Kompas.com - 02/08/2021, 19:11 WIB
Dr Anthony Fauci Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, saat berbicara di konferensi pers gugus tugas virus corona Gedung Putih, pada Kamis (19/11/2020). AP PHOTO/SUSAN WALSHDr Anthony Fauci Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, saat berbicara di konferensi pers gugus tugas virus corona Gedung Putih, pada Kamis (19/11/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dr Anthony Fauci, kepala penasihat medis Presiden AS Joe Biden, mengatakan pada Minggu (1/7/2021), bahwa dia tidak berpikir AS akan kembali lockdown.

Jumlah kasus virus corona di negara itu memang melonjak, dan sebagian besar karena varian delta yang sangat menular.

Tapi, dilansir The Hill, Fauci tak melihat potensi lockdown.

Baca juga: Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

“Saya tidak berpikir kita akan melihat penguncian. Saya pikir kami memiliki cukup persentase orang di negara ini, dan itu tidak cukup untuk menghancurkan wabah, tetapi saya cukup percaya untuk tidak membiarkan kami masuk ke situasi yang kami alami musim dingin lalu," kata Fauci kepada pembawa acara Jon Karl, di acara "ABC This Week".

Namun, dia mengatakan bahwa, “segalanya akan menjadi lebih buruk kalau vaksinasi tidak dilakukan."

“Jika Anda melihat percepatan jumlah kasus, rata-rata tujuh hari telah naik secara substansial," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Anda tahu, apa yang benar-benar perlu kami lakukan, kami mengatakannya berulang kali, dan memang benar, kami memiliki 100 juta orang di negara ini yang memenuhi syarat untuk divaksinasi, tapi belum divaksinasi. Kami melihat ada potensi wabah bagi yang tidak divaksinasi," tambahnya.

Baca juga: Anthony Fauci: AS Menuju Arah yang Salah dalam Pandemi Ini

Fauci juga menambahkan bahwa kemungkinan akan ada "beberapa rasa sakit dan penderitaan di masa depan."

“Kami mencari rasa sakit dan penderitaan di masa depan, karena kami melihat kasus-kasus meningkat. Itulah alasan mengapa kami terus mengatakan berulang kali. Solusi untuk ini adalah divaksinasi dan semua hal buruk tidak akan terjadi,” katanya.

Jumlah infeksi Covid-19 di AS memang telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

Sebagian besar karena varian delta, yang sekarang menjadi strain dominan di AS.

Namun, sebagian besar kasus memang menginfeksi individu yang belum diinokulasi.

Baca juga: Isi Pidato Terbaru Trump: Klaim Pemilu 2020 Palsu, Ejek Dr Fauci

Sejauh ini, lebih dari 164,4 juta orang di AS telah divaksinasi terhadap Covid-19.

Ini setara dengan 49,5 persen dari total populasi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).


Sumber The Hill
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biografi Igor Sikorsky, Bapak Helikopter Perancang Pesawat Terbang Penakluk Laut

Biografi Igor Sikorsky, Bapak Helikopter Perancang Pesawat Terbang Penakluk Laut

Internasional
10 Tokoh Presiden AS Terburuk Sepanjang Sejarah

10 Tokoh Presiden AS Terburuk Sepanjang Sejarah

Internasional
Presiden Perancis Dilempar Telur Saat Sapa Kerumunan Warga

Presiden Perancis Dilempar Telur Saat Sapa Kerumunan Warga

Global
Taliban Desak Maskapai Internasional Lanjutkan Operasi di Afghanistan

Taliban Desak Maskapai Internasional Lanjutkan Operasi di Afghanistan

Global
Kepemilikan Asing Brisbane Roar Bermasalah, Nama Joko Driyono dan Bakrie Dicatut

Kepemilikan Asing Brisbane Roar Bermasalah, Nama Joko Driyono dan Bakrie Dicatut

Global
Anak Satu Tahun Idap Penyakit Langka yang Akan Ubah Tubuhnya Jadi 'Batu', Orangtua Mati-matian Cari Dana Penelitian

Anak Satu Tahun Idap Penyakit Langka yang Akan Ubah Tubuhnya Jadi "Batu", Orangtua Mati-matian Cari Dana Penelitian

Global
Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Global
Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Global
CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

Global
WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

Global
Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Global
Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Global
Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Global
Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga 'Panic Buying'

Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga "Panic Buying"

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.