Resmi Jadi Presiden Baru, Ebrahim Raisi Bertekad Lepaskan Iran dari “Penindasan” AS

Kompas.com - 04/08/2021, 15:06 WIB
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, kiri, memberikan stempel persetujuan resminya kepada Presiden Ebrahim Raisi yang baru terpilih dalam upacara pengesahan di Teheran, Iran, Selasa, 13 Agustus 2019. 3, 2021. OFFICE OF THE IRANIAN SUPREME LEADER via APPemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, kiri, memberikan stempel persetujuan resminya kepada Presiden Ebrahim Raisi yang baru terpilih dalam upacara pengesahan di Teheran, Iran, Selasa, 13 Agustus 2019. 3, 2021.

TEHERAN, KOMPAS.com - Hakim garis keras Ebrahim Raisi dilantik sebagai presiden baru Iran pada Selasa (3/7/2021).

Dikenal sebagai “Penjagal Teheran” atas tuduhan bahwa dia telah menyiksa wanita hamil dan tahanan yang dilemparkan dari tebing, Raisi segera bersumpah untuk mengatasi sanksi “penindasan” Amerika Serikat (AS).

Dia menggantikan presiden moderat Hassan Rouhani yang mengamankan kesepakatan nuklir 2015 dengan AS, Inggris dan negara-negara besar lainnya. Pakta penting itu dimaksudkan untuk membatasi pengayaan uranium, yang digunakan untuk membuat bom atom.

Baca juga: Lengser sebagai Presiden Iran, Hassan Rouhani Mengaku Pemerintah Tak Selalu Jujur

"Mengikuti pilihan rakyat, saya menugaskan Hojatoleslam Ebrahim Raisi yang bijaksana, tak kenal lelah, berpengalaman dan populer sebagai presiden Republik Islam Iran," tulis Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah dekrit yang dibacakan oleh kepala stafnya melansir Daily Mail.

Prioritas pertama pria berusia 60 tahun itu adalah membawa Iran keluar dari kesulitan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi dan jeratan sanksi internasional atas pelanggarannya terhadap kesepakatan nuklir.

Terkait urusan dengan Barat, Raisi menyatakan “tidak akan mengikat standar hidup bangsa dengan kehendak orang asing'.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami percaya posisi ekonomi rakyat tidak menguntungkan baik karena konflik dengan musuh kami dan karena kekurangan-kekurangan (lain) dan masalah di dalam negeri," kata Presiden yang secara pribadi dikenai sanksi atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Dalam tanggapannya, Pemeimpin Tertinggi Khamenei mengakui negaranya menderita “banyak kekurangan dan masalah.” Tetapi menurutnya “Kapabilitas negara (Iran) bahkan lebih banyak dari itu.”

“Memperbaiki masalah ekonomi membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan dalam semalam,” ujarnya.

Raisi memenangkan pemilihan presiden pada Juni, di mana lebih dari setengah pemilih tak berpartisipasi setelah banyak kandidat Presiden kelas berat dilarang berlaga.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Profil: Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Lebih Berkuasa dari Presiden

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

CIA Ternyata Sempat Peringatkan Militer AS Ada Anak Kecil dalam Serangan Drone di Kabul

CIA Ternyata Sempat Peringatkan Militer AS Ada Anak Kecil dalam Serangan Drone di Kabul

Global
Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Internasional
Pengobatam untuk Ebola Ditemukan, Penemu Nyatakan Kemenangan Terhadap Virus

Pengobatam untuk Ebola Ditemukan, Penemu Nyatakan Kemenangan Terhadap Virus

Global
Unit 731, Eksperimen Senjata Biologis Jepang Selama Perang Dunia II

Unit 731, Eksperimen Senjata Biologis Jepang Selama Perang Dunia II

Internasional
Tradisi Bunuh 1.400 Lumba-lumba Jadi Kontroversi, Ini Janji Kepulauan Faroe

Tradisi Bunuh 1.400 Lumba-lumba Jadi Kontroversi, Ini Janji Kepulauan Faroe

Global
Jasad Manusia Ditemukan di Dalam Perut Buaya Sepanjang 4 Meter

Jasad Manusia Ditemukan di Dalam Perut Buaya Sepanjang 4 Meter

Global
Selama 12 Tahun, Pria Ini Hanya Tidur Selama 30 Menit Setiap Malam

Selama 12 Tahun, Pria Ini Hanya Tidur Selama 30 Menit Setiap Malam

Global
Guinea Nyatakan Wabah Virus Mematikan Marburg Resmi Berakhir

Guinea Nyatakan Wabah Virus Mematikan Marburg Resmi Berakhir

Global
Situasi Makin Serius, Perancis Tuding AS dan Australia Berbohong kepada Mereka

Situasi Makin Serius, Perancis Tuding AS dan Australia Berbohong kepada Mereka

Global
Sekolah di Afghanistan Dibuka Lagi Tanpa Murid Putri, Ini Kata Taliban

Sekolah di Afghanistan Dibuka Lagi Tanpa Murid Putri, Ini Kata Taliban

Global
UNIK GLOBAL: Kabel USB Tersangkut di Alat Kelamin | Kisah Hisashi Ouchi yang Hidup Tersiksa dengan Radiasi Besar

UNIK GLOBAL: Kabel USB Tersangkut di Alat Kelamin | Kisah Hisashi Ouchi yang Hidup Tersiksa dengan Radiasi Besar

Global
Vietnam Pakai Vaksin Covid-19 Buatan Kuba, Abdala

Vietnam Pakai Vaksin Covid-19 Buatan Kuba, Abdala

Global
DK PBB Perpanjang Misi Afghanistan selama 6 Bulan

DK PBB Perpanjang Misi Afghanistan selama 6 Bulan

Global
Video Viral Rambut Keluar dari Kuburan Tua, Perekamnya Panik Ketakutan

Video Viral Rambut Keluar dari Kuburan Tua, Perekamnya Panik Ketakutan

Global
PBB Kritik Rencana Ratusan Negara Termasuk Indonesia Atasi Perubahan Iklim

PBB Kritik Rencana Ratusan Negara Termasuk Indonesia Atasi Perubahan Iklim

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.