Kompas.com - 07/08/2021, 19:52 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh Istana Kepresidenan Indonesia ini, Panglima Tertinggi Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing (kanan bawah) dan para pemimpin ASEAN bertemu dalam pertemuan mereka di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Indonesia, Sabtu (24/4/2021). AP PHOTO / LAILY RACHEVDalam foto yang dirilis oleh Istana Kepresidenan Indonesia ini, Panglima Tertinggi Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing (kanan bawah) dan para pemimpin ASEAN bertemu dalam pertemuan mereka di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Indonesia, Sabtu (24/4/2021).

BANDAR SERI BENGAWAN, KOMPAS.com – Utusan khusus ASEAN untuk Myanmar Erywan Yusof meminta seluruh pihak untuk memberikan akses penuh ketika dia hendak berkunjung ke Myanmar.

Pekan ini, Erywan, yang merupakan Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Darussalam, ditunjuk ASEAN sebagai utusan khusus setelah mengalami perdebatan selama berbulan-bulan.

Dia ditugaskan untuk menyelesaikan krisis politik di Myanmar setelah negara tersebut dilanda kudeta militer pada 1 Februari lalu.

Baca juga: Duta Besar Myanmar untuk PBB Jadi Target Pembunuhan

Kudeta itu memicu aksi massa dan pemogokan berskala besar selama berbulan-bulan lamanya sebagaimana dilansir AFP.

Pasukan keamanan Myanmar menggunakan kekerasan bahkan tak segan membunuh warga sipil untuk meredam aksi protes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut lembaga pemantau lokal, lebih dari 900 orang tewas di tangan pasukan keamanan Myanmar sejak kudeta militer terjadi.

Baca juga: Utusan Myanmar Peringatan PBB tentang Dugaan Pembantaian oleh Junta Militer

PAda Jumat (7/8/2021), saat di ibu kota Brunei Darussalam, Bandar Seri Begawan, Erywan mengatakan kepada wartawan bahwa dia berencana untuk mengunjungi Myanmar.

Namun, dia belum memberikan tanggal pasti kunjungannya ke negara yersebut.

Sebelumnya, dia sempat satu kali berkunjung ke Myanmar, mewakili ASEAN, pada 4 Juni. Kala itu, Erywan bertemu dengan pemimpin junta militer Min Aung Hlaing.

Baca juga: ASEAN Akhirnya Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar, Bertugas Akhiri Kekerasan di Sana

Erywan menuturkan, dalam kunjungan berikutnya, dia akan menggelar diskusi yang lebih substantif tentang sejumlah isu termasuk penghentian kekerasan, dialog, dan mediasi.

Dia juga menekankan pentingnya utusan khusus diberikan akses penuh kepada semua pihak terkait di Myanmar agar kemajuan dapat dibuat.

Sebelumnya, Min Aung Hlaing juga menghadiri pertemuan ASEAN pada April di Jakarta, Indonesia.

Pertemuan tersebut menghasilkan konsensus yang menyerukan segera diakhirinya kekerasan di Myanmar dan penunjukan seorang utusan khusus.

Baca juga: AS Tolak Rencana Pemilu yang Ditawarkan Junta Militer Myanmar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masalah Kesepakatan Nuklir Iran dan Kepentingan Negara-negara yang Terlibat di Dalamnya

Masalah Kesepakatan Nuklir Iran dan Kepentingan Negara-negara yang Terlibat di Dalamnya

Global
Ingin Lihat Band Cover Oasis, Malah Terjebak di Pub Berhari-hari karena Badai Salju

Ingin Lihat Band Cover Oasis, Malah Terjebak di Pub Berhari-hari karena Badai Salju

Global
Akhir dari Perang Saudara China dan Sejarah Berdirinya Taiwan

Akhir dari Perang Saudara China dan Sejarah Berdirinya Taiwan

Internasional
IKEA Sewakan Rumah Mini di Tokyo Kurang dari 1 Dollar AS Per Bulan

IKEA Sewakan Rumah Mini di Tokyo Kurang dari 1 Dollar AS Per Bulan

Global
Pria Ini Kendarai Sepeda Listrik Sambil Juggling demi Pecahkan Rekor Dunia

Pria Ini Kendarai Sepeda Listrik Sambil Juggling demi Pecahkan Rekor Dunia

Global
Buku Ini Dikembalikan ke Perpustakaan Setelah Dipinjam 110 Tahun, Berapa Dendanya?

Buku Ini Dikembalikan ke Perpustakaan Setelah Dipinjam 110 Tahun, Berapa Dendanya?

Global
Sejarah Konflik dalam Hubungan Israel dengan Negara Arab

Sejarah Konflik dalam Hubungan Israel dengan Negara Arab

Internasional
30 November 2013: Paul Walker Meninggal Pasca-kecelakaan

30 November 2013: Paul Walker Meninggal Pasca-kecelakaan

Global
Di Ambang Invasi Rusia, Ukraina Kini Merasa Jauh Lebih Kuat tapi Tak Mau Perang

Di Ambang Invasi Rusia, Ukraina Kini Merasa Jauh Lebih Kuat tapi Tak Mau Perang

Global
Ukraina: Rusia Sudah Siap Invasi, Bisa Terjadi dalam Sekejap Mata

Ukraina: Rusia Sudah Siap Invasi, Bisa Terjadi dalam Sekejap Mata

Global
Presiden China Xi Jinping Janji Beri 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Afrika

Presiden China Xi Jinping Janji Beri 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Afrika

Global
Pria AS Diduga Tembak Mati 4 Anaknya dan Nenek Mereka

Pria AS Diduga Tembak Mati 4 Anaknya dan Nenek Mereka

Global
Pfizer Mulai Racik Vaksin Covid-19 Khusus untuk Varian Omicron

Pfizer Mulai Racik Vaksin Covid-19 Khusus untuk Varian Omicron

Global
UPDATE Gempa Peru M 7,5: 12 Korban Luka, 117 Rumah Hancur, 2.400 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

UPDATE Gempa Peru M 7,5: 12 Korban Luka, 117 Rumah Hancur, 2.400 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Global
Jelang Hari AIDS Sedunia, Tingkat Infeksi Belum Melambat Sesuai Target

Jelang Hari AIDS Sedunia, Tingkat Infeksi Belum Melambat Sesuai Target

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.