Banjir Bandang Melanda Afghanistan 60 Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang

Kompas.com - 30/07/2021, 16:55 WIB
Warga Afghanistan mencari barang-barang mereka setelah dilanda banjir bandang yang tewaskan ratusan orang di Charikar, ibu kota Provinsi Parwan, Rabu (26/8/2020). STRINGER via REUTERSWarga Afghanistan mencari barang-barang mereka setelah dilanda banjir bandang yang tewaskan ratusan orang di Charikar, ibu kota Provinsi Parwan, Rabu (26/8/2020).

KABUL, KOMPAS.com - Orang-orang di Afghanistan timur tertimbun lumpur dan puing-puing saat hujan deras menyebabkan banjir bandang semalaman pada Rabu (28/7/2021).

Setidaknya ada 60 orang tewas, dan puluhan orang hilang, serta banyak rumah yang rusak di distrik Kamdesh, provinsi Nurestan yang dilanda banjir bandang.

Melansir BBC pada Jumat (30/7/2021), bencana itu terjadi di wilayah yang diduduki oleh militan Taliban yang memerangi pemerintah Afghanistan.

Baca juga: Banjir Jerman: Sirine Peringatan Modern Mati, Biarawan Bunyikan “Lonceng Badai” Abad Pertengahan

Pembicaraan dilakukan antara kedua kubu agar tim penyelamat dari pemerintah Afghanistan dapat masuk ke daerah yang dalam situasi normalnya sulit diakses.

Para pejabat Afghanistan menyebutkan korban tewas 60 orang, tetapi Taliban mengatakan 150 orang tewas dalam banjir bandang tersebut, menurut laporan kantor berita Associated Press (AP).

Gubernur Nurestan Hafiz Abdul Qayyum pada Kamis (29/7/2021) mengatakan bahwa jumlah korban dapat meningkat setelah pejabat pemerintah Afghanistan mendapatkan lenih banyak akses ke lokasi bencana yang dikuasai Taliban. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, jaringan seluler yang terputus telah menghambat komunikasi di wilayah tersebut, seperti yang dilansir dari The Washington Post pada Jumat (30/7/2021). 

Baca juga: Banjir di London Membuat Layanan Gawat Darurat Rumah Sakit Ditutup

Taliban mengatakan bahwa mereka telah mengirim tim penyelamat untuk membantu, berjanji menyediakan dana bantuan sekitar 62.000 dollar AS (Rp 896,3 juta), menurut laporan AP.

Namun, tidak jelas seberapa baik mereka diperlengkapi untuk menghadapi bencana dalam skala seperti itu.

Taliban telah memerangi pasukan pemerintah Afghanistan di seluruh negeri, mengambil alih wilayah sejak penarikan pasukan asing yang dipimpin AS dari negara itu.

Baca juga: Belgia Dilanda Banjir untuk Keduanya Kalinya dalam Seminggu Terakhir

Banjir bandang di Afghanistan terjadi ketika hujan sangat deras dan drainase biasa tidak dapat mengatasi.

Hujan deras dan banjir membunuh warga setiap tahun di Afghanistan, di mana rumah-rumah dibangun dengan kualitas buruk di daerah pedesaan terpencil yang sangat rentan.

Baca juga: Topan In-Fa Ancam China dalam Bencana Susulan Setelah Banjir Besar

Banyak faktor yang menyebabkan banjir, tetapi pemanasan global yang disebabkan oleh perubahan iklim membuat curah hujan ekstrem lebih mungkin terjadi.

Dunia saat ini telah menghangat sekitar 1,2 Celcius sejak era industri dimulai, dan suhu Bumi akan terus meningkat, kecuali pemerintah di seluruh dunia melakukan pengurangan tajam terhadap emisi.

Baca juga: UPDATE Korban Tewas akibat Longsor dan Banjir di India Capai 125 Orang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.