Cabut Aturan Pencegahan Covid-19, Pemerintah Malaysia Dipertanyakan

Kompas.com - 28/07/2021, 15:01 WIB
Seorang dokter kontrak membawa plakat bertuliskan upah yang sama, hak yang sama, kesempatan yang sama, saat berdemo di luar rumah sakit Sungai Buloh, Selangor, Malaysia, Senin (26/7/2021). Ratusan dokter muda memprotes perlakuan yang buruk oleh pemerintah terhadap mereka. AFP PHOTO/ARIF KARTONOSeorang dokter kontrak membawa plakat bertuliskan upah yang sama, hak yang sama, kesempatan yang sama, saat berdemo di luar rumah sakit Sungai Buloh, Selangor, Malaysia, Senin (26/7/2021). Ratusan dokter muda memprotes perlakuan yang buruk oleh pemerintah terhadap mereka.

PUTRAJAYA, KOMPAS.com - Kemarahan dan pertanyaan mengarah ke pemerintah Malaysia, setelah mereka mencabut aturan pencegahan Covid-19.

Sejauh ini, "Negeri Jiran" sudah melaporkan lebih dari satu juta kasus dan 8.000 korban meninggal karena virus corona.

Pakar menyatakan, angka penularan sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi karena angka pengetesan relatif rendah.

Baca juga: Ratusan Dokter Muda Malaysia Mogok Kerja, Tuntut Insentif dan Pekerjaan Tetap

Rumah sakit di seluruh penjuru kewalahan karena penuh, bahkan beredar gambar seorang pasien duduk dan berbagi tabung oksigen.

Saat ini, Malaysia berada dalam status kondisi darurat yang tidak akan diperpanjang setelah berakhir pada 1 Agustus.

Dalam status darurat Covid-19 tersebut, setiap orang yang ketahuan melanggar pembatasan bakal mendapat denda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kalangan oposisi menyatakan, mereka tidak diberi tahu mengenai keputusan itu, yang dilaporkan diambil pada pekan lalu.

Dilansir BBC Rabu (28/7/2021), oposisi menuntut penjelasan pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengenai dampak pencabutannya bagi masyarakat.

"Kenapa kami tidak diberi tahu? Keputusan siapa ini?" kata Wakil Ketua Partai Aksi Demokratik (DAP) Gobind Singh Deo dalam debat parlemen Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Pada Selasa, Malaysia mencatatkan 207 korban meninggal corona, dengan kasus infeksi 14.000 dalam 24 jam terakhir.

Halaman:
Baca tentang

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Ini Minum Urine Sendiri agar Tetap Bisa Menyusui Anak-anaknya

Ibu Ini Minum Urine Sendiri agar Tetap Bisa Menyusui Anak-anaknya

Global
Ketika Biden Lupa Nama PM Australia: Kepada Teman di Sebelah, Terima Kasih

Ketika Biden Lupa Nama PM Australia: Kepada Teman di Sebelah, Terima Kasih

Global
Kapal Selam Bertenaga Nuklir Jadi Prioritas Tangkal China di Indo-Pasifik

Kapal Selam Bertenaga Nuklir Jadi Prioritas Tangkal China di Indo-Pasifik

Global
Taliban Tembak Mati Ibu yang Gendong Bayinya Usai Demo di Kabul Afghanistan

Taliban Tembak Mati Ibu yang Gendong Bayinya Usai Demo di Kabul Afghanistan

Global
10 Tempat Misterius di Dunia, Mana yang Paling Buat Kamu Penasaran?

10 Tempat Misterius di Dunia, Mana yang Paling Buat Kamu Penasaran?

Internasional
Perbaiki Hubungan Bilateral, India Serukan China Tarik Pasukan di Perbatasan

Perbaiki Hubungan Bilateral, India Serukan China Tarik Pasukan di Perbatasan

Global
Covid-19 Bikin Dia Jadi Gelandangan, Buronan Selama 29 Tahun Ini Menyerahkan Diri

Covid-19 Bikin Dia Jadi Gelandangan, Buronan Selama 29 Tahun Ini Menyerahkan Diri

Global
AS dan Inggris Bantu Australia Buat Kapal Selam Nuklir, China Kecewa

AS dan Inggris Bantu Australia Buat Kapal Selam Nuklir, China Kecewa

Global
Sejumlah Roket Hantam Dekat Kabul, Afghanistan Masih Tegang

Sejumlah Roket Hantam Dekat Kabul, Afghanistan Masih Tegang

Global
Pemimpin ISIS di Afrika yang Dibunuh Perancis Kepalanya Dihargai Rp 71,2 Miliar

Pemimpin ISIS di Afrika yang Dibunuh Perancis Kepalanya Dihargai Rp 71,2 Miliar

Global
Belum Divaksin, Presiden Brasil Ngeyel Bakal Hadir di Sidang Umum PBB

Belum Divaksin, Presiden Brasil Ngeyel Bakal Hadir di Sidang Umum PBB

Global
Misteri Al Naslaa, Batu yang Terbelah dengan Sempurna di Arab Saudi

Misteri Al Naslaa, Batu yang Terbelah dengan Sempurna di Arab Saudi

Global
Surat Wasiat Pangeran Philip Dirahasiakan Selama 90 Tahun, Ini Sebabnya...

Surat Wasiat Pangeran Philip Dirahasiakan Selama 90 Tahun, Ini Sebabnya...

Global
71 Persen Populasi China Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Penuh

71 Persen Populasi China Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Penuh

Global
Pemilu Kanada 2021: Profil Erin O'Toole, Pemula yang Berpeluang Kalahkan PM Justin Trudeau

Pemilu Kanada 2021: Profil Erin O'Toole, Pemula yang Berpeluang Kalahkan PM Justin Trudeau

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.