Kronologi Atlet Belarus Dilindungi Jepang Saat Dipaksa Pulang dari Olimpiade Tokyo

Kompas.com - 02/08/2021, 21:06 WIB
Atlet lari putri Belarus, Krystsina Tsimanouskaya, saat berkompetisi di nomor 100m dalam Olimpiade Tokyo 2020, Jumat (30/7/2021). Tsimanouskaya dipulangkan paksa pada Minggu (1/8/2021) setelah mengkritik pelatih yang memasukkannya ke estafet 4x400m tanpa sepengetahuannya AP PHOTO/MARTIN MEISSNERAtlet lari putri Belarus, Krystsina Tsimanouskaya, saat berkompetisi di nomor 100m dalam Olimpiade Tokyo 2020, Jumat (30/7/2021). Tsimanouskaya dipulangkan paksa pada Minggu (1/8/2021) setelah mengkritik pelatih yang memasukkannya ke estafet 4x400m tanpa sepengetahuannya

TOKYO, KOMPAS.com - Atlet lari putri Belarus Krystsina Tsimanouskaya atau Kristina Timanovskaya, ramai diperbincangkan karena dipulangkan paksa oleh negaranya lalu dilindungi Jepang sebagai penyelenggara Olimpiade Tokyo.

Cerita bermula saat Kristina (24) memprotes para pelatihnya secara terbuka, yang tanpa pemberitahuan memasukkannya ke cabor estafet 400 meter putri.

Padahal, ia berkompetisi di nomor 100 meter putri pada Jumat (30/7/2021) dan nomor 200m pada Senin (2/8/2021), tetapi juga dimasukkan ke estafet 4x400m Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Atlet Lari Belarus Menolak Dipulangkan Usai Kritik Federasi Sendiri

Kristina lalu curhat di Instagram Stories-nya, mengungkap bahwa dia dipaksa masuk tim estafet karena anggota tim lainnya tidak memenuhi syarat tes doping.

"Ternyata bos-bos hebat kami seperti biasa memutuskan segalanya untuk kami," ujar Kristina Timanovskaya di Instagram Stories-nya yang telah dihapus, dikutip dari AFP.

Di unggahan yang berbeda dia menulis, tidak akan bereaksi keras jika diberitahu sebelumnya, dijelaskan seluruh situasinya, dan ditanya apakah bisa lari di 400 meter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tetapi mereka memutuskan untuk melakukan segalanya di belakangku," tambahnya.

Pada Minggu (1/8/2021) Krystsina Tsimanouskaya dipaksa pulang, tapi dia enggan mematuhi perintah.

"Beberapa wanita dari negara kami tidak terbang ke sini (Jepang) untuk berkompetisi dalam estafet 4x400 meter, karena mereka tidak cukup tes doping," ujar Kristina kepada wartawan Reuters di bandara Haneda, Tokyo.

"Dan pelatih memasukkan saya ke estafet tanpa sepengetahuanku. Saya berbicara tentang ini di depan umum. Pelatih kepala mendatangiku dan mengatakan ada perintah dari atasan untuk mengeluarkanku."

Halaman:
Baca tentang

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biografi Igor Sikorsky, Bapak Helikopter Perancang Pesawat Terbang Penakluk Laut

Biografi Igor Sikorsky, Bapak Helikopter Perancang Pesawat Terbang Penakluk Laut

Internasional
10 Tokoh Presiden AS Terburuk Sepanjang Sejarah

10 Tokoh Presiden AS Terburuk Sepanjang Sejarah

Internasional
Presiden Perancis Dilempar Telur Saat Sapa Kerumunan Warga

Presiden Perancis Dilempar Telur Saat Sapa Kerumunan Warga

Global
Taliban Desak Maskapai Internasional Lanjutkan Operasi di Afghanistan

Taliban Desak Maskapai Internasional Lanjutkan Operasi di Afghanistan

Global
Kepemilikan Asing Brisbane Roar Bermasalah, Nama Joko Driyono dan Bakrie Dicatut

Kepemilikan Asing Brisbane Roar Bermasalah, Nama Joko Driyono dan Bakrie Dicatut

Global
Anak Satu Tahun Idap Penyakit Langka yang Akan Ubah Tubuhnya Jadi 'Batu', Orangtua Mati-matian Cari Dana Penelitian

Anak Satu Tahun Idap Penyakit Langka yang Akan Ubah Tubuhnya Jadi "Batu", Orangtua Mati-matian Cari Dana Penelitian

Global
Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Global
Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Global
CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

Global
WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

Global
Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Global
Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Global
Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Global
Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga 'Panic Buying'

Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga "Panic Buying"

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.