Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/08/2021, 13:51 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Duta Besar Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun menjadi target pembunuhan karena vokal mengkritik junta militer di negaranya.

Dua warga Myanmar akhirnya ditangkap polisi di New York, Amerika Serikat (AS) karena membuat rencana pembunuhan terhadap Kyaw.

Melansir Anadolu Agency, kedua warga Myanmar yang ditangkap tersebut masing-masing bernama Phyo Hein Htut dan Ye Hein Zaw.

Baca juga: Utusan Myanmar Peringatan PBB tentang Dugaan Pembantaian oleh Junta Militer

Menurut surat dakwaan di pengadilan federal AS di New York, kedua warga Myamar tersebut ditangkap pada Jumat (6/8/2021).

Surat dakwaan itu mengatakan, kedua tersangka tersebut direkrut untuk mengintimidasi Kyaw agar mau meninggalkan jabatannya atau membunuhnya.

Surat tersebut tertulis, pihak yang merekrut kedua tersangka merupakan seorang pedagang senjata yang menjual senjata kepada militer Myanmar.

Baca juga: ASEAN Akhirnya Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar, Bertugas Akhiri Kekerasan di Sana

Kudeta Myanmar genap berusia enam bulan sejak militer negara tersebut menangkap pemimpin de facto Aung San suu Kyi dan mengambil alih kekuasaan pada 1 Februari.

Selain menangkap Suu Kyi, militer Myanmar juga menahan Presiden Win Myint serta sejumlah tokoh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang berkuasa.

Kudeta tersebut memicu aksi protes besar dan aksi mogok yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Baca juga: AS Tolak Rencana Pemilu yang Ditawarkan Junta Militer Myanmar

Sebagai upaya menekan aksi protes, militer Myanmar menerapkan tindakan keras dengan melakukan penangkapan dan bahkan tak segan untuk membunuh.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, jumlah korban tewas di tangan militer Myanmar sejak kudeta militer berjumlah 946 orang.

Selain itu, sebanyak 5.495 orang masih ditahan militer Myanmar.

Baca juga: Pasca-pertemuan di Jakarta, ASEAN Masih Belum Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+