa pasukan itu tidak mampu membela negara," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken kepada CNN beberapa bulan setelah deklarasi itu.

"Dan itu terjadi lebih cepat dari yang kita perkirakan," imbuhnya tentang kecepatan Taliban menaklukkan Afghanistan.

"Kami telah mengetahui selama ini, kami telah mengatakan selama ini termasuk Presiden, bahwa Taliban berada pada posisi kekuatan terbesarnya sejak 2001 ketika ia terakhir memimpin negara (Afghanistan). Jadi kami melihat mereka sangat mampu melakukan serangan dan mulai merebut kembali negara itu," terangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pemerintahan Baru di Afghanistan Berisi Warga Non-Taliban

Namun, kejatuhan dan keruntuhan militer Afghanistan jauh lebih cepat dari pada yang diperkirakan Biden atau timnya.

Menurut seorang pejabat tinggi pemerintah AS, Biden akan mengadakan pertemuan dalam beberapa hari lagi untuk membahas krisis Afghanistan.

Sementara itu, dalam pertemuan anggota parlemen AS pada Minggu (15/8/2021), pejabat tinggi pemerintah telah menghadapi pertanyaan keras atas rencana penarikan pasukan AS, termasuk evakuasi para penerjemah Afghanistan dan orang lainnya yang telah membantu upaya AS memerangi Taliban di sana.

Pemimpin Minoritas DPR AS Kevin McCarthy mendesak para pejabat termasuk Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley untuk menjelaskan mengapa proses penarikan pasukan AS dari Afghanistan lebih cepat.

Baca juga: Penguasaan Taliban di Afghanistan di Depan Mata, Begini Reaksi Pemimpin Dunia

Halaman:

Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dengan AR-15 dan Senjata Lainnya, 500 Anggota “Bela Diri” Meksiko Klaim Mau Bantu Polisi Lawan Kartel

Dengan AR-15 dan Senjata Lainnya, 500 Anggota “Bela Diri” Meksiko Klaim Mau Bantu Polisi Lawan Kartel

Global
Jual Pancake Sambil Tunjukkan Belahan Dada, Penjual Ini Didatangi Polisi

Jual Pancake Sambil Tunjukkan Belahan Dada, Penjual Ini Didatangi Polisi

Global
Belanda Temukan 61 Kasus Covid-19 di Penerbangan dari Afrika Selatan, Ada Varian Omicron

Belanda Temukan 61 Kasus Covid-19 di Penerbangan dari Afrika Selatan, Ada Varian Omicron

Global
Politisi Malaysia Ini Sebut Negaranya Kalah dari Indonesia dalam Perang Melawan Korupsi

Politisi Malaysia Ini Sebut Negaranya Kalah dari Indonesia dalam Perang Melawan Korupsi

Global
China Perketat Regulasi Industri Vaping, Kendalikan Peredaran Rokok Elektrik

China Perketat Regulasi Industri Vaping, Kendalikan Peredaran Rokok Elektrik

Global
PM Ethiopia Difoto Pakai Seragam Saat Memimpin Pasukan Melawan Pemberontak di Tigray

PM Ethiopia Difoto Pakai Seragam Saat Memimpin Pasukan Melawan Pemberontak di Tigray

Global
Parahnya Covid-19 Jerman, Pesawat Militer Dikerahkan Bantu Pasien Cari RS ke Seluruh Negeri

Parahnya Covid-19 Jerman, Pesawat Militer Dikerahkan Bantu Pasien Cari RS ke Seluruh Negeri

Global
Afrika Selatan Mengeluh 'Dihukum' karena Temukan Varian Covid-19 Omicron

Afrika Selatan Mengeluh "Dihukum" karena Temukan Varian Covid-19 Omicron

Global
Inggris, Jerman dan Italia Laporkan Temuan Kasus Varian Omicron, Israel Tutup Total Perbatasan

Inggris, Jerman dan Italia Laporkan Temuan Kasus Varian Omicron, Israel Tutup Total Perbatasan

Global
UNIK GLOBAL: Minuman Termahal di Dunia | Modus Dokter Tawarkan Kesembuhan dengan Berhubungan Seks

UNIK GLOBAL: Minuman Termahal di Dunia | Modus Dokter Tawarkan Kesembuhan dengan Berhubungan Seks

Global
Perhiasan Tertua di Dunia Ditemukan di Maroko Berusia 150.000 Tahun

Perhiasan Tertua di Dunia Ditemukan di Maroko Berusia 150.000 Tahun

Global
Dituduh Berhubungan Seks dengan Kambing, Pria Malaysia Terancam Hukuman Cambuk dan Penjara

Dituduh Berhubungan Seks dengan Kambing, Pria Malaysia Terancam Hukuman Cambuk dan Penjara

Global
Daftar Negara Blok Barat dan Blok Timur dalam Perang Dingin

Daftar Negara Blok Barat dan Blok Timur dalam Perang Dingin

Global
Kisah Kelam Patrizia Reggiani, Istri dan Dalang Pembunuhan Pewaris Merek Gucci

Kisah Kelam Patrizia Reggiani, Istri dan Dalang Pembunuhan Pewaris Merek Gucci

Global
3 Film Indonesia Meriahkan Festival Film Terbesar di Belarus, Listapad 2021

3 Film Indonesia Meriahkan Festival Film Terbesar di Belarus, Listapad 2021

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.