Kompas.com - 13/08/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi Raja Don Pedro dan Ines. Wikimedia/Museu Militar de LisboaIlustrasi Raja Don Pedro dan Ines.

KOMPAS.com - Raja Afonso IV dari Portugal adalah seorang penguasa yang kuat.

Dilansir History Extra, dia terbiasa dengan caranya sendiri dalam segala hal.

Ketika putranya, Don Pedro alias Peter I dari Portugal, jatuh cinta pada Ines Piras de Castro, dia melarang pernikahan itu karena Ines dianggap tidak sah.

Baca juga: Kisah Unik Phi Lingkaran: Pekerjaan Seumur Hidup Matematikawan Dipangkas Teknologi jadi 40 Detik

Tapi, Pedro malah melanjutkan hubungan itu, kemudian mengklaim bahwa dia dan Ines sudah menikah.

Afonso pun mencoba mengakhiri hubungan itu, tetapi gagal.

Dia lantas mengurung Ines di biara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Januari 1355, Afonso, tega menyuruh tiga anak buahnya membunuh Ines.

Dua tahun kemudian Afonso meninggal. Pedro pun menjadi raja dan mengejar pembunuh istrinya.

Dua orang ditangkap dan dibawa ke hadapannya, dan jantung mereka dicabut, satu dari depan, yang lain dari belakang.

Di Portugal, mereka yang menganggap diri keturunan dari pembunuh ketiga, merayakan pelariannya dengan piknik setiap bulan Juni.

Baca juga: 6 Taman Plesiran Para Raja di Nusantara

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.