AstraZeneca Akan Produksi Lebih Banyak Vaksin Covid-19 untuk Asia Tenggara

Kompas.com - 25/07/2021, 16:50 WIB
Ilustrasi vaksin AstraZeneca Shutterstock/Dimitris BarletisIlustrasi vaksin AstraZeneca

BANGKOK, KOMPAS.com - AstraZeneca pada Sabtu (24/7/2021) mengatakan, mereka sedang mencari cara untuk memproduksi lebih banyak vaksin Covid-19 bagi Asia Tenggara, yang sedang dilanda lonjakan kasus virus corona.

Rencana AstraZeneca dikemukakan di tengah kurangnya pasokan vaksin virus corona mereka untuk Thailand, sehingga memicu kritik keras terhadap pemerintahan Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha.

Perusahaan Inggris-Swedia itu memiliki pabrik vaksin corona di Thailand untuk pasokan di dalam negeri serta ekspor ke negara-negara tetangga.

Baca juga: Thailand Bakal Campur Vaksin Sinovac dengan AstraZeneca, Ini Alasannya

Berdasarkan ketentuan perjanjian AstraZeneca dengan otoritas Thailand yang dikutip AFP, 180 juta dosis vaksin Covid-19 akan diproduksi, yang sepertiganya untuk Thailand dan sisanya diekspor.

Pada akhir Juli AstraZeneca akan membuat 11,3 juta dosis untuk Thailand, menurut James Teague perwakilan AstraZeneca di negara tersebut.

Ekspor masih belum dimulai, padahal Asia Tenggara sedang menghadapi lonjakan kasus Covid-19 sangat tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sedang mengirim secepatnya, mengingat penyebaran varian Delta, kami berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat pasokan lebih banyak lagi," kata Teague dalam surat terbuka kepada rakyat Thailand.

"Kami juga menelusuri 20+ rantai pasokan di jaringan manufaktur kami di seluruh dunia untuk mendapatkan vaksin tambahan bagi Asia Tenggara, termasuk Thailand," lanjutnya dikutip dari AFP.

Baca juga: Di Thailand Peluncuran Vaksin Covid-19 Lambat, Pengunjuk Rasa Tuntut Pemerintah Turun Jabatan

Ilustrasi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 dihentikan sementara oleh Kemenkes dan BPOM, baik distribusi maupun penggunaannya. SHUTTERSTOCK/Elzbieta Krzysztof Ilustrasi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 dihentikan sementara oleh Kemenkes dan BPOM, baik distribusi maupun penggunaannya.
Akan tetapi kegentingan pasokan global untuk vaksin Covid-19 dan kekurangan bahan yang diperlukan untuk membuatnya, sulit menetapkan jangka waktu tertentu, tambahnya.

Kontrak AstraZeneca diberikan tahun lalu kepada Siam Bioscience, perusahaan milik Raja Maha Vajiralongkorn yang tidak memiliki rekam jejak memproduksi vaksin.

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.