Kompas.com - 09/08/2021, 15:48 WIB
Pekerja dari perusahaan China Star Optoelectronics Technology (CSOT) berbaris untuk tes virus corona massal di gym selama putaran tes Covid-19 di Wuhan di provinsi Hubei, China tengah pada 5 Agustus 2021. CHINATOPIX via APPekerja dari perusahaan China Star Optoelectronics Technology (CSOT) berbaris untuk tes virus corona massal di gym selama putaran tes Covid-19 di Wuhan di provinsi Hubei, China tengah pada 5 Agustus 2021.

BEIJING, KOMPAS.com - Lebih dari 30 pejabat China dipecat atau menerima hukuman lain atas tuduhan telah gagal menanggapi wabah varian delta dengan benar, hingga menimbulkan gelombang baru Covid-19 di negara itu.

Di antara mereka yang dipecat adalah seorang wakil walikota, kepala distrik kota, komisi kesehatan, dan staf di manajemen rumah sakit, bandara hingga departemen pariwisata, menurut laporan AP pada Minggu (8/8/2021).

Baca juga: China Diterjang Seruan Boikot dan Peningkatan Covid-19, Siapkah Olimpiade Musim Dingin Beijing

Komisi Kesehatan Nasional China pada hari Senin mengumumkan 94 kasus baru penularan domestik telah dicatat selama 24 jam sebelumnya.

Wabah terbaru terkait dengan bandara di kota timur Nanjing. Varian delta yang sangat menular menyebar di antara pekerja bandara, dan sejak itu menyebar dari provinsi tropis Hainan di selatan hingga Mongolia Dalam di ujung utara.

Wabah itu telah mendorong pembatasan perjalanan baru, penguncian komunitas, dan penutupan seluruh kota Zhangjiajie, dengan populasi 1,5 juta.

Terus menyebar

Beberapa kota menambahkan putaran pengujian massal dalam upaya untuk membasmi infeksi yang ditularkan secara lokal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Varian Delta yang sangat menular telah terdeteksi di lebih dari selusin kota sejak 20 Juli. Para pejabat meminta otoritas pemerintah daerah melacak infeksi secara ketat, dan menutup celah dalam upaya pengendalian.

"Kelengahan harus diatasi dengan tegas," kata Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) dalam sebuah pernyataan pada Minggu (8/8/2021), yang menyerukan agar wabah itu dihentikan.

Baca juga: Quan Hongchan, Atlet Loncat Indah Usia 14 Tahun Asal China Sabet Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020

Analis melihat varian Delta sebagai ujian terbesar dari strategi toleransi nol Covid-19 China sejak wabah awal tahun lalu.

Pihak berwenang masih diharapkan bisa memutus penyebarannya sebelum lepas kendali, bahkan jika ada biaya ekonomi tertentu yang perlu ditanggung.

Lebih banyak kasus Covid-19 China dilaporkan pada Senin (9/8/2021), tepat ketika “Negeri Tirai Bambu" memasuki minggu ketiga kemunculan kembali wabah.

Ada 125 infeksi baru yang dikonfirmasi pada Minggu (8/8/3932) di China daratan, termasuk 94 kasus yang ditularkan secara lokal, naik dari angka hari sebelumnya 96. Sebanyak 81 ditularkan secara lokal, sedangkan sisanya diimpor dari luar negeri, NHC mengatakan pada Senin (9/8/2021) melansir AP.

Penghitungan infeksi Covid-19 China total mencapai 93.826 sejak wabah dimulai, sementara kematian tetap di 4.636.

Baca juga: Kronologi Masuknya Varian Delta hingga Buat China Lockdown Parsial Lagi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.