Kompas.com - 24/07/2021, 15:26 WIB
Reaksi pemain Inggris saat adu penalti di penghujung pertandingan final Euro 2020 antara Inggris dan Italia di stadion Wembley, London, Minggu, 11 Juli 2021. Italia mengalahkan Inggris 3-2 dalam adu penalti setelah pertandingan berakhir di hasil imbang 1-1. CARL RECINE/POOL PHOTO VIA APReaksi pemain Inggris saat adu penalti di penghujung pertandingan final Euro 2020 antara Inggris dan Italia di stadion Wembley, London, Minggu, 11 Juli 2021. Italia mengalahkan Inggris 3-2 dalam adu penalti setelah pertandingan berakhir di hasil imbang 1-1.

LONDON, KOMPAS.com - Kejuaraan sepak bola Eropa dan perjalanan Inggris ke final, membantu penjualan ritel meningkat 0,5 pada pada bulan
Juni.

Dilansir Guardian, kenaikan penjualan makanan dan minuman bulan lalu, yang oleh banyak pengecer dianggap karena pengaruh Euro, mengimbangi penurunan penjualan barang-barang rumah tangga dan furnitur.

Data resmi menyebut, supermarket dan pengecer kelas atas lainnya melaporkan peningkatan 4,2 persen dalam penjualan makanan dan minuman.

Sementara penjualan barang-barang rumah tangga, pakaian, dan furnitur turun 1,7 persen.

Baca juga: Setelah Liverpool, Inggris Terancam Kehilangan Status Warisan Dunia Lainnya

Pembukaan ekonomi Inggris, yang membuat orang bisa bepergian lebih jauh, terutama dengan mobil, juga pengaruhi penjualan bensin dan solar,
yang naik 2,3 persen.

Sejak pandemi dimulai dan lockdown pertama, penjualan ritel memang alami penurunan. Saat ini, sektor ini telah pulih hingga 9 persen di atas level pra-pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah penurunan 1,3 persen dalam penjualan di seluruh sektor ritel pada bulan Mei, analis mengatakan, Juni diharap bisa menandai awal dari peningkatan penjualan yang lebih konsisten.

Pada Mei, memang ada peralihan dari belanja eceran ke makan di restoran karena aturan lockdown dilonggarkan dan lebih banyak orang beraktivitas di luar ruangan.

Tetapi, banyaknya toko yang terpaksa tutup dalam beberapa pekan terakhir karena ada staf yang isolasi mandiri, juga karena kekurangan stok, membuat para analis memperingatkan bahwa peningkatan itu bisa berumur pendek.

Baca juga: Skandal Marguerite: PSK Simpanan Pangeran Inggris, Pemeras Pria Kaya, dan Pembunuh Suaminya

Aled Patchett, kepala ritel dan barang konsumen di Lloyds Bank, mengatakan bahwa pengecer berharap Juni bisa menandai awal dari perubahan haluan yang mereka harapkan.

Halaman:

Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.