Kompas.com - 03/08/2021, 18:35 WIB
Sekelompok pengusaha Swiss sedang pelesiran di Pulau Edam, Kepulauan Seribu. Tampak satu orang pribumi tanpa baju duduk di tanah, sementara lainnya berdiri atau duduk di kursi Penerbit Edition Clandestine via Krisna Diantha/KOMPAS.comSekelompok pengusaha Swiss sedang pelesiran di Pulau Edam, Kepulauan Seribu. Tampak satu orang pribumi tanpa baju duduk di tanah, sementara lainnya berdiri atau duduk di kursi

HEIDEN, KOMPAS.com - Kanan kiri hutan pinus, atau padang rumput, dengan sapi-sapi gemuk berkeliaran. Jalanan beraspal mulus, naik turun, kadang berkelok tajam. Di kejauhan berdiri kokoh barisan pegunungan Alpen.

Tidak sampai setengah jam, Post Auto, bus kuning menyala yang berangkat dari Saint Gallen, Swiss Timur itu, tiba di tujuan. Heiden, nama desa tujuan itu, tidak banyak berbeda dengan desa Swiss lainnya.

Jalan utama lengang. Mobil hanya satu dua melintas. Gedung perkantoran, toko, restoran, hingga perumahan tertata rapi. Dan tentu saja juga bersih, khas Swiss.

Baca juga: Pakar Sejarah Sebut Swiss Terlibat Penjajahan di Indonesia

Jika ada yang menarik perhatian, ada di dalam salah satu ruangan museum desa itu. Tertata rapi dalam kotak kaca, terpampang keris Jawa, tameng Dayak, pedang Sumatera. atau miniatur rumah panggung Batak Toba. Ada juga burung rangkok, ular sanca, dan macan tutul yang, tentu saja, sudah dikeringkan.

"Memang dari Indonesia, tepatnya di zaman Hindia Belanda,“ tutur Ruth Huss, penjaga Museum Heiden, kepada Kompas.com.


Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Foto hitam putih yang juga dipamerkan di museum itu makin banyak menceritakan hubungan Heiden - kampung kecil yang di kelilingi lembah hijau dan dipagari dinding karang Pegunungan Alpen - dengan Indonesia.

"Kami harus akui, barang barang kuno itu memang diangkut dari Indonesia,“ tutur Andreas Zangger sejarahwan asal Zurich kepada Kompas.com.

Semua itu terjadi ketika beberapa pengusaha Swiss, khususnya dari desa Heiden, melakukan kontrak dagangnya dengan VOC di zaman Hindia Belanda.

"Harus diakui, Swiss memang terlibat dalam kolonialisme di Indonesia,“ imbuh Zangger. Meskipun pemerintah Swiss hingga detik ini tidak pernah mengakuinya secara resmi, Zangger memastikan Swiss adalah bagian dari penjajahan di Indonesia.

Baca juga: Zainal Mustafa: Latar Belakang dan Perlawanan terhadap Penjajah

"Lebih tepatnya, kololianis tanpa koloni,“ katanya. Koloni yang bernama HIndia Belanda saat itu bukan milik Swiss, namun milik Kerajaan Belanda. "Swiss hanya berdagang di sana, menanamkan modal,“ papar Zangger.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Tersenyum, Pria Ini Gagal Selundupkan Emas yang Dicetak Jadi Gigi Palsu

Gara-gara Tersenyum, Pria Ini Gagal Selundupkan Emas yang Dicetak Jadi Gigi Palsu

Global
Unit Kedua PLTN Barakah Tersambung Jaringan Listik UEA

Unit Kedua PLTN Barakah Tersambung Jaringan Listik UEA

Global
Video Penembakan di Universitas Rusia, Mahasiswa Panik Lompat dari Jendela

Video Penembakan di Universitas Rusia, Mahasiswa Panik Lompat dari Jendela

Global
Saat Wanita Afghanistan Marah dan Kecewa Dilarang Taliban Bekerja...

Saat Wanita Afghanistan Marah dan Kecewa Dilarang Taliban Bekerja...

Global
Penembakan di Kampus Rusia, Mahasiswa Bersenjata Tewaskan 8 Orang

Penembakan di Kampus Rusia, Mahasiswa Bersenjata Tewaskan 8 Orang

Global
Korut Sebut Pakta Keamanan AS-Inggris-Australia Picu Perlombaan Senjata Nuklir

Korut Sebut Pakta Keamanan AS-Inggris-Australia Picu Perlombaan Senjata Nuklir

Global
Partai Putin Klaim Raih Suara Mayoritas 2/3 di Pemilu Parlemen Rusia

Partai Putin Klaim Raih Suara Mayoritas 2/3 di Pemilu Parlemen Rusia

Global
Ada Jenazah Ditemukan, Diduga Gadis Bernama Gabby Petito yang Menghilang

Ada Jenazah Ditemukan, Diduga Gadis Bernama Gabby Petito yang Menghilang

Global
Kerap Disebut Tertinggi di Dunia, Orang-orang Negara Ini Kini Semakin Pendek

Kerap Disebut Tertinggi di Dunia, Orang-orang Negara Ini Kini Semakin Pendek

Global
Jalalabad Diguncang Ledakan Kelima, Targetkan Kendaraan Taliban

Jalalabad Diguncang Ledakan Kelima, Targetkan Kendaraan Taliban

Global
Australia, Inggris dan Amerika Serikat – Di mana Indonesia?

Australia, Inggris dan Amerika Serikat – Di mana Indonesia?

Global
Korut Ejek Uji Coba Rudal Balistik Kapal Selam Korsel, Disebut Kikuk dan Belum Sempurna

Korut Ejek Uji Coba Rudal Balistik Kapal Selam Korsel, Disebut Kikuk dan Belum Sempurna

Global
Momen Menegangkan Berjalan di Seutas Tali Sepanjang 600 Meter dari Menara Eiffel

Momen Menegangkan Berjalan di Seutas Tali Sepanjang 600 Meter dari Menara Eiffel

Global
Hari Terakhir Kampanye Pemilu Kanada, PM Justin Trudeau Sindir Pesaingnya

Hari Terakhir Kampanye Pemilu Kanada, PM Justin Trudeau Sindir Pesaingnya

Global
TNI AL Bakal Punya Dua Fregat Arrowhead 140 Baru, Dibangun PT PAL

TNI AL Bakal Punya Dua Fregat Arrowhead 140 Baru, Dibangun PT PAL

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.