Dilarang UNESCO, Pemerintah Indonesia Ngotot Lanjutkan Proyek "Jurassic Park" di Taman Nasional Komodo

Kompas.com - 06/08/2021, 20:41 WIB
Komodo (Varanus komodoensis) hidup liar di Pulau Rinca, Jumat (10/6/2016). Populasi komodo di Pulau Rinca yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo sekitar 2.800 ekor. KOMPAS/RADITYA HELABUMIKomodo (Varanus komodoensis) hidup liar di Pulau Rinca, Jumat (10/6/2016). Populasi komodo di Pulau Rinca yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo sekitar 2.800 ekor.

KUPANG, KOMPAS.com - Proyek pembangunan "Jurassic Park" di Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca, NTT akan tetap dilanjutkan, meski sudah mendapat peringatan dari badan PBB, UNESCO.

"Proyek ini akan dilanjutkan…sudah disetujui tidak akan memberikan dampak," ujar Wiratno, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK kepada kantor berita Reuters.

Padahal UNESCO sudah memperingatkan, jika rencana pembangunan "Jurassic Park" dilanjutkan akan berdampak buruk bagi lingkungan, seperti yang dilansir dari ABC Indonesia pada Jumat (6/8/2021). 

Baca juga: Situs Warisan Dunia Abad Pertengahan di Ethiopia Jatuh di Tangan Pemberontak Tigray

"Jurassic Park" adalah sebutan dari pengguna sosial media, bukan nama resmi proyek sebenarnya di Taman Nasional Komodo.

Penyebutan ini terjadi setelah foto yang beredar di jejaring sosial, yang menggambarkan seekor komodo berdiri di depan sebuah mobil besar dan mengingatkan mereka pada pulau dinosaurus di film Jurassic Park.

Sejak 2020, sejumlah pembangunan untuk pengembangan pariwisata dilaporkan sedang berlangsung di Taman Nasional Komodo, yang juga masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: UNESCO Umumkan Dholavira di India sebagai Situs Warisan Dunia

Sejumlah lembaga dan organisasi di Indonesia dan internasional menyoroti proyek tersebut, karena dianggap mengancam habitat komodo.

Seperti yang dikutip dari BBC Indonesia, Wiratno mengatakan pembangunan, termasuk di Pulau Rinca, sudah mencapai 95 persen dan akan tetap dilanjutkan.

Ia juga mengatakan pembangunan infrastruktur di lahan seluas 1,3 hektar di kawasan Loh Buaya, Pulau Rinca, justru untuk melindungi komodo.

Baca juga: Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Desakan untuk pariwisata berbasis pada kerakyatan

Pada Juli kemarin, dalam Konferensi Komite Warisan Dunia, UNESCO mengatakan proyek pembangunan tersebut membutuhkan hasil analisis dampak lingkungan (AMDAL) yang baru, yakni soal masalah penangkapan ikan ilegal dan potensi risiko perusakan habitat komodo.

Halaman:

Sumber ABC
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intelijen AS: Korut Bakal Uji Coba Rudal Balistik Tahun Depan

Intelijen AS: Korut Bakal Uji Coba Rudal Balistik Tahun Depan

Global
Alat Setrum Kelamin dan Kursi Hukuman, Cara China Siksa Tahanan Menurut Mantan Perwiranya

Alat Setrum Kelamin dan Kursi Hukuman, Cara China Siksa Tahanan Menurut Mantan Perwiranya

Global
Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Global
Setelah Unggah Video Mengaku Dapat Ancaman, Wanita Qatar Ini Hilang Secara Misterius

Setelah Unggah Video Mengaku Dapat Ancaman, Wanita Qatar Ini Hilang Secara Misterius

Global
Kemenlu Verifikasi Dugaan Staf KJRI Los Angeles Aniaya ART yang Disorot Media AS

Kemenlu Verifikasi Dugaan Staf KJRI Los Angeles Aniaya ART yang Disorot Media AS

Global
Kematian Harian Covid-19 Rusia Lampaui 1.000 Jiwa untuk Pertama Kalinya

Kematian Harian Covid-19 Rusia Lampaui 1.000 Jiwa untuk Pertama Kalinya

Global
Taliban Akan Umumkan Izin Sekolah Menengah bagi Anak Perempuan Afghanistan

Taliban Akan Umumkan Izin Sekolah Menengah bagi Anak Perempuan Afghanistan

Global
UNIK GLOBAL: Suami Bunuh Istri dengan Ular Kobra | Ibu Ketagihan Adakan Pesta Seks untuk Anaknya

UNIK GLOBAL: Suami Bunuh Istri dengan Ular Kobra | Ibu Ketagihan Adakan Pesta Seks untuk Anaknya

Global
Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya

Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya

Global
Seorang Ibu Tewas Setelah Lompat dari Ketinggian 25 Meter untuk Jajal Olahraga Ekstrem

Seorang Ibu Tewas Setelah Lompat dari Ketinggian 25 Meter untuk Jajal Olahraga Ekstrem

Global
Arab Saudi Longgarkan Aturan Pembatasan Covid-19 Mulai 17 Oktober 2021

Arab Saudi Longgarkan Aturan Pembatasan Covid-19 Mulai 17 Oktober 2021

Global
Tembaki Warga Sipil, 8 Tentara Brasil Dijatuhi Hukuman Penjara Lebih dari 20 Tahun

Tembaki Warga Sipil, 8 Tentara Brasil Dijatuhi Hukuman Penjara Lebih dari 20 Tahun

Global
Karakteristik atau Ciri-ciri Globalisasi

Karakteristik atau Ciri-ciri Globalisasi

Global
Australia Kekurangan Petani, PNS Ditawari Cuti Berbayar untuk Bantu Panen

Australia Kekurangan Petani, PNS Ditawari Cuti Berbayar untuk Bantu Panen

Global
Bagaimana Kondisi Dunia jika Target Suhu Bumi Gagal Tercapai?

Bagaimana Kondisi Dunia jika Target Suhu Bumi Gagal Tercapai?

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.