Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bill Gates Janjikan 1,5 Miliar Dollar AS untuk Proyek Iklim dalam RUU Infrastruktur AS

Kompas.com - 15/08/2021, 19:07 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

 

PALO ALTO, KOMPAS.com - Pendiri Microsoft Bill Gates menjanjikan 1,5 miliar dollar AS dari dana investasi iklimnya, untuk berkolaborasi dengan pemerintah federal dalam proyek energi terbarukan.

Ini akan terjadi jika paket infrastruktur yang didukung Gedung Putih menjadi undang-undang.

Dilansir The Hill, paket sudah disahkan Senat pekan ini, termasuk 25 miliar dollar AS untuk Departemen Energi, serta lebih dari 100 miliar dollar AS untuk meningkatkan ketahanan jaringan dan insentif untuk elektrifikasi transportasi.

Baca juga: Proses Cerai Rampung, Kekayaan Bill Gates Dilampaui Mark Zuckerberg

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, Gates mengatakan bahwa setiap inisiatif energi bersih dinilai penting.

Gates menyatakan bahwa inisiatif bisa "menurunkan biaya dan dapat meningkatkannya ke tingkat yang cukup besar."

"Anda tidak akan pernah mendapatkan skala itu, kecuali pemerintah datang dengan kebijakan yang tepat, dan kebijakan yang tepat adalah persis apa yang ada dalam RUU infrastruktur itu," tambahnya.

Meski begitu, proyek yang disponsori Gates ini masih harus mengalahkan pelamar lain untuk pendanaan proyek.

Gates mengatakan bahwa organisasi tersebut kemungkinan akan mengalihkan sebagian besar dana ke upaya Asia dan Eropa jika paket infrastruktur gagal disahkan.

Baca juga: Bill Gates dan Teman-teman Miliardernya Dukung Proyek Eksplorasi Mineral Baru

"Komitmen Terobosan Energi Catalyst menunjukkan bahwa sektor swasta siap untuk memimpin perjuangan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai ekonomi nol bersih pada tahun 2050," kata Sekretaris Energi Jennifer Granholm.

"Dipasangkan dengan investasi bersejarah dalam Kesepakatan Infrastruktur Bipartisan dan Agenda Membangun Kembali Lebih Baik dari Presiden Biden, investasi ini akan membuka kunci teknologi baru."

"Ini bertujuan untuk memposisikan AS sebagai pemimpin global ekonomi energi bersih yang menciptakan pekerjaan bergaji baik untuk semua jenis pekerja di semua kantong negara," tambahnya.

Baca juga: Bill Gates dan Jeff Bezos Ikut Danai Perburuan Deposit Logam di Greenland untuk Mobil Listrik

Pengumuman itu muncul setelah Granholm mengkonfirmasi awal tahun ini bahwa pemerintahan Biden akan melanjutkan program era Obama yang memberikan pinjaman kepada sektor swasta untuk pengembangan energi terbarukan.

Program ini dikritik secara luas oleh Partai Republik karena pinjamannya kepada perusahaan energi surya Solyndra yang sekarang sudah tidak berfungsi.

Juga karena memberikan pinjaman kepada Tesla, meskipun sudah melunasi pinjamannya sepenuhnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Israel Mengelak Serangannya ke Rafah Sebabkan Kebakaran Mematikan

Israel Mengelak Serangannya ke Rafah Sebabkan Kebakaran Mematikan

Global
[POPULER GLOBAL] Serangan Israel Bakar Hidup-hidup Pengungsi | Biden Terkesan Membela

[POPULER GLOBAL] Serangan Israel Bakar Hidup-hidup Pengungsi | Biden Terkesan Membela

Global
Terungkap Identitas Penjual Sotong di Thailand yang Viral karena Mirip Aktor Keanu Reeves

Terungkap Identitas Penjual Sotong di Thailand yang Viral karena Mirip Aktor Keanu Reeves

Global
Di Tengah Kemarahan Global, Israel Serang Kamp Pengungsi Lagi di Rafah, 21 Orang Tewas

Di Tengah Kemarahan Global, Israel Serang Kamp Pengungsi Lagi di Rafah, 21 Orang Tewas

Global
Di Tengah Kecaman Global, Tank-tank Israel Diam-diam Telah Capai Pusat Kota Rafah

Di Tengah Kecaman Global, Tank-tank Israel Diam-diam Telah Capai Pusat Kota Rafah

Global
Bagaimana China Membantu Rusia Hadapi Dampak Sanksi Barat?

Bagaimana China Membantu Rusia Hadapi Dampak Sanksi Barat?

Internasional
Saat 145 Negara Kini Akui Negara Palestina...

Saat 145 Negara Kini Akui Negara Palestina...

Global
Produsen Susu Australia Lirik Peluang dari Program Makan Siang Gratis Prabowo

Produsen Susu Australia Lirik Peluang dari Program Makan Siang Gratis Prabowo

Global
Keluh Kesah Warga Jepang soal Turis Gunung Fuji, Kini Pemandangan Ditutup

Keluh Kesah Warga Jepang soal Turis Gunung Fuji, Kini Pemandangan Ditutup

Global
Spanyol dan Norwegia Resmi Akui Negara Palestina, Irlandia Segera Menyusul

Spanyol dan Norwegia Resmi Akui Negara Palestina, Irlandia Segera Menyusul

Global
Influencer Pendidikan China Terlampau Disiplin, Pendekatan Belajarnya Picu Kontroversi

Influencer Pendidikan China Terlampau Disiplin, Pendekatan Belajarnya Picu Kontroversi

Global
Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ini Kondisi Terkini Mike Tyson

Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ini Kondisi Terkini Mike Tyson

Global
Kata Biden soal Serangan Israel ke Rafah yang Bakar Hidup-hidup Pengungsi di Tenda

Kata Biden soal Serangan Israel ke Rafah yang Bakar Hidup-hidup Pengungsi di Tenda

Global
Sejumlah 'Influencer' Kaya Raya di China Hilang dari Media Sosial, Ada Apa?

Sejumlah "Influencer" Kaya Raya di China Hilang dari Media Sosial, Ada Apa?

Global
Uni Eropa: Ukraina Berhak Pakai Senjata Barat untuk Serang Rusia

Uni Eropa: Ukraina Berhak Pakai Senjata Barat untuk Serang Rusia

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com