Kompas.com - 09/08/2021, 20:24 WIB
Tentara Korea Selatan saat mengikuti latihan pertahanan sipil nasional di gedung Majelis Nasional di Seoul pada Agustus 2017. AFP / JUNG YEON-JETentara Korea Selatan saat mengikuti latihan pertahanan sipil nasional di gedung Majelis Nasional di Seoul pada Agustus 2017.

SEOUL, KOMPAS.com – Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) akan memulai latihan militer pendahuluan pada Selasa (10/8/2021).

Latihan tersebut tetap digelar meski Korea Utara sebelumnya sudah memprotes dengan menyebut bahwa itu akan memengaruhi hubungan antar-Korea.

Melansir The Straits Times, latihan tersebut dinamakan Pelatihan Staf Manajemen Krisis yang diadakan hingga Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Korea Utara Diterjang Banjir, Ini Perintah Kim Jong Un

Latihan militer tersebut dimaksudkan untuk memeriksa kesiapan sekutu AS dalam menanggapi setiap kemungkinan.

Setelah itu, latihan itu sedianya dilanjutkan latihan skala penuh yang dijadwalkan mulai 16 hingga 26 Agustus sebagaimana diwartakan oleh Yonhap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, pasukan AS di Korea Selatan menolak untuk berkomentar mengenai latihan militer itu.

Korea Selatan dan AS secara teratur kerap menggelar latihan militer, terutama di musim semi dan musim panas.

Baca juga: Banjir Hantam Korea Utara, Ribuan Penduduk Dievakuasi

Selama beberapa dekade terakhir, Korea Utara menanggapi latihan tersebut dengan amarah dengan menyebut bahwa latihan itu dilakukan untuk persiapan perang.

Yonhap mewartakan, latihan pendahuluan itu sebagian besar akan terdiri dari simulasi terkomputerisasi tanpa latihan lapangan langsung yang melibatkan pasukan yang berbasis di AS, mengingat pandemi virus corona.

Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, memperingatkan Korea Selatan pekan lalu bahwa mengadakan latihan akan melemahkan upaya untuk membangun kembali hubungan antar-Korea.

Baca juga: AS Sita Kapal Tanker Singapura yang Kirim Minyak Ilegal ke Korea Utara

Sebelumnya, Korea Utara dan Korea Selatan sebenarnya hendak memulihkan hubungan yang sempat diputus Pyongyang tahun lalu.

Kim dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berupaya untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang tegang dan melanjutkan pertemuan puncak.

Beberapa pejabat di Korea Selatan dan anggota partai berkuasa di sana menyerukan agar latihan itu ditunda guna mempercepat rekonsiliasi antar-Korea.

Baca juga: Kim Jong Un: Persahabatan Korea Utara-China Berlanjut Antar-generasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.