Kompas.com - 28/07/2021, 07:24 WIB
Foto yang menunjukkan dua geng monyet berkelahi di kota Lop Buri, Thailand. FACEBOOK WISRUT SUWANPHAKFoto yang menunjukkan dua geng monyet berkelahi di kota Lop Buri, Thailand.

LOP BURI, KOMPAS.com – Kota Lop Buri, sebuah kota di timur laut Thailand, adalah rumah bagi ribuan monyet.

Monyet-monyet tersebut dipercaya membawa keberuntungan bagi warga sekitar sekaligus menjadi daya tarik wisata bagi para turis.

Bahkan di Lop Buri, setiap tahun diadakan Festival Monyet yang menjadi salah satu festival terbesar di Thailand.

Baca juga: Alami Krisis Makanan, Geng Monyet Serbu Jalanan di Thailand

Karena menjadi ikon pariwisata, perilaku monyet tersebut sudah sangat berubah. Pasalnya mereka selalu mengharapkan dapat makanan dari manusia, terutama turis.

Ketika perbatasan ditutup karena pandemi Covid-19, monyet-monyet itu dilaporkan menjadi ganas tanpa pasokan makanan dari manusia, terutama turis, seperti biasanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baru-baru ini, video yang merekam dua geng monyet berkelahi di jalan beredar di media sosial sebagaimana dilansir Mothership, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Cacar Monyet Muncul Lagi Setelah 18 Tahun, Kenali Gejala dan Bedanya dengan Cacar Air

Ratusan monyet berkelahi

Seorang pengguna Facebook, Wisrut Suwanphak, pada 25 Juli membagikan foto dan video sejumlah monyet yang berkelahi di Lop Buri.

Perkelahian yang terjadi di tengah jalan itu tampaknya melibatkan dua geng monyet. Menurut media lokal, penyebab konflik kemungkinan adalah makanan.

Di luar kedua geng monyet tersebut, beberapa ekor monyet terlihat duduk di atas gedung-gedung di dekatnya dan menyaksikan perkelahian itu sebagai penonton.

Perkelahian itu tampaknya menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Baca juga: Penyakit Langka Cacar Monyet Muncul Lagi Setelah 18 Tahun, Ini Gejalanya

Bukan kali pertama

Insiden tersebut rupanya bukanlah kali pertama. Pada 2020, dua geng monyet dilaporkan terlibat perkelahian di Lop Buri.

Sebelum ini, kedua geng monyet tersebut tertahan di wilayahnya masing-masing. Namun, karena pasokan makanan yang tidak mencukupi, mereka melanggar batas wilayah satu sama lain.

Akibat pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan menurun sehingga mengakibatkan monyet-monyet tersebut kekurangan makanan.

Para monyet di Lop Buri sangat tergantung pada makanan manusia, sehingga penurunan kunjungan wisatawan memengaruhi pasokan makanan mereka.

Baca juga: 9 Monyet Liar Mati Diduga Diracuni, Kejang-kejang Saat Sekarat


Sumber Mothership
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.