Kronologi Masuknya Varian Delta hingga Buat China Lockdown Parsial Lagi

Kompas.com - 05/08/2021, 12:15 WIB
Warga mengantre untuk tes Covid-19 di dekat spanduk bertuliskan Epidemic is the Order di Wuhan di provinsi Hubei, China tengah, Selasa, 3 Agustus 2021. CHINATOPIX via APWarga mengantre untuk tes Covid-19 di dekat spanduk bertuliskan Epidemic is the Order di Wuhan di provinsi Hubei, China tengah, Selasa, 3 Agustus 2021.

BEIJING, KOMPAS.com - China menghadapi tantangan terbesarnya sejak virus pertama kali meletus di kota Wuhan di China tahun lalu, setelah varian delta menyebar dengan cepat.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah China berjuang dengan wabah sporadis di berbagai provinsi.

Untuk bisa membasmi kebangkitan Covid-19 China dengan cepat, Beijing memobilisasi ribuan orang untuk menguji dan melacak infeksi, serta mengunci komunitas secara parsial.

Model itu sekarang terlihat semakin rapuh di dunia, yang melewati tonggak sejarah yang suram dengan infeksi Covid-19 global mencatat 200 juta kaus pada Rabu (4/8/2021), melansir New York Times pada Rabu (4/8/2021).

Baca juga: China Lockdown Parsial, Strategi “Toleransi Nol” Covid-19 Tunjukan Kelemahan

Kasus infeksi varian Delta di China awalnya dikaitkan dengan penerbangan dari Moskwa yang mendarat di Nanjing pada 10 Juli. Tujuh penumpang dalam penerbangan itu terinfeksi varian tersebut.

Pada 20 Juli, sembilan petugas kebersihan bandara dinyatakan positif. Infeksi mereka menyebar dengan cepat di antara orang-orang yang memasuki bandara, pusat transportasi utama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang ibu dan anak perempuan dan seorang gadis 12 tahun yang terbang ke Zhangjiajie setelah transit selama dua jam di bandara Nanjing semuanya dinyatakan positif.

Tiga turis lain yang melakukan perjalanan ke Zhangjiajie telah dikaitkan dengan wabah di pusat kota Changde, setelah mereka semua melakukan pelayaran sungai. Sekitar 27 infeksi di setidaknya enam tempat telah dikaitkan dengan transportasi air itu.

Kasus-kasus juga telah menyebar di Yangzhou di antara rumah “catur dan kartu”, ruang berventilasi buruk di mana banyak pelanggan tua berkumpul untuk bermain mahjong, catur, dan kartu.

Pejabat lokal menawarkan hadiah beberapa ribu renminbi kepada pelapor yang menemukan dan melaporkan orang-orang yang pernah berada di ruangan ini.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.