Kompas.com - 15/08/2021, 21:43 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, pada Minggu (15/8/2021) meninggalkan negaranya saat ibu kota Kabul dikepung Taliban.

Ghani pergi beberapa jam setelah Taliban memerintahkan anggotanya mengepung Kabul dari pinggiran, usai menaklukkan tentara pemerintah.

"Mantan presiden Afghanistan telah meninggalkan negara ini," kata Abdullah Abdullah, kepala proses perdamaian Afghanistan, dalam video di Facebook yang dikutip AFP.

Baca juga: Taliban Masuki Kabul dari Semua Sisi, Usai Rebut 23 Ibu Kota Provinsi Afghanistan

Kemudian melansir Reuters, seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan berujar, Ghani pergi ke Tajikistan.

Namun, saat kantor presiden dimintai komentar, mereka tidak bisa mengatakan apa-apa tentang pergerakan Ashraf Ghani karena alasan keamanan.

Saat berita ini diunggah, Taliban sedang memeriksa keberadaan Ghani.

Sejumlah laporan yang dihimpun India Today menyebutkan, Ghani akan mundur untuk menyerahkan kekuasaan pada Taliban.

Jika itu terjadi, Ali Ahmad Jalali akademisi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) akan ditunjuk sebagai kepala interim pemerintahan Afghanistan.

Baca juga: Taliban Menunggu Transfer Kekuasaan Atas Ibu Kota Kabul secara Damai oleh Pemerintah Afghanistan

Taliban akan ambil alih Afghanistan

Taliban yang sedang mengepung Kabul akan menguasai Afghanistan dalam beberapa hari ke depan, kata Suhail Shaheen juru bicara kelompok itu kepada BBC, Minggu (15/8/2021).

"Dalam beberapa hari ke depan, kami menginginkan transfer damai," kata Shaheen yang berbasis di Qatar sebagai bagian dari tim perunding kelompok tersebut, dikutip dari AFP.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Es di Pegunungan Alpen Swiss Longsor, 2 Pendaki Tewas

Es di Pegunungan Alpen Swiss Longsor, 2 Pendaki Tewas

Global
Penembakan di SD Texas Tewaskan 19 Anak, Polisi Disebut Telat Bertindak

Penembakan di SD Texas Tewaskan 19 Anak, Polisi Disebut Telat Bertindak

Global
Bagaimana Awal Mula Orang Asia Makan Pakai Sumpit?

Bagaimana Awal Mula Orang Asia Makan Pakai Sumpit?

Global
Netizen Indonesia Serbu Ulasan Sungai Aare Swiss, Beri Bintang 1 karena Eril Anak Ridwan Kamil Hilang

Netizen Indonesia Serbu Ulasan Sungai Aare Swiss, Beri Bintang 1 karena Eril Anak Ridwan Kamil Hilang

Global
Melihat Kondisi Sungai Aare dari Kacamata WNI di Swiss

Melihat Kondisi Sungai Aare dari Kacamata WNI di Swiss

Global
Wanita Ini Hanya Mau Makan Roti Isi Keripik Selama 23 Tahun, Fobia Makanan Lain

Wanita Ini Hanya Mau Makan Roti Isi Keripik Selama 23 Tahun, Fobia Makanan Lain

Global
Polisi Brasil Tewaskan Seorang Tersangka Saat Memasukkannya ke Bagasi Mobil

Polisi Brasil Tewaskan Seorang Tersangka Saat Memasukkannya ke Bagasi Mobil

Global
Saat Pilot Budapest Mengamuk dan Teriaki Penumpang karena Penundaan Penerbangan...

Saat Pilot Budapest Mengamuk dan Teriaki Penumpang karena Penundaan Penerbangan...

Global
Ledakan Hebat di Pennsylvania Tewaskan 4 Anak, Penyebab Masih Misterius

Ledakan Hebat di Pennsylvania Tewaskan 4 Anak, Penyebab Masih Misterius

Global
Pendaki Kirgistan Singkirkan Bendera Ukraina di Puncak Gunung yang Dinamai 'Putin'

Pendaki Kirgistan Singkirkan Bendera Ukraina di Puncak Gunung yang Dinamai "Putin"

Global
Menlu Rusia: Barat Sudah Nyatakan Perang Total dengan Kami

Menlu Rusia: Barat Sudah Nyatakan Perang Total dengan Kami

Global
Terduga Pemimpin ISIS Ditangkap di Turki

Terduga Pemimpin ISIS Ditangkap di Turki

Global
Netflix Tambahkan Peringatan Kekerasan di Stranger Things 4, Buntut Penembakan SD

Netflix Tambahkan Peringatan Kekerasan di Stranger Things 4, Buntut Penembakan SD

Global
Gubernur Texas Segera Bahas UU Baru Terkait Senjata, Minimalisir Insiden Penembakan

Gubernur Texas Segera Bahas UU Baru Terkait Senjata, Minimalisir Insiden Penembakan

Global
Tentara RD Kongo dan Pemberontak Bertempur Sengit, 72.000 Orang Mengungsi

Tentara RD Kongo dan Pemberontak Bertempur Sengit, 72.000 Orang Mengungsi

Global
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.