Staf KBRI Pyongyang Ramai-ramai Tinggalkan Korea Utara lewat China, Ada Apa?

Kompas.com - 24/07/2021, 14:53 WIB
Duta Besar RI untuk Korea Utara Berlian Napitupulu bersama para staf KBRI Pyongyang (28/10/2020). ANTARA/HO-KBRI PYONGYANGDuta Besar RI untuk Korea Utara Berlian Napitupulu bersama para staf KBRI Pