Meksiko Adakan Referendum untuk Selidiki Kejahatan Mantan Presiden Selama Menjabat

Kompas.com - 02/08/2021, 10:49 WIB
Sebuah iklan yang menampilkan gambar beberapa mantan presiden Meksiko, yang matanya ditutup label merah, dan menyerukan warga untuk berpartisipasi dalam referendum tentang apakah mantan presiden harus diadili atas tuduhan kejahatan mereka selama masa jabatan mereka, di Mexico City , Sabtu, 31 Juli 2021. AP PHOTO/CHRISTIAN PALMASebuah iklan yang menampilkan gambar beberapa mantan presiden Meksiko, yang matanya ditutup label merah, dan menyerukan warga untuk berpartisipasi dalam referendum tentang apakah mantan presiden harus diadili atas tuduhan kejahatan mereka selama masa jabatan mereka, di Mexico City , Sabtu, 31 Juli 2021.

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Orang-orang Meksiko mulai memberikan suara dalam sebuah referendum yang dipromosikan oleh Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, tentang apakah akan menyelidiki mantan presiden atas tuduhan korupsi, tapi para ahli mengkritik pemungutan suara itu sebagai aksi politik.

Lopez Obrador, yang dikenal luas sebagai AMLO, menganggap pemerintahan sebelumnya sebagai sangat korup, dan menjadikan pemberantasan praktik tersebut sebagai prioritas utamanya.

Baca juga: Rumah Raja Narkoba Meksiko El Chapo Akan Diundi

Tetapi para kritikus mengatakan Presiden Meksiko berharap untuk menggunakan konsultasi tersebut untuk memperkuat basisnya, dan bahwa tidak mungkin mengumpulkan cukup suara untuk menjadi sah.

Agar referendum itu bisa mengikat, diperlukan partisipasi 37,4 juta orang setara 40 persen dari daftar pemilih Meksiko.

Jajak pendapat dibuka pada pukul 8 pagi waktu setempat pada Minggu (1/8/2021), dan akan ditutup pada pukul 6 sore. Hasilnya diharapkan akan diketahui dalam dua atau tiga hari.

“Walaupun suara ‘setuju’ mungkin menang hingga 90 persen, akan sulit untuk mencapai jumlah pemilih bahkan 30 persen,” kata Roy Campos, direktur perusahaan jajak pendapat Mitofsky.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Perundingan telah menjadi ideologis. Pendukung presiden adalah orang-orang yang ingin pergi memberikan suaranya, dan memilih setuju,” kata Campos kepada kantor berita Reuters.

Pandangan itu digaungkan juga oleh Jose Antonio Crespo, seorang analis politik di Pusat Penelitian dan Pelatihan Ekonomi Meksiko, yang menyebut referendum itu “benar-benar untuk menguji politik dan liputan media”.

Crespo juga menyoroti bahwa hasil dari pertanyaan pemungutan suara tidak diragukan.

"Pertanyaannya bukan apakah opsi 'setuju' akan menang, kita tahu bahwa 90 persen atau lebih akan memilih ya," kata Crespo melansir Al Jazeera.

Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.