Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Kompas.com - 26/07/2021, 18:20 WIB
Ilustrasi: warung makan KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESIlustrasi: warung makan

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, batas waktu makan saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan Indonesia, bukan hal baru di luar negeri.

Batas waktu makan di luar selama 20 menit ini adalah salah satu aturan terbaru saat PPKM level 4 diperpanjang.

Menurut Tito, waktu 20 menit cukup bagi seseorang makan di warung atau tempat sejenis. Aturan itu dibuat untuk mencegah terjadinya penumpukan orang.

Baca juga: Mendagri Minta Satpol PP dan TNI-Polri Awasi Aturan Makan 20 Menit

Tak hanya waktu yang dibatasi, masyarakat yang berada di tempat makan juga diminta untuk tidak mengobrol lama atau tertawa keras.

Sebab, aktivitas-aktivitas tersebut akan menyebabkan droplet atau aerosol bertebaran, sehingga rawan menularkan virus corona.

"Mungkin kedengaran lucu, tapi di luar negeri, di beberapa negara lain sudah lama diberlakukan itu," ucap Tito dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantas negara mana saja yang sudah menerapkan batas waktu makan di luar saat pandemi Covid-19? Berikut lima contoh yang dirangkum Kompas.com.

Baca juga: Aturan Makan 20 Menit, Mendagri: Upayakan Tak Mengobrol...

1. Amerika Serikat (90 menit)

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Warga "Negeri Paman Sam" boleh menyantap langsung hidangan di restoran mulai musim semi tahun ini dengan batas waktu makan 90 menit.

Aturan itu menyesuaikan anjuran Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC).

Dari sisi keamanan tujuannya adalah mengurangi kerumunan dan menjaga jarak antarorang, sedangkan dari sisi bisnis membuat restoran bisa melayani lebih banyak konsumen.

Dengan batas waktu makan, sirkulasi pengunjung bisa lebih cepat karena normalnya orang makan di luar bisa sampai berjam-jam.

2. Australia (90 menit)

Sama seperti AS, Australia juga menerapkan batasan waktu 1,5 jam bagi warganya yang makan langsung di restoran.

ABC News pada 16 Mei 2020 mewartakan, pada awal pandemi Covid-19 "Negeri Kanguru" turut membatasi kuota orang di dalam restoran menjadi maksimal 10.

Sejumlah restoran lalu beradaptasi dengan aturan ini, salah satunya One Ford Street milik Fabio Dore.

Rumah makannya membuat dua kloter makan malam untuk jam 17.00 dan 19.00 waktu setempat.

One Ford Street juga yang menetapkan tarif minimum yaitu 150 dollar Australia (Rp 1,6 juta) per pengunjung.

Baca juga: Makan di Warung Maksimal 20 Menit, Wali Kota Bekasi: 10 Menit Juga Selesai

3. Irlandia (105 menit)

Ilustrasi restoran era new normalShutterstock/vichie81 Ilustrasi restoran era new normal
Juli ini Pemerintah Irlandia mengizinkan warga yang sudah divaksinasi makan langsung di restoran tanpa batas waktu.

Sebelumnya waktu makan di tempat dibatasi selama 105 menit (1 jam 45 menit), menurut laporan Irish Times.

Restoran juga wajib menjaga jarak antarmeja 1 meter dan harus tutup paling lambat pukul 23.30 waktu setempat.

4. Inggris (105 menit)

Sama seperti Irlandia, Inggris juga membatasi waktu makan/minum di dalam restoran, pub, dan bar selama 105 menit.

Jarak tiap meja dipisah 1 meter, dan dalam satu booking maksimal 6 orang baik di dalam maupun luar ruangan, dilansir dari The Times.

5. Taiwan (1 jam)

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Shih-chung Chen.TAIPEI ECONOMIC AND TRADE OFFICE (TETO) Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Shih-chung Chen.
Sementara itu di Asia, Taiwan menetapkan batas waktu 1 jam bagi warganya yang makan di luar, baik itu restoran, pasar tradisional, pasar malam, department store, food court, atau tempat makan lainnya.

