Kompas.com - 15/08/2021, 21:13 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Taliban akan menguasai Afghanistan dalam beberapa hari ke depan, kata Suhail Shaheen juru bicara kelompok itu kepada BBC, Minggu (15/8/2021), saat mereka mengepung ibu kota Kabul.

"Dalam beberapa hari ke depan, kami menginginkan transfer damai," kata Shaheen yang berbasis di Qatar sebagai bagian dari tim perunding kelompok tersebut, dikutip dari AFP.

Shaheen lalu memaparkan, kebijakan Taliban apa saja yang akan diterapkan di Afghanistan, setelah mereka berkuasai lagi usai 20 tahun terpukul oleh pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) akibat tragedi 9/11.

Baca juga: Taliban Masuki Kabul dari Semua Sisi, Usai Rebut 23 Ibu Kota Provinsi Afghanistan

"Kami menginginkan pemerintahan Islam yang inklusif... itu berarti semua warga Afghanistan akan menjadi bagian dari pemerintahan itu," kata Shaheen.

"Kami akan melihatnya di masa depan saat transfer damai berlangsung."

Dia juga mengatakan, kedutaan dan pekerja asing tidak akan menjadi sasaran Taliban dan mereka harus tetap berada di Afghanistan.

"Tidak akan ada risiko bagi diplomat, LSM, siapa pun. Semua harus melanjutkan pekerjaan seperti yang mereka lakukan sebelumnya. Mereka tidak akan disakiti, mereka harus tetap tinggal."

Taliban menepis kekhawatiran bahwa Afghanistan akan terjerumus kembali ke hari-hari gelap dengan hukum ultra-konservatif kelompok itu.

Shaheen berdalih, Taliban malah akan mencari babak baru toleransi.

Baca juga: Taliban Menunggu Transfer Kekuasaan Atas Ibu Kota Kabul secara Damai oleh Pemerintah Afghanistan

Asap membubung di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Taliban memasuki Kabul dari segala penjuru hari itu saat AS sedang mengevakuasi para diplomatnya dari kantor Kedubes.AP PHOTO/RAHMAT GUL Asap membubung di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Taliban memasuki Kabul dari segala penjuru hari itu saat AS sedang mengevakuasi para diplomatnya dari kantor Kedubes.
"Kami ingin bekerja dengan warga Afghanistan mana pun, kami ingin membuka babak baru perdamaian, toleransi, koeksistensi damai, dan persatuan nasional untuk negara dan rakyat Afghanistan," katanya.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Yakin NATO Percepat Proses Penerimaan Finlandia dan Swedia

AS Yakin NATO Percepat Proses Penerimaan Finlandia dan Swedia

Global
Tentara Rusia Terus Maju di Timur, Pasukan Ukraina Pertimbangkan Mundur

Tentara Rusia Terus Maju di Timur, Pasukan Ukraina Pertimbangkan Mundur

Global
Putin Gembira Perusahaan Asing Tinggalkan Rusia: Terima Kasih, Tuhan

Putin Gembira Perusahaan Asing Tinggalkan Rusia: Terima Kasih, Tuhan

Global
Rusia Butuh Dana yang Sangat Besar untuk Operasi Militer di ukraina

Rusia Butuh Dana yang Sangat Besar untuk Operasi Militer di ukraina

Global
G7 Sepakat Tinggalkan Energi Batu Bara pada 2035

G7 Sepakat Tinggalkan Energi Batu Bara pada 2035

Global
Mengapa Joe Biden Kukuh Ingin Keluar dari Afghanistan?

Mengapa Joe Biden Kukuh Ingin Keluar dari Afghanistan?

Global
Rangkuman Hari Ke-93 Serangan Rusia ke Ukraina, Pasukan Rusia Rebut Lyman, Sievierodonetsk Dikepung

Rangkuman Hari Ke-93 Serangan Rusia ke Ukraina, Pasukan Rusia Rebut Lyman, Sievierodonetsk Dikepung

Global
[POPULER GLOBAL] Polisi Swiss Ungkap Alasan Sulitnya Pencarian Eril di Sungai Aare | Interpol Swiss Diminta Keluarkan Yellow Notice

[POPULER GLOBAL] Polisi Swiss Ungkap Alasan Sulitnya Pencarian Eril di Sungai Aare | Interpol Swiss Diminta Keluarkan Yellow Notice

Global
Es di Pegunungan Alpen Swiss Longsor, Beberapa Pendaki Terjebak dan Terluka

Es di Pegunungan Alpen Swiss Longsor, Beberapa Pendaki Terjebak dan Terluka

Global
Separatis Pro-Rusia Klaim Rebut Lyman, Kota Strategis di Ukraina Timur

Separatis Pro-Rusia Klaim Rebut Lyman, Kota Strategis di Ukraina Timur

Global
WNI yang Jadi Petugas Kebersihan di Sydney Divonis Penjara 22 Tahun karena Bunuh Majikan

WNI yang Jadi Petugas Kebersihan di Sydney Divonis Penjara 22 Tahun karena Bunuh Majikan

Global
Anak Ridwan Kamil Hilang, Polisi Swiss: Orang Asing Sering Tenggelam di Sungai Aare

Anak Ridwan Kamil Hilang, Polisi Swiss: Orang Asing Sering Tenggelam di Sungai Aare

Global
Media Swiss Beritakan Eril Anak Ridwan Kamil Hilang, Pakai Kaus Biru dan Celana Hitam

Media Swiss Beritakan Eril Anak Ridwan Kamil Hilang, Pakai Kaus Biru dan Celana Hitam

Global
Tawaran Menggiurkan Bonus Pekerjaan di Australia, Cuti Tak Terbatas hingga Dapat Asisten Pribadi

Tawaran Menggiurkan Bonus Pekerjaan di Australia, Cuti Tak Terbatas hingga Dapat Asisten Pribadi

Global
Zelensky Tak Bisa Hadiri Langsung KTT G20 di Indonesia: Saya Masih Harus Dampingi Rakyat Ukraina

Zelensky Tak Bisa Hadiri Langsung KTT G20 di Indonesia: Saya Masih Harus Dampingi Rakyat Ukraina

Global
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.