Lagu Kebangsaan China Dihina di Hong Kong, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan

Kompas.com - 30/07/2021, 20:28 WIB
Ilustrasi bendera China. SHUTTERSTOCKIlustrasi bendera China.

BEIJING, KOMPAS.com - Polisi Hong Kong menyelidiki sebuah insiden di mana terhadap kerumunan penonton Olimpiade Tokyo yang menghina lagu kebangsaan China.

Ratusan orang berkumpul di pusat perbelanjaan pada Senin (26/7/2021) untuk menonton siaran dan menyoraki pemain anggar Hong Kong Edgar Cheung, yang menang medali emas.

Ketika lagu kebangsaan China dimainkan dan orang-orang berteriak "Kita adalah Hong Kong", beberapa orang lainnya dalam kerumunan mulai mengejek. Momen itu tertangkap kamera dalam video di lokasi kejadian.

Baca juga: Polisi Hong Kong Selidiki Ejekan pada Lagu Kebangsaan China saat Siaran Olimpiade

Di bawah undang-undang yang baru saja disahkan menyebutkan bahwa tindakan menghina lagu kebangsaan adalah tindakan ilegal.

Melansir BBC pada Jumat (30/7/2021), siapa pun yang dinyatakan bersalah melanggar undang-undang lagu kebangsaan dapat dipenjara hingga 3 tahun dan didenda 50.000 dollar Hong Kong (sekitar Rp 93 juta).

Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa bendera kolonial Inggris dikibarkan, dan beberapa meneriakkan slogan-slogan protes, yang mungkin dapat melanggar undang-undang keamanan nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pengunjuk Rasa Hong Kong Dijerat UU Baru, Bisa Dihukum Seumur Hidup

UU itu melarang apa pun yang menghasut "pemisahan diri" dan dapat mengakibatkan hukuman penjara seumur hidup.

Sumber polisi mengatakan kepada media lokal bahwa mereka sedang mengumpulkan dan memeriksa rekaman bukti dari kamera keamanan mal.

Insiden itu terjadi pada pekan yang sama dengan hukuman orang pertama yang didakwa berdasarkan undang-undang keamanan nasional.

Baca juga: Polisi Hong Kong Tangkap Mantan Editor Tinggi Surat Kabar Apple Daily

Kedua undang-undang tersebut disahkan pada 2020, dan telah menghadapi kontroversi besar, dengan kritikus mengatakan undang-undang itu menekan kebebasan berbicara.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ferdinand Marcos, Diktator Filipina dengan Gelimang Kontroversinya

Ferdinand Marcos, Diktator Filipina dengan Gelimang Kontroversinya

Internasional
28 September 1989: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Meninggal

28 September 1989: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Meninggal

Internasional
TKI 3 Tahun Kerja Paksa Tak Dibayar di Malaysia, Dianiaya dan Ditendang Wajahnya

TKI 3 Tahun Kerja Paksa Tak Dibayar di Malaysia, Dianiaya dan Ditendang Wajahnya

Global
Tragedi Tewasnya Tim Sepak Bola Chapecoense, Pengatur Lalu Lintas Ini Ditangkap

Tragedi Tewasnya Tim Sepak Bola Chapecoense, Pengatur Lalu Lintas Ini Ditangkap

Internasional
Makin Canggih, China Pamerkan Armada Militer Udara Baru, Ada Jet Pengintai dan Drone

Makin Canggih, China Pamerkan Armada Militer Udara Baru, Ada Jet Pengintai dan Drone

Global
Ingin Menyontek Saat Ujian, 10 Guru India Sembunyikan Bluetooth di Sandal Jepit

Ingin Menyontek Saat Ujian, 10 Guru India Sembunyikan Bluetooth di Sandal Jepit

Global
Viral, Video 'Skill Dewa' Pedagang Warung Hitung Cepat Harga Pesanan, Netizen Terpukau

Viral, Video "Skill Dewa" Pedagang Warung Hitung Cepat Harga Pesanan, Netizen Terpukau

Global
Mantan Pemimpin ISIS-K Dieksekusi oleh Taliban

Mantan Pemimpin ISIS-K Dieksekusi oleh Taliban

Global
Korea Utara di Sidang Umum PBB: Kami Berhak Menguji Senjata, Tak Ada yang Bisa Melarang

Korea Utara di Sidang Umum PBB: Kami Berhak Menguji Senjata, Tak Ada yang Bisa Melarang

Global
Survei PDRM: 9 dari 10 Gadis Remaja di Malaysia Kecanduan Seks

Survei PDRM: 9 dari 10 Gadis Remaja di Malaysia Kecanduan Seks

Global
Demo Besar di Tunisia, 2.000 Orang Protes Kudeta Presiden Kais Saied

Demo Besar di Tunisia, 2.000 Orang Protes Kudeta Presiden Kais Saied

Global
Presiden Perancis Dilempar Telur Sambil Diteriaki 'Vive la Revolution'

Presiden Perancis Dilempar Telur Sambil Diteriaki "Vive la Revolution"

Internasional
Dubes Afghanistan Batal Pidato di Sidang Umum PBB, Ada Apa?

Dubes Afghanistan Batal Pidato di Sidang Umum PBB, Ada Apa?

Global
Korea Utara Tembakkan Proyektil Tak Dikenal ke Laut

Korea Utara Tembakkan Proyektil Tak Dikenal ke Laut

Internasional
POPULER GLOBAL: Wanita Jatuh dari Balkon Saat Berhubungan Seks | 5 Negara Pemberi Utang Terbesar ke AS

POPULER GLOBAL: Wanita Jatuh dari Balkon Saat Berhubungan Seks | 5 Negara Pemberi Utang Terbesar ke AS

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.