Melansir Taiwan News pada Kamis (8/7/2021), aturan ini mulai berlaku saat tempat makan umum dibuka lagi per 13 Juli.

Pengelola tempat makan harus memakai nama asli sesuai yang didaftarkan, dan menjaga jarak konsumen agar tidak berkerumun.

Aturan dibuat berdasarkan rekomendasi CECC (Central Epidemic Command Center) saat pelonggaran dari tingkat waspada Level 3 diberlakukan.

Menteri Kesehatan Taiwan sekaligus kepala CECC, Chen Shih-chung, memperingatkan bahwa tempat makan yang melanggar aturan akan dilarang membuka layanan dine in (makan di tempatI, dan harus balik ke sistem take-away (bawa pulang) lagi.

Baca juga: Jamur Hitam di India: Ribuan Orang Meninggal, Kasusnya Sudah Ada di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerabat 10 Korban Tewas akibat AS Salah Tembak Mengira ISIS-K, Ditawari Kompensasi

Kerabat 10 Korban Tewas akibat AS Salah Tembak Mengira ISIS-K, Ditawari Kompensasi

Global
Berjasa Mempererat Hubungan Indonesia-Jepang, 6 Orang Ini Dapat Penghargaan dari Kedubes Jepang

Berjasa Mempererat Hubungan Indonesia-Jepang, 6 Orang Ini Dapat Penghargaan dari Kedubes Jepang

Global
3 Astronot China Mendarat di Stasiun Luar Angkasa untuk Misi Terlama

3 Astronot China Mendarat di Stasiun Luar Angkasa untuk Misi Terlama

Global
Inggris Nyatakan Penusukan David Amess sebagai Insiden Teroris

Inggris Nyatakan Penusukan David Amess sebagai Insiden Teroris

Global
Seorang Suami Bunuh Istri dengan Ular Kobra yang Sangat Kelaparan untuk Kuasai Harta

Seorang Suami Bunuh Istri dengan Ular Kobra yang Sangat Kelaparan untuk Kuasai Harta

Global
16 Oktober 1923: Walt Disney Company Berdiri

16 Oktober 1923: Walt Disney Company Berdiri

Internasional
Kondisi Mantan Presiden AS Bill Clinton Membaik, tapi Masih di RS

Kondisi Mantan Presiden AS Bill Clinton Membaik, tapi Masih di RS

Global
Siapa David Amess, Anggota Parlemen Inggris yang Tewas Ditusuk?

Siapa David Amess, Anggota Parlemen Inggris yang Tewas Ditusuk?

Global
Para Guru di Inggris Khawatir Bocah-bocah SD Peragakan Adegan Kekerasan Film Squid Game

Para Guru di Inggris Khawatir Bocah-bocah SD Peragakan Adegan Kekerasan Film Squid Game

Global
POPULER GLOBAL: China Tak Perlu Perang Rebut Taiwan | David Amess Tewas Ditusuk

POPULER GLOBAL: China Tak Perlu Perang Rebut Taiwan | David Amess Tewas Ditusuk

Global
Seorang Polisi Inggris Dipecat karena Tidak Jujur Bayar Camilan di Kantin Amal

Seorang Polisi Inggris Dipecat karena Tidak Jujur Bayar Camilan di Kantin Amal

Global
Penelitian: Iklim di Amazon pada 2500 Diramalkan Berubah Jadi Tandus

Penelitian: Iklim di Amazon pada 2500 Diramalkan Berubah Jadi Tandus

Global
Anggota Parlemen Inggris David Amess Tewas Ditusuk Saat Acara

Anggota Parlemen Inggris David Amess Tewas Ditusuk Saat Acara

Global
Dapat 6.000 Tanda Tangan, Petisi Orang Belum Divaksin Boleh Masuk Mal Singapura Hilang

Dapat 6.000 Tanda Tangan, Petisi Orang Belum Divaksin Boleh Masuk Mal Singapura Hilang

Global
Putin: 2.000 Anggota ISIS Berkumpul di Afghanistan Utara, Akan Menyamar Jadi Pengungsi

Putin: 2.000 Anggota ISIS Berkumpul di Afghanistan Utara, Akan Menyamar Jadi Pengungsi

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.