Kompas.com - 28/07/2021, 08:16 WIB
Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bertemu di Villa La Grange di Jenewa, Swiss pada Rabu (16/6/2021) DENIS BALIBOUSE/POOL PHOTO via APPresiden AS Joe Biden (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bertemu di Villa La Grange di Jenewa, Swiss pada Rabu (16/6/2021)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menuding Rusia berupaya mengganggu pemilu Kongres AS 2022.

Dalam pemilu 2022, 435 kursi di DPR AS dan 34 dari 100 kursi di Senat AS akan diperebutkan oleh masing-masing politikus.

Pemilu tersebut sedianya digelar pada 8 November 2022.

Baca juga: Biden Ancam Perang Betulan Jika AS Terus Jadi Target Serangan Siber

“Lihat apa yang sudah dilakukan Rusia pada pemilu 2022 dan misinformasinya,” kata Biden, Selasa (27/7/2021).

Dia mengatakan hal tersebut dalam perjalanan ke Kantor Direktur Intelijen Nasional di dekat Washington DC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini murni pelanggaran kedaulatan kami," sambung Biden sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Mantan Dokter Trump Yakin Biden Akan Mengundurkan Diri, Apa Alasannya?

Selain itu, Biden juga mengecam Presiden Rusia Vladimir Putin. Pemimpin AS berusia 78 tahun tersebut menyebut Putin memiliki masalah.

“Dia duduk di atas perekonomian yang memiliki senjata nuklir dan tidak ada yang lain," tutur Biden.

"Dia tahu dia dalam masalah nyata, yang membuatnya lebih berbahaya dalam pandangan saya,” imbuh mantan Wakil Presiden AS era kepemimpinan Barack Obama ini.

Selain itu, Biden juga menyatakan keprihatinannya tentang peningkatan serangan siber baru-baru ini, termasuk melalui ransomware.

Baca juga: Profil Pemimpin Dunia: Joe Biden Presiden AS

Dalam ransomware, para peretas mengenkripsi data korban dan kemudian meminta tebusan uang untuk memulihkan akses.

"Saya pikir kemungkinan besar kita akan berakhir, jika kita berakhir dalam perang - perang nyata dengan kekuatan besar - itu akan menjadi konsekuensi dari pelanggaran dunia maya," kata Biden.

Sebelumnya, Washington juga menuduh China telah melakukan peretasan besar-besaran pada Microsoft Exchange pada Maret.

Gedung Putih juga telah berulang kali meminta Rusia untuk mengambil tindakan terhadap serangan ransomware yang berasal dari dalam negeri.

Baca juga: Joe Biden Tegaskan Dukungan ke Afghanistan, Gelontorkan Bantuan Rp 1,4 Triliun


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.