Biden Ancam Perang Betulan jika AS Terus Jadi Target Serangan Siber

Kompas.com - 28/07/2021, 05:47 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat berpidato di sesi kongres gabungan di Washington DC, pada 28 April 2021. POOL/MELINA MARA via XINHUAPresiden Amerika Serikat Joe Biden saat berpidato di sesi kongres gabungan di Washington DC, pada 28 April 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden AS Joe Biden memperingatkan, jika negaranya menjadi target serangan siber secara masif, perang sesungguhnya bisa saja pecah.

Komentar tersebut dilontarkan Biden menggarisbawahi pandangan Washington mengenai ancaman yang meningkat yang ditimbulkan oleh Rusia dan China.

Keamanan siber telah menjadi agenda utama pemerintahan Biden setelah serangkaian serangan siber tingkat tinggi menyerang sejumlah entitas penting di “Negeri Paman Sam”.

Baca juga: Mantan Dokter Trump Yakin Biden Akan Mengundurkan Diri, Apa Alasannya?

Sejumlah entitas tersebut contohnya adalah perusahaan manajemen jaringan SolarWinds, perusahaan Colonial Pipeline, perusahaan pemrosesan daging JBS, dan perusahaan perangkat lunak Kaseya.

Kerugian yang ditanggung negara akibat peretasan tersebut jauh melampaui kerugian perusahaan yang diretas tersebut sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (27/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa serangan siber tersebut bahkan memengaruhi pasokan bahan bakar dan makanan di beberapa wilayah AS.

"Saya pikir kemungkinan besar kita akan berakhir, jika kita berakhir dalam perang - perang nyata dengan kekuatan besar - itu akan menjadi konsekuensi dari pelanggaran dunia maya dengan konsekuensi besar dan meningkat secara eksponensial," kata Biden.

Baca juga: Profil Pemimpin Dunia: Joe Biden Presiden AS

Biden mengatakan hal tersebut dalam pidatonya yang berdurasi setengah jam saat mengunjungi Kantor Direktur Intelijen Nasional.

Ketika Biden bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 16 Juni, Dia membagikan daftar infrastruktur penting yang dianggap AS terlarang untuk menjadi target.

Sejak saat itu, anggota senior tim keamanan nasional pemerintahan Biden melakukan kontak terus-menerus dengan anggota senior kantor kepresidenan Rusia.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.