China Pasang Utusan Baru untuk Afghanistan, Niat Cegah Perang Saudara Lintas Perbatasan

Kompas.com - 27/07/2021, 13:30 WIB
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi berbicara dalam konferensi pers di Beijing pada 26 Februari 2020.
AFP/ROMAN PILIPEYMenteri Luar Negeri China, Wang Yi berbicara dalam konferensi pers di Beijing pada 26 Februari 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - China telah menunjuk utusan baru untuk menangani situasi di Afghanistan untuk menjalankan tiga poin rencana, demi mencegah perang saudara ketika ketidakstabilan tumbuh setelah penarikan militer AS di Afghanistan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengumumkan selama konferensi pers Rabu (21/7/2021) bahwa diplomat senior Yue Xiaoyong akan menggantikan Liu Jian, sebagai Utusan Khusus untuk Urusan Afghanistan.

Baca juga: Afghanistan Bantah Taliban Kuasai 90 Persen Perbatasan Negara

Liu dikatakan telah "berhasil menyelesaikan misinya." Zhao pun menegaskan bahwa Yue, yang sebelumnya menjabat sebagai duta besar China untuk Qatar, Yordania dan Irlandia, "akan menjalin hubungan kerja dengan rekan-rekan dari pihak terkait sesegera mungkin dan menjaga hubungan dekat, komunikasi dan koordinasi.”

"Masalah Afghanistan sekarang menjadi fokus perhatian masyarakat internasional," kata Zhao kepada wartawan.

China selama ini kata dia, secara aktif berpartisipasi dan mempromosikan proses perdamaian dan rekonsiliasi Afghanistan, dan sangat mementingkan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak terkait dan kerja sama internasional yang terkait dengan Afghanistan."

"China akan terus memainkan peran konstruktif dalam realisasi awal perdamaian dan stabilitas di Afghanistan," kata Zhao.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah itu tampaknya menandakan keinginan Beijing untuk memiliki andil dalam stabilitas dan masa depan Afghanistan di saat kerusuhan parah.

Baca juga: Dukung Afghanistan Lawan Taliban, AS Janji Terus Lancarkan Serangan Udara

Pemerintah Afghanistan dan gerakan Taliban saling tuding soal pemicu kekerasan di negara itu. Sementara Taliban terus meningkatkan bagian kendalinya dari distrik demi distrik dengan cepat.

Memperingatkan potensi konsekuensi regional, Menteri Luar Negeri China Wang Yi telah elakukan perjalanan ke Tajikistan, yang berbatasan dengan China dan Afghanistan, untuk membahas konflik tersebut.

Di sana, Wang mengidentifikasi daftar tiga poin dari "prioritas paling mendesak" di Afghanistan dalam komentar yang dirujuk ke Newsweek oleh kedutaan China di Washington.

Halaman:

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.