Menunggu Jadwal Hukuman Mati, Pembunuh Berantai Ini Meninggal di Rumah Sakit

Kompas.com - 25/07/2021, 18:35 WIB
Dalam foto bertanggal 7 Januari 2013, nampak pembunuh berantai Rodney Alcala dibawa keluar dari Pengadilan New York, Amerika Serikat (AS). Alcala dijatuhi hukuman mati hingga 25 tahun penjara setelah terbukti membunuh empat perempuan dan seorang remaja 12 tahun di New York dan California. AP PHOTO/POOL THE DAILY NEWS/David HandschuhDalam foto bertanggal 7 Januari 2013, nampak pembunuh berantai Rodney Alcala dibawa keluar dari Pengadilan New York, Amerika Serikat (AS). Alcala dijatuhi hukuman mati hingga 25 tahun penjara setelah terbukti membunuh empat perempuan dan seorang remaja 12 tahun di New York dan California.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pembunuh berantai AS yang tengah menunggu jadwal hukuman mati dilaporkan meninggal di rumah sakit.

Rodney Alcala dinyatakan mengembuskan napas terakhir atas sebab alami, demikian keterangan pejabat setempat.

Alcala meninggal dalam usia 77 tahun di sebuah rumah sakit dekat Penjara Corcoran, California, Sabtu dini hari waktu setempat (24/7/2021).

Baca juga: [Biografi Tokoh Dunia] Penjahat Seksual dan Pembunuh Berantai, Jeffrey Dahmer

Dikenal sebagai "Dating Game Killer" setelah berpartisipasi dalam sebuah acara TV di AS, Alcala diputus bersalah pada 2010.

Selain pembunuhan di California, si pembunuh berantai juga diputus bersalah karena membunuh dua perempuan di New York.

Rodney Alcala pertama dijatuhi hukuman mati di Orange County pada 1980 karena membunuh Robin Samsoe, remaja 12 tahun di Los Angeles setahun sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun oleh Mahkamah Agung California, vonis mati Alcala dianulir dan dia pun mendapatkan upaya persidangan baru.

Dia mendapatkan vonis yang sama di persidangan kedua. Tetapi lagi-lagi hukuman tersebut dibatalkan pada 2003.

Saat dianulir itulah, penyidik menemukan bukti forensik yang menghubungkan Alcala dengan pembunuhan lainnya di California.

Baca juga: Pembunuh Berantai di Kulon Progo Tempati Sel Isolasi dan Diawasi Ketat

Di sidang 2010, Alcala diputus bersalah karena membunuh Samsoe dan empat wanita berusia 18-32 tahun dalam periode 1977-1979.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biografi Igor Sikorsky, Bapak Helikopter Perancang Pesawat Terbang Penakluk Laut

Biografi Igor Sikorsky, Bapak Helikopter Perancang Pesawat Terbang Penakluk Laut

Internasional
10 Tokoh Presiden AS Terburuk Sepanjang Sejarah

10 Tokoh Presiden AS Terburuk Sepanjang Sejarah

Internasional
Presiden Perancis Dilempar Telur Saat Sapa Kerumunan Warga

Presiden Perancis Dilempar Telur Saat Sapa Kerumunan Warga

Global
Taliban Desak Maskapai Internasional Lanjutkan Operasi di Afghanistan

Taliban Desak Maskapai Internasional Lanjutkan Operasi di Afghanistan

Global
Kepemilikan Asing Brisbane Roar Bermasalah, Nama Joko Driyono dan Bakrie Dicatut

Kepemilikan Asing Brisbane Roar Bermasalah, Nama Joko Driyono dan Bakrie Dicatut

Global
Anak Satu Tahun Idap Penyakit Langka yang Akan Ubah Tubuhnya Jadi 'Batu', Orangtua Mati-matian Cari Dana Penelitian

Anak Satu Tahun Idap Penyakit Langka yang Akan Ubah Tubuhnya Jadi "Batu", Orangtua Mati-matian Cari Dana Penelitian

Global
Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Global
Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Global
CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

Global
WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

Global
Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Global
Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Global
Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Global
Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga 'Panic Buying'

Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga "Panic Buying"

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.