UPDATE: Gempa Haiti 7,2 Magnitudo, Korban Tewas Naik Jadi 304 Orang

Kompas.com - 15/08/2021, 10:38 WIB

PORT-AU-PRINCE, KOMPAS.com - Haiti diguncang gempa 7,2 magnitudo pada Sabtu pagi waktu setempat (14/8/2021), sedikitnya korban tewas 304 orang dan banyak bangunan roboh.

Gempat terjadi kurang lebih pukul 08.30 (12.30 GMT) di sekitar 160 km barat pusat ibu kota Haiti, Port-au-Prince, seperti yang dilansir dari AFP pada Minggu (15/8/2021).

Bangunan gereja, bisnis, sekolah, dan rumah-rumah runtuh diterjang gempa yang menyebabkan ratusan orang jadi korban, setidaknya 1.800 orang terluka.

Tim penyelamat berpacu melawan waktu untuk menemukan para korban. "Baik penyelamat profesional dan anggota masyarakat telah membantu menarik banyak orang dari reruntuhan," tweet badan perlindungan sipil.

Baca juga: Gempa Kuat M 7,2 Guncang Haiti, Sedikitnya 227 Orang Tewas

Beberapa jama setelah gempa, badan tersebut mengumumkan jumlah korban tewas melonjak menjadi 304 orang dari laporan pertama 29 orang.

Badan perlindungan sipil mengatakan, di departemen Selatan negara saja tercatat setidaknya 160 orang tewas.

"Banyak rumah hancur, orang meninggal, dan beberapa berada di rumah sakit," kata Christella Saint Hilaire (21 tahun), yang tinggal di dekat pusat gempa, kepada AFP.

Menurut Jerry Chandler, kepala badan perlindungan sipil bahwa rumah sakit di daerah yang paling parah terkena gempa sudah kesulitan untuk memberikan perawatan darurat, yaitu rumah sakit di kota Pestel, Corailles, dan Roseaux, yang benar-benar penuh.

Baca juga: Alaska Dilanda Gempa Magnitudo 8,2, Memicu Peringatan Tsunami

Keadaan darurat

Kementerian Kesehatan dengan cepat mengirim personel dan obat-obatan ke semenanjung barat daya, tetapi keamanannya terancam oleh geng-geng bersenjata.

Satu-satunya jalan yang menghubungkan ibu kota ke bagian selatan Haiti yaitu melewati Martissant, sebuah daerah yang berada di bawah kendali ketat geng-geng bersenjata sejak awal Juni, menghalangi jalan bebas hambatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Ada Warisan Amerika di Afghanistan

Tak Ada Warisan Amerika di Afghanistan

Global
Rusia Pelajari Rencana Perdamaian dengan Ukraina Usulan Italia

Rusia Pelajari Rencana Perdamaian dengan Ukraina Usulan Italia

Global
WHO: Cacar Monyet Termasuk Tantangan Berat Dunia, Seberapa Bahayanya?

WHO: Cacar Monyet Termasuk Tantangan Berat Dunia, Seberapa Bahayanya?

Global
Setelah Dikuasai Rusia, Kota Kherson di Ukraina Kenalkan Rubel Jadi Mata Uang Resmi

Setelah Dikuasai Rusia, Kota Kherson di Ukraina Kenalkan Rubel Jadi Mata Uang Resmi

Global
Profil Anthony Albanese PM Australia yang Baru, Pemimpin Partai Buruh

Profil Anthony Albanese PM Australia yang Baru, Pemimpin Partai Buruh

Global
Ini Isi Hutan Purba yang Ditemukan di Dasar Lubang Raksasa China

Ini Isi Hutan Purba yang Ditemukan di Dasar Lubang Raksasa China

Global
“Polos”, Kim Jong Un Kubur Mentornya di Tengah Krisis Covid-19 Korea Utara

“Polos”, Kim Jong Un Kubur Mentornya di Tengah Krisis Covid-19 Korea Utara

Global
China Tanggapi Janji AS Lindungi Taiwan jika Diserang

China Tanggapi Janji AS Lindungi Taiwan jika Diserang

Global
Sri Lanka Masih Tanpa Menteri Keuangan, 4 Kandidat Menolak Ditunjuk

Sri Lanka Masih Tanpa Menteri Keuangan, 4 Kandidat Menolak Ditunjuk

Global
Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Pengadilan Kejahatan Perang di Ukraina

Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Pengadilan Kejahatan Perang di Ukraina

Global
Panen Kritik Setelah Ditunjuk Jadi Dubes Malaysia untuk Indonesia, Tajuddin Abdul Buka Suara

Panen Kritik Setelah Ditunjuk Jadi Dubes Malaysia untuk Indonesia, Tajuddin Abdul Buka Suara

Global
Ukraina Terkini: Rusia Serbu Kota Sievierodonetsk, tetapi Gagal dan Mundur

Ukraina Terkini: Rusia Serbu Kota Sievierodonetsk, tetapi Gagal dan Mundur

Global
Masih Dicengkeram Covid-19, Beijing Desak Jutaan Warganya Tetap WFH

Masih Dicengkeram Covid-19, Beijing Desak Jutaan Warganya Tetap WFH

Global
Kenapa Isu Iklim Bisa Jadi Masalah Utama yang Pengaruhi Suara Pemilih di Pemilu Australia?

Kenapa Isu Iklim Bisa Jadi Masalah Utama yang Pengaruhi Suara Pemilih di Pemilu Australia?

Global
Biden: 13 Negara Gabung Aliansi Dagang IPEF di Asia-Pasifik untuk Saingi China

Biden: 13 Negara Gabung Aliansi Dagang IPEF di Asia-Pasifik untuk Saingi China

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.