Biografi Tokoh Dunia: Xi Jinping, Langkah Pangeran yang Terbuang Menuju Puncak Kekuasaan China

Kompas.com - 27/07/2021, 11:01 WIB
Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato utama melalui video untuk upacara pembukaan Konferensi Tahunan Boao Forum for Asia (BFA), di Beijing pada hari Selasa, (20/4/2021). AP PHOTO/JU PENGPresiden China Xi Jinping menyampaikan pidato utama melalui video untuk upacara pembukaan Konferensi Tahunan Boao Forum for Asia (BFA), di Beijing pada hari Selasa, (20/4/2021).

KOMPAS.com - Xi Jinping adalah pemimpin tertinggi di Partai Komunis China dan Presiden Republik Rakyat China.

Sebagai anak dari seorang elite Partai Komunis China (PKC), masa depan Xi Jinping kecil yang semula terlihat “mudah” tiba-tiba berubah setelah ayahnya dilengserkan.

Namun masa-masa sulit di “pengasingan” justru menempanya. Dia berhasil kembali ke jajaran kekuasaan China secara bertahap dan terus naik. Pada 2013, Xi terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis, Ketua Komisi Militer dan Presiden Republik Rakyat China.

Meskipun ia mendapat kritik atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan peraturan ekonomi yang mengganggu, Xi juga melanjutkan kebangkitan negara itu sebagai negara adidaya global.

Nama dan filosofinya ditambahkan ke konstitusi partai pada 2017. Tahun berikutnya dia berhasil mendorong penghapusan batasan masa jabatan presiden.

Baca juga: Dalam Pembicaraan Tingkat Tinggi, China Tuduh AS Lakukan Penindasan

Pangeran terbuang

Xi Jinping lahir pada 15 Juni 1953, di Beijing, China, dari pasangan Xi Zhongxun dan Qi Xin. Dia memiliki dua kakak perempuan, Qiaoqiao dan An'an.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ayahnya berkedudukan baik di Partai Komunis China, dan merupakan kawan dari pendiri Komunis China, Mao Tse-tung.

Tak heran jika sejak awal Xi sudah dianggap sebagai “pangeran”, yang ditakdirkan untuk naik dalam pemerintahan karena status keluarganya.

Tapi, takdir Xi berubah ketika ayahnya dilengserkan dari kekuasaan pada 1962. Masa-masa sulit hidupnya pun dimulai.

Pada 1966, Mao meluncurkan Revolusi Kebudayaan. Gerakan sosial politik itu bertujuan melestarikan ideologi Komunis "sejati", dan membersihkan sisa-sisa masyarakat kapitalis.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insiden Penembakan oleh Seorang Tahanan yang Diyakini Selundupkan Senjata dengan Drone

Insiden Penembakan oleh Seorang Tahanan yang Diyakini Selundupkan Senjata dengan Drone

Global
Nur Sajat, Transgender Pengusaha Top Malaysia Ditangkap di Thailand

Nur Sajat, Transgender Pengusaha Top Malaysia Ditangkap di Thailand

Global
AS Tuding Hukuman 25 Tahun Penjara bagi Pahlawan Hotel Rwanda Tidak Adil

AS Tuding Hukuman 25 Tahun Penjara bagi Pahlawan Hotel Rwanda Tidak Adil

Global
NATO Terancam Melemah atas Kesepakatan Kapal Selam Amerika Serikat dan Australia

NATO Terancam Melemah atas Kesepakatan Kapal Selam Amerika Serikat dan Australia

Global
Pahlawan Hotel Rwanda Dipenjara 25 Tahun karena Terorisme

Pahlawan Hotel Rwanda Dipenjara 25 Tahun karena Terorisme

Global
POPULER GLOBAL: Misteri Hilangnya Selebgram Gabby Petito Heboh di AS | Dugaan Penyebab Muncul Rambut di Kuburan Tua 100 Tahun

POPULER GLOBAL: Misteri Hilangnya Selebgram Gabby Petito Heboh di AS | Dugaan Penyebab Muncul Rambut di Kuburan Tua 100 Tahun

Global
6 Eksperimen Ilmiah Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia

6 Eksperimen Ilmiah Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia

Internasional
Kota di Belgia Namai Jalannya dari Pekerja Seks Nigeria, Seperti Apa Kisahnya?

Kota di Belgia Namai Jalannya dari Pekerja Seks Nigeria, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelaku Penembakan Kampus Rusia yang Tewaskan 6 Orang Bermimpi Bunuh Banyak Orang

Pelaku Penembakan Kampus Rusia yang Tewaskan 6 Orang Bermimpi Bunuh Banyak Orang

Global
Taliban Janji Murid Putri SMP Bisa Kembali ke Sekolah, asalkan...

Taliban Janji Murid Putri SMP Bisa Kembali ke Sekolah, asalkan...

Global
Gunung di Pulau La Palma Spanyol Meletus, 5.000 Warga Mengungsi

Gunung di Pulau La Palma Spanyol Meletus, 5.000 Warga Mengungsi

Global
Perancis 'Ngambek' Kontrak Kapal Selam Dibatalkan Sepihak, Ini Kata Australia

Perancis "Ngambek" Kontrak Kapal Selam Dibatalkan Sepihak, Ini Kata Australia

Global
Vietnam Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Kuba

Vietnam Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Kuba

Global
Gara-gara Kembarannya Dukun Gadungan, Pria Ini 9 Tahun Jadi Korban Salah Tangkap oleh Polisi

Gara-gara Kembarannya Dukun Gadungan, Pria Ini 9 Tahun Jadi Korban Salah Tangkap oleh Polisi

Global
Kisah Brenda Spencer, Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang karena Benci Hari Senin

Kisah Brenda Spencer, Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang karena Benci Hari Senin

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.