Kompas.com - 11/08/2021, 12:53 WIB

YILAN, KOMPAS.com – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan ditangkap polisi karena menyerang majikannya.

Insiden tersebut terjadi di Yilan, Taiwan, sebagaimana dilansir UDN, Senin (9/8/2021). PMI wanita tersebut bekerja mengasuh seorang wanita lansia.

Mulanya, PMI wanita tersebut hendak pulang ke Indonesia karena curiga kalau suaminya di kampung hendak menikah lagi.

Baca juga: Bunuh Majikan, TKI Daryati Terbebas dari Hukuman Mati di Singapura

Ketika hendak meminta paspor untuk pulang, majikannya tersebut tidak tahu di mana paspor PMI tersebut.

Suatu malam, PMI wanita tersebut bangun sambil membawa pisau dan meminta paspor kepada lansia yang dia asuh. Kebetulan, dia tidur sekamar dengan lansia tersebut.

Saat diancam dengan pisau, si lansia menjawab bahwa dia tidak menyimpan paspor milik PMI tersebut.

Lalu terjadilah penyerangan terhadap korban. Diduga PMI tersebut mencoba menggorok leher korban.

Baca juga: TKI Parti Liyani Akhirnya Pulang ke Indonesia Setelah 4 Tahun

Korba masih hidup meski mengalami luka-luka. Setelah itu, korban didudukkan ke kursi roda lalu dibawa ke kamar sebelah.

PMI tersebut kembali ke kamarnya dan mencari paspornya di setiap sudut. Saat itulah korban berteriak meminta tolong kepada anaknya di lantai dua.

Mengetahui ibunya mengalami luka-luka, anak korban menelepon polisi. Akhirnya polisi datang dan menangkap PMI tersebut.

Baca juga: TKI Berulang Kali Disiksa, Kemenlu RI Panggil Dubes Malaysia

Penyerangan tersebut terekam oleh kamrea CCTV yang terpasang di pojok kamar. Korban menderita luka sayatan sepanjang 9 sentimeter.

UDN melaporkan, PMI tersebut mulai bekerja untuk keluarga itu sejak 2019. Kini, dia masih diatahan pihak kepolisian.

KDEI Taipei melalui Kepala Bidang Tenaga Kerja menyampaikan tidak banyak yang bisa dilaporkan karena proses investigasi masih berlangsung.

Baca juga: Majikan Kejam yang Siksa TKI di Singapura Dihukum 10,5 Bulan Penjara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WNA Diduga Anggota ISIS Ditangkap Terkait Serangan Kedutaan Pakistan di Kabul

WNA Diduga Anggota ISIS Ditangkap Terkait Serangan Kedutaan Pakistan di Kabul

Global
Korea Utara Tembakan 130 Peluru Artileri ke Zona Penyangga Maritim Korea Selatan dari Dua Sisi

Korea Utara Tembakan 130 Peluru Artileri ke Zona Penyangga Maritim Korea Selatan dari Dua Sisi

Global
Korea Utara Dilaporkan Eksekusi 3 Siswa SMA karena Distribusikan Drama Korea

Korea Utara Dilaporkan Eksekusi 3 Siswa SMA karena Distribusikan Drama Korea

Global
Dituduh Terkait dengan Dinas Intelijen Israel, Empat Orang Dieksekusi oleh Pemerintah Iran

Dituduh Terkait dengan Dinas Intelijen Israel, Empat Orang Dieksekusi oleh Pemerintah Iran

Global
AS Masukan Tentara Bayaran Wagner Rusia ke Daftar Hitam Penganiayaan Agama

AS Masukan Tentara Bayaran Wagner Rusia ke Daftar Hitam Penganiayaan Agama

Global
Ledakan Guncang Dua Lapangan Terbang Militer Rusia, Ratusan Kilometer dari Perbatasan Ukraina

Ledakan Guncang Dua Lapangan Terbang Militer Rusia, Ratusan Kilometer dari Perbatasan Ukraina

Global
Pesawat Tempur Israel Serang Jalur Gaza, Uni Eropa Tuntut Pertanggungjawaban

Pesawat Tempur Israel Serang Jalur Gaza, Uni Eropa Tuntut Pertanggungjawaban

Global
Buckingham Modifikasi Mahkota Berusia Ratusan Tahun untuk Penobatan Raja Charles

Buckingham Modifikasi Mahkota Berusia Ratusan Tahun untuk Penobatan Raja Charles

Global
Terkena Serangan Siber, RS di Paris Terpaksa Batalkan Operasi Pasien

Terkena Serangan Siber, RS di Paris Terpaksa Batalkan Operasi Pasien

Global
Diduga Ada Bom dalam Pesawat, Penerbangan dari Polandia ke Inggris Mendarat di Ceko

Diduga Ada Bom dalam Pesawat, Penerbangan dari Polandia ke Inggris Mendarat di Ceko

Global
2.500 Anjing Laut Ditemukan Mati di Sepanjang Pantai Laut Kaspia

2.500 Anjing Laut Ditemukan Mati di Sepanjang Pantai Laut Kaspia

Global
Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina di Tepi Barat

Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina di Tepi Barat

Global
Pembatasan Harga Minyak Rusia Berlaku, Apa Dampaknya?

Pembatasan Harga Minyak Rusia Berlaku, Apa Dampaknya?

Global
Diajak Sang Ayah Ikut Memancing di Sungai, Bocah 1 Tahun Dimakan Buaya

Diajak Sang Ayah Ikut Memancing di Sungai, Bocah 1 Tahun Dimakan Buaya

Global
G7 Mulai Berlakukan Batas Harga Minyak Rusia

G7 Mulai Berlakukan Batas Harga Minyak Rusia

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.