Sejumlah Atlet Australia Menghancurkan Kasur Kardus di Olympic Village Sebelum Pulang

Kompas.com - 04/08/2021, 07:17 WIB
Kasur kardus daur ulang dan matras bagi atlet saat tur media di Kampung Atlet Tokyo, Jepang, pada 20 Juni 2021. AFP PHOTO/POOL/AKIO KONKasur kardus daur ulang dan matras bagi atlet saat tur media di Kampung Atlet Tokyo, Jepang, pada 20 Juni 2021.

SYDNEY, KOMPAS.com - Sejumlah atlet Australia menghancurkan kasur kardus mereka di kamar hotel Olympic village dan melubangi tembok sebelum mereka pergi.

Komite Olimpiade Australia mengatakan bahwa mereka juga menunjukkan "perilaku yang tidak dapat diterima" dalam penerbangan pulang.

Namun, sejauh itu bos tim Australia Ian Chesterman mengatakan tidak ada tindakan disipliner yang akan diambil karena para atlet telah meminta maaf.

Baca juga: Momen Dua Sahabat Sepakat Berbagi Emas Olimpiade dan Cerita Kebangkitan dari Cedera

Dia menambahkan bahwa kerusakan itu "kecil" dan "bukan hal yang paling sulit untuk merusak tempat tidur kardus".

"Beberapa anak muda membuat kesalahan, mereka telah meninggalkan kamar dalam kondisi yang tidak dapat diterima," ujar Chesterman seperti yang dilansir dari BBC pada Selasa (3/8/2021).

"Namun, kamarnya tidak sepenuhnya hancur," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini seperti buku: ketika seorang anak muda membuat kesalahan (bab pertama), bab kedua bagus, anak muda penuh penyesalan," ucapnya.

Baca juga: Momen Haru Atlet Qatar dan Italia Sepakat Berbagi Emas Olimpiade Setelah Bersaing Sengit

Kemudian, ia berkata, "Bab tiga adalah anak muda yang baik belajar dari kesalahan dan menjadi pribadi lebih baik".

Sementara ini, Chesterman tidak menyebutkan nama para atlet atau cabang olahraga yang mereka wakili.

Namun, Komite Olimpiade Australia mengatakan bahwa badan sepak bola nasional dan persatuan rugby sedang menyelidiki laporan tentang perilaku gaduh dalam penerbangan ke Sydney pada Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Beberapa Atlet Dituduh Pesta Minuman Keras dan Langgar Aturan Covid-19, Penyelenggara Olimpiade Gelar Penyelidikan

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencuri Lukisan Vincent van Gogh Dipenjara 8 Tahun di Belanda

Pencuri Lukisan Vincent van Gogh Dipenjara 8 Tahun di Belanda

Global
Ponsel 5 Menteri Perancis Terinfeksi Spyware Pegasus

Ponsel 5 Menteri Perancis Terinfeksi Spyware Pegasus

Global
2 Wanita Ingin Nikahi Pria yang Sama, Nasib Mereka Ditentukan Lewat Lempar Koin

2 Wanita Ingin Nikahi Pria yang Sama, Nasib Mereka Ditentukan Lewat Lempar Koin

Global
Seorang Pria Dikabarkan Meninggal Setelah Minum 1,5 Liter Minuman Bersoda dalam 10 Menit

Seorang Pria Dikabarkan Meninggal Setelah Minum 1,5 Liter Minuman Bersoda dalam 10 Menit

Global
Bocah 2 Tahun Tak Sengaja Bunuh Dirinya dengan Senjata Keluarganya

Bocah 2 Tahun Tak Sengaja Bunuh Dirinya dengan Senjata Keluarganya

Global
Biografi Tokoh Dunia: Rumphius, Tokoh Ahli Botani Ambon yang Buta Kelahiran Jerman

Biografi Tokoh Dunia: Rumphius, Tokoh Ahli Botani Ambon yang Buta Kelahiran Jerman

Internasional
Sikap Indonesia dalam Pakta Kerja Sama AS-Inggris-Australia (AUKUS)

Sikap Indonesia dalam Pakta Kerja Sama AS-Inggris-Australia (AUKUS)

Global
POPULER GLOBAL: Keluarga Yahudi Dilindungi Hitler | Sepasang Gorila Oral Seks

POPULER GLOBAL: Keluarga Yahudi Dilindungi Hitler | Sepasang Gorila Oral Seks

Global
Putri Pendiri Huawei Meng Wanzhou yang Ditahan Kanada Dibebaskan dari Tahanan Rumah

Putri Pendiri Huawei Meng Wanzhou yang Ditahan Kanada Dibebaskan dari Tahanan Rumah

Global
Jutaan Bantal Bayi Ditarik karena 8 Anak Mati Lemas

Jutaan Bantal Bayi Ditarik karena 8 Anak Mati Lemas

Global
Masa Depan Warisan Budaya di Afghanistan Era Taliban

Masa Depan Warisan Budaya di Afghanistan Era Taliban

Global
Ketinggalan Teknologi Kendaraan Listrik, Perusahaan Otomotif Jerman Kembangkan Mobil Hidrogen

Ketinggalan Teknologi Kendaraan Listrik, Perusahaan Otomotif Jerman Kembangkan Mobil Hidrogen

Global
Kasus Harian Covid-19 Pecahkan Rekor, Singapura Kembali Lakukan Pembatasan Sosial

Kasus Harian Covid-19 Pecahkan Rekor, Singapura Kembali Lakukan Pembatasan Sosial

Global
Australia Buka Perbatasan Paling Lambat Akhir Desember

Australia Buka Perbatasan Paling Lambat Akhir Desember

Global
Gadis di India Diperkosa Selama 9 Bulan, Polisi Ringkus 28 Tersangka

Gadis di India Diperkosa Selama 9 Bulan, Polisi Ringkus 28 Tersangka

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.