Istana Negara Malaysia Minta Parlemen Ungkap Jumlah Pendukung PM Muhyiddin Yassin

Kompas.com - 13/08/2021, 11:39 WIB
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin terlihat mengambil foto di parlemen pada 6 November 2020 sesaat sebelum parlemen Malaysia dibekukan karena darurat Covid-19. AFP via Malaysian Department of Information/KHIRUL NIZAMPerdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin terlihat mengambil foto di parlemen pada 6 November 2020 sesaat sebelum parlemen Malaysia dibekukan karena darurat Covid-19.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Istana Negara Malaysia dilaporkan meminta parlemen mengungkap berapa jumlah politisi yang mendukung Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Menurut laporan Malaysiakini, kepala rumah tangga istana sudah mengirim surat kepada ketua parlemen, Datuk Azhar Azizan Harun.

Sumber internal "Negeri Jiran" sebagaimana dikutip The Vibes Kamis (12/8/2021) mengonfirmasi surat itu asli.

Baca juga: Raja Malaysia Minta PM Muhyiddin Ajukan Mosi Percaya

Laporan itu menyatakan Azhar, dalam surat bertanggal 3 Agustus, menyebut ada 106 anggota parlemen yang mendukung Muhyiddin.

Hanya saja, jumlah tersebut berkurang dua setelah politisi Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) mundur dari posisi kabinet.

"Istana juga diberi tahu bahwa ada empat anggota Dewan Negara yang mendukung PM Muhyiddin Yassin," jelas surat tersebut.

Hanya saja, Azhar tidak memberikan laporan secara resmi siapa saja yang mendukung PM Malaysia dari koalisi Perikatan Nasional itu.

"Berkaitan dengan isu itu, Istana Negara meminta Dewan Rakyat yang mendukung Muhyiddin dihadirkan di hadapan Yang di-Pertuan Agong," jelas surat itu.

Surat yang ditandatangani kepala rumah tangga kerajaan Ahmad Fadil Shamsuddin meminta Azhar menjawab suratnya secepatnya.

Kabar surat ini muncul setelah pekan lalu, belasan politisi UMNO mencabut dukungan sehingga Muhyiddin kehilangan status mayoritas.

Pada Rabu (10/8/2021), Raja Malaysia Sultan Abdullah disebut meminta Muhyiddin memberikan mosi kepercayaan di hadapan parlemen.

Raja asal Pahang itu mendapat tekanan untuk mendepak Muhyiddin. Namun di sisi lain, dia juga kesulitan mencari kandidat pengganti.

Penyebabnya adalah seluruh tokoh politik Malaysia tidak ada yang menerima dukungan mayoritas menjadi PM selanjutnya.

Baca juga: Dukungan Mayoritas Lenyap, pemerintahan PM Malaysia Muhyiddin di Ujung Tanduk

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber The Vibes
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Global
Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Global
Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Global
Koalisi Saudi Kirim Serangan Balik Setelah Drone Houthi Berhasil Tembus Ibu Kota UEA

Koalisi Saudi Kirim Serangan Balik Setelah Drone Houthi Berhasil Tembus Ibu Kota UEA

Global
Santap All-You-Can-Eat Secara Rakus dan Sembrono, Wanita AS Digotong ke RS

Santap All-You-Can-Eat Secara Rakus dan Sembrono, Wanita AS Digotong ke RS

Global
UU Baru Perancis Larang Warga Belum Vaksinasi Masuki Tempat Umum

UU Baru Perancis Larang Warga Belum Vaksinasi Masuki Tempat Umum

Global
EuroCham Indonesia Luncurkan Laporan Kinerja Perusahaan Soal Pencapaian SDGs

EuroCham Indonesia Luncurkan Laporan Kinerja Perusahaan Soal Pencapaian SDGs

Global
Sejumlah Maskapai Tangguhkan Penerbangan ke AS karena Masalah 5G

Sejumlah Maskapai Tangguhkan Penerbangan ke AS karena Masalah 5G

Global
Misteri Kutukan Makam Firaun, Disebut Bisa Celaka Jika Nekat Membukanya

Misteri Kutukan Makam Firaun, Disebut Bisa Celaka Jika Nekat Membukanya

Global
Kisah Erich Hartmann: Pilot Pesawat Tempur Tersukses, Penggempur Angkasa Tanpa Ampun

Kisah Erich Hartmann: Pilot Pesawat Tempur Tersukses, Penggempur Angkasa Tanpa Ampun

Global
Janis Joplin: Pesona First Lady of Rock and Roll dan Petaka Adiksi

Janis Joplin: Pesona First Lady of Rock and Roll dan Petaka Adiksi

Global
Mobilnya Pecahkan Es dan Perlahan Tenggelam di Sungai Beku, Wanita Ini Sibuk Selfie

Mobilnya Pecahkan Es dan Perlahan Tenggelam di Sungai Beku, Wanita Ini Sibuk Selfie

Global
Sinovac Pelajari Perkembangan Kasus Omicron di Indonesia

Sinovac Pelajari Perkembangan Kasus Omicron di Indonesia

Global
Dubes RI Rudy Alfonso Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Portugal

Dubes RI Rudy Alfonso Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Portugal

Global
Situasi Covid-19 di Perancis Terus Memburuk, Rekor 464.769 Kasus Baru dalam Sehari

Situasi Covid-19 di Perancis Terus Memburuk, Rekor 464.769 Kasus Baru dalam Sehari

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.