Kompas.com - 10/08/2021, 16:10 WIB
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kiri) dan pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing berjalan melewati penjaga sebelum memulai pembicaraan di Moskwa, Rusia, Selasa (22/6/2021). VADIM SAVITSKIY/RUSSIAN DEFENSE MINISTRY PRESS SERVICE via AP PHOTOMenteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kiri) dan pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing berjalan melewati penjaga sebelum memulai pembicaraan di Moskwa, Rusia, Selasa (22/6/2021).

NAYPYIDAY, KOMPAS.com - Kementerian luar negeri Myanmar mengatakan bantahan untuk AS pada Senin (9/7/2021).

Mereka mengataka  bahwa komplotan yang dituduhkan di New York terhadap duta besar PBB Kyaw Moe Tun, penentang junta yang berkuasa, tidak ada hubungannya dengan negara itu.

Semua yang terjadi merupakan kasus domestik AS.

Baca juga: Utusan Myanmar Peringatan PBB tentang Dugaan Pembantaian oleh Junta Militer

Dilansir CNN, hal ini adalah pernyataan pertama pemerintah militer sejak penangkapan dua warga negara Myanmar, terkait dengan dugaan persekongkolan tersebut.

Mereka juga menolak komentar yang dibuat dengan kecaman oleh AS, lewar duta besar untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield.

"Peristiwa itu adalah kasus domestik di AS. Penghakiman harus dilakukan di sana, menurut hukum AS. Itu tidak ada hubungannya dengan Myanmar," kata pernyataan itu, yang dibacakan di televisi pemerintah MRTV.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, dua warga Myanmar telah ditangkap di negara bagian New York karena bersekongkol dengan seorang pedagang senjata di Thailand yang menjual senjata kepada militer Burma.

Tujuannya untuk membunuh atau melukai duta besar Myanmar untuk PBB di AS.

Baca juga: AS Tolak Rencana Pemilu yang Ditawarkan Junta Militer Myanmar

Pada Sabtu (7/8/2021), Thomas-Greenfield mengatakan plot itu cocok dengan "pola yang mengganggu" dari para pemimpin otoriter dan pendukungnya.

Mereka berusaha menganiaya lawan di seluruh dunia. Dia mengatakan bahwa AS berdiri dalam solidaritas dengan Kyaw Moe Tun dan memujinya punya "keberanian dan keberanian yang luar biasa".

Halaman:

Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.