POPULER GLOBAL: Pelari Dijuluki "Atlet Olimpiade Terbodoh" karena Jatuhkan Botol Air | Perawat Jerman Diduga Tukar Vaksin Covid-19 dengan Larutan Garam

Kompas.com - 12/08/2021, 05:07 WIB
Tangkapan layar dari video di Twitter, memperlihatkan atlet marathon asal Perancis, Morhad Amdouni, tampak menjatuhkan deretan botol air di meja sehingga lawan-lawan di belakangnya tak bisa minum, dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020 di Sapporo, Jepang. TWITTER @bennysaintTangkapan layar dari video di Twitter, memperlihatkan atlet marathon asal Perancis, Morhad Amdouni, tampak menjatuhkan deretan botol air di meja sehingga lawan-lawan di belakangnya tak bisa minum, dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020 di Sapporo, Jepang.

KOMPAS.com - Berita mengenai seorang pelari Perancis yang buka suara setelah menjatuhkan botol air minum dalam olimpiade menjadi kabar yang paling banyak dibaca dari kanal Global.

Sementara itu di Jerman, seorang perawat diduga menukar vaksin Covid-19 dengan larutan garam.

Berikut kami rangkumkan berita internasional terpopuler dari Kompas.com edisi Rabu (11/8/2021) hingga Kamis (12/8/2021).

Baca juga: POPULER GLOBAL: Jumlah Pasien Covid-19 Kritis di Singapura Meningkat | Tiga Peluru Dikirim ke Paus Fransiskus

1. Dijuluki "Atlet Olimpiade Terbodoh" karena Jatuhkan Botol Air, Pelari Ini Buka Suara

Pelari Perancis yang mendapat julukan "atlet Olimpiade terbodoh" buka suara setelah videonya menjatuhkan botol air viral.

Morhad Amdouni menuai kecaman karena terekam menjatuhkan botol saat nomor maraton Olimpiade Tokyo, membuat lawannya tidak bisa minum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Amdouni kemudian merespons dengan membantah dia melakukannnya secara sengaja, dan mengeklaim tangannya licin.

Penasaran dengan kelanjutan berita ini? Baca selengkapnya di sini

Baca juga: Dijuluki Atlet Olimpiade Terbodoh karena Jatuhkan Botol Air, Pelari Ini Buka Suara

2. Perawat Jerman Diduga Tukar Vaksin Covid-19 dengan Larutan Garam, 8.600 Orang Jadi Korban

Pihak berwenang di Jerman utara mengimbau ribuan orang untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 ulang, setelah penyelidikan polisi menemukan bahwa seorang perawat Palang Merah mungkin telah menyuntik mereka dengan larutan garam.

Perawat itu diduga menyuntikkan larutan garam ke lengan orang-orang, bukan dosis asli di pusat vaksinasi di Friesland, distrik pedesaan dekat pantai Laut Utara, pada awal musim semi.

Bagaimana kelanjutan beritanya? Anda bisa membaca selengkapnya di sini.

Baca juga: Perawat Jerman Diduga Tukar Vaksin Covid-19 dengan Larutan Garam, 8.600 Orang Jadi Korban

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.