Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anthony Fauci: AS Menuju Arah yang Salah dalam Pandemi Ini

Kompas.com - 26/07/2021, 06:31 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Pakar penyakit menular asal Amerika Serikat (AS) Anthony Fauci memperingatkan bahwa AS menuju arah yang salah dalam pandemi ini.

Pasalnya, kasus Covid-19 di antara orang-orang yang tidak divaksinasi di “Negeri Paman Sam” melonjak tajam di seluruh penjuru negeri sebagaimana dilansir New York Post, Minggu (25/7/2021).

Saat ditanya mengani prediksi bahwa AS dapat mengalami 4.000 kematian dalam sehari jika tingkat vaksinasi tidak membaik, Fauci menjawab bahwa kemungkinan terburuk itu mungkin saja tidak terjadi.

Baca juga: AstraZeneca Akan Produksi Lebih Banyak Vaksin Covid-19 untuk Asia Tenggara

“Saya tidak begitu yakin itu akan menjadi skenario terburuk, tetapi itu tidak akan baik. Kita menuju ke arah yang salah," kata Fauci di "State of Union" CNN.

Fauci mengatakan, AS sebenarnya memilik kuasa untuk mencegah skenario terburuk dalam prediksi itu terjadi, terutama dengan menggalakkan upaya vaksinasi.

“50 persen (populasi) negara belum sepenuhnya divaksinasi. Itu jadi masalah, apalagi kalau ada varian seperti Delta yang punya karakteristik luar biasa bisa menyebar dengan sangat efisien dan sangat mudah dari orang ke orang,” ujar Fauci.

Baca juga: Ejek Vaksin Covid-19, Pria Ini Meninggal karena Virus Corona

“Jika kita tidak memvaksinasi orang-orang, model akan memprediksi bahwa kita akan berada dalam masalah karena kita terus mendapatkan lebih banyak kasus,” lanjutnya.

Pakar penyakit menular top AS itu juga ditanya apakah pejabat kesehatan akan merevisi pedoman masker untuk rakyat AS yang sudah divaksinasi.

“Ini sedang menjadi pertimbangan,” jawab Fauci. Dia menambahkan bahwa kewajiban pemakaian masker juga tergantung pada otoritas lokal.

Baca juga: Ahli: Jarak 8 Minggu Antar-dosis Vaksin Pfizer Beri Kekebalan Terbaik Lawan Covid-19

“Jika Anda melihat apa yang terjadi secara lokal seperti LA County, pejabat lokal memiliki kebijaksanaan dan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS) setuju dengan kebijaksanaan itu,” ujar Fauci.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rata-rata kasus Covid-19 tujuh harian di AS naik 53 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Saat ini, sekitar 99,5 persen kematian akibat Covid-19 dan 97 persen pasien rawat inap adalah mereka yang tidak divaksinasi.

Baca juga: Perusahaan Israel Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Oral Pertama di Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ukraina Dapat Tank Barat, Rusia Siap Kerahkan Robot Tempur

Ukraina Dapat Tank Barat, Rusia Siap Kerahkan Robot Tempur

Global
Cara Andrew Tate Dekati Perempuan Lewat Media Sosial Diungkap

Cara Andrew Tate Dekati Perempuan Lewat Media Sosial Diungkap

Global
Heboh Balon Mata-mata China Terbang di Langit AS, Ini Sejarah Penggunaan dan Kelebihannya

Heboh Balon Mata-mata China Terbang di Langit AS, Ini Sejarah Penggunaan dan Kelebihannya

Global
Polisi AS Tembak Mati Pria Saat Bersihkan Rumah Mendiang Neneknya

Polisi AS Tembak Mati Pria Saat Bersihkan Rumah Mendiang Neneknya

Global
Kawasan Utara Indonesia Berisiko Kian Bergejolak Usai Filipina Perluas Akses Militer AS

Kawasan Utara Indonesia Berisiko Kian Bergejolak Usai Filipina Perluas Akses Militer AS

Global
'Wajah Beruang' Tertangkap Kamera Berada di Mars, Ini Penjelasannya

"Wajah Beruang" Tertangkap Kamera Berada di Mars, Ini Penjelasannya

Global
CIA: Ambisi Xi Jinpng terhadap Taiwan Tak Boleh Diremehkan, Siap Luncurkan Invasi pada 2027

CIA: Ambisi Xi Jinpng terhadap Taiwan Tak Boleh Diremehkan, Siap Luncurkan Invasi pada 2027

Global
Rangkuman Hari Ke-344 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ingatkan Keanggotaan UE, Putin Akui Terancam Tank Jerman

Rangkuman Hari Ke-344 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Ingatkan Keanggotaan UE, Putin Akui Terancam Tank Jerman

Global
Balon Mata-mata China Terlacak Terbang di Langit AS, Pentagon Pertimbangkan Tembak

Balon Mata-mata China Terlacak Terbang di Langit AS, Pentagon Pertimbangkan Tembak

Global
Terungkap, Pengebom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Kenakan Seragam Polisi

Terungkap, Pengebom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Kenakan Seragam Polisi

Global
Hong Kong Rayu Wisatawan dengan 500.000 Tiket Pesawat Gratis dan Voucer

Hong Kong Rayu Wisatawan dengan 500.000 Tiket Pesawat Gratis dan Voucer

Global
[POPULER GLOBAL] Bayi Ditinggal di Bandara | Rencana Serangan Besar Rusia

[POPULER GLOBAL] Bayi Ditinggal di Bandara | Rencana Serangan Besar Rusia

Global
Tentara Bayaran Grup Wagner: Dituduh Penjahat Perang, tapi Dianggap Pahlawan oleh Rusia

Tentara Bayaran Grup Wagner: Dituduh Penjahat Perang, tapi Dianggap Pahlawan oleh Rusia

Global
Beli Pemain Habis Rp 5,3 Triliun, Belanja Chelsea Lebih Besar daripada PDB 5 Negara Ini

Beli Pemain Habis Rp 5,3 Triliun, Belanja Chelsea Lebih Besar daripada PDB 5 Negara Ini

Global
Erdogan Tak Mau Swedia Gabung NATO Jika Izinkan Pembakaran Al-Qur'an

Erdogan Tak Mau Swedia Gabung NATO Jika Izinkan Pembakaran Al-Qur'an

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+