Kompas.com - 25/07/2021, 16:51 WIB
Seorang pengunjuk rasa, tengah, ditangkap oleh polisi dalam demonstrasi di Balai Kota Sydney selama demonstrasi anti-lockdown 'World Wide Rally For Freedom' di Sydney, Sabtu, 24 Juli 2021. AP PHOTO/MICK TSIKASSeorang pengunjuk rasa, tengah, ditangkap oleh polisi dalam demonstrasi di Balai Kota Sydney selama demonstrasi anti-lockdown 'World Wide Rally For Freedom' di Sydney, Sabtu, 24 Juli 2021.

SYDNEY, KOMPAS.com - Polisi Australia mencari ribuan demonstran yang menghadiri protes lockdown Covid-19 di Sydney dan kota-kota besar lainnya.

Setidaknya 3.500 pengunjuk rasa berkumpul di Central Business District Sydney Sabtu (24/7/2021) sore, untuk memprotes perintah penguncian pemerintah dan mandat masker.

Banyak dari demonstran membawa bendera dan tanda nasional Australia menyerukan "kebebasan" dan "kebenaran."

Baca juga: Demo Massa Anti-lockdown Padati Sejumlah Kota di Australia Saat Kasus Covid-19 Melonjak Lagi

Demonstrasi sempat memunculkan kekerasan, dengan pengunjuk rasa melemparkan botol, pot tanaman, hingga mengecat petugas polisi.

Dalam gambar dramatis yang dibagikan secara online, seorang pengunjuk rasa terlihat meninju kuda polisi, menurut The Sydney Morning Herald.

Hingga Sabtu (24/7/2021) malam, polisi telah menangkap dan mendakwa 57 orang serta mengeluarkan 90 denda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menteri Kepolisian New South Wales (NSW) David Elliott mengatakan 22 detektif kini telah ditugaskan untuk melacak sisa "orang bodoh yang sangat egois" yang menghadiri demonstrasi tersebut.

"Saya berharap kami mengeluarkan 3.500 pemberitahuan pelanggaran, saya berharap kami memiliki “orang bodoh yang sangat egois” ini sebelum pengadilan," kata Elliott, lapor Herald.

"Kalau tidak mau dikurung, patuhi aturan!" tegasnya melansir Newsweek.

Wakil Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon menambahkan bahwa tindakan para pengunjuk rasa "benar-benar memalukan," di tengah laporan bahwa varian Delta coronavirus melonjak di seluruh negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.