Alois Wyrzsch, Pria Keturunan Swiss-Indonesia yang Melesat di Parlemen Swiss

Kompas.com - 10/08/2021, 18:04 WIB
Alois Wyrzsch, putra Lois Wyrzsch, seorang tentara KNIL. Alois Wyrzsch dikenal karena menjadi anggota parlemen pertama Swiss dari kulit berwarna. ARSIP KOTA NIDWALDEN via KOMPAS.com/Krisna DianthaAlois Wyrzsch, putra Lois Wyrzsch, seorang tentara KNIL. Alois Wyrzsch dikenal karena menjadi anggota parlemen pertama Swiss dari kulit berwarna.

BERN, KOMPAS,com - Hidungnya lancip, matanya tajam. Bibirnya tipis, rambutnya hitam. Louis Wyrzsch tercatat sebagai bapaknya. Johannah van den Berg tertulis sebagai ibunya. Wyrzsch adalah nama asli orang Nidwalden, Swiss Tengah. Sementara van den Berg berasal dari Belanda.

Alois Wyrzsch, pria itu, tercatat sebagai salah satu anggota Nationalrat - setara DPR di Indonesia - di Bern pada periode 1860-1872. Di Provinsi Nidwalden, Alois selama 30 tahun menguasai DPRD.

Nyaris 200 tahun lamanya kisah sukses Alois Wyrzsch tersimpan rapi di buku sejarah Nidwalden, tanpa sekalipun menyebutkan peran seorang wanita dari Indonesia. Nama Johannah van den Berg, lebih Eropa ketimbang Indonesia.

Baca juga: Profil Johannes dan Hermann Kueng, 2 Bersaudara Penjajah Indonesia dari Swiss

Sejarawan Swiss Bernhard Schaer mengungkapkan, ada nama wanita Jawa yang terselip di antara catatan harian Lois Wyrzsch. "Hanya sering digunting, atau ditimpa tinta hitam,“ tulis Schaer. Namanya Silla. "Ibu Silla,“ imbuh Schaer. Bukan Johannah van den Berg.

Ibu Silla ini pula yang menurunkan Alois Wyrzsch dengan kulit coklatnya. "Ya betul itu, dia bahkan tercatat sebagai anggota parlemen kulit berwarna pertama di Swiss, bahkan juga Eropa,“ tutur Andreas Zangger, sejarawan Swiss lainnya kepada KOMPAS.com.

Schaer berpendapat, anak keturunan wanita bukan Eropa akan menjadi halangan kehidupan selajutnya. Itulah sebabnya, nama Ibu Silla, dalam buku harian itu, dihilangkan. Dalam akta pembaptisan di sebuah gereja di Surabaya, nama Johannah van den Berg muncul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagaimana Louis Wyrzsch bisa bertemu dengan Ibu Silla? Semua bermula dari keterlibatannya sebagai tentara KNIL di masa kolonialisme nusantara.

Ketika deru proyek kolonialisme Eropa sedang bergema di abad 19, Louis Wyrzsch mendaftarkan diri sebagai tentara KNIL.

Tugas pertamanya di Pulau Jawa. Namun kemudian dipindahkan ke Banjarmasin, Kalimatan. Pangkatnya naik, dari Kopral hingga menyandang gelar Kapten.

Baca juga: Heiden, Desa Swiss yang Menjadi Kelahiran Penjajah Indonesia

Kedudukannya sebagai perwira berhak mendapatkan rumah dengan pembantunya. Disini lah Ibu Silla atau yang disamarkan sebagai Johannah van den Berg, berperan. Zaman itu, pembantu rumah tangga juga berperan sebagai teman tidur, yang sering disebut sebagai Nyai.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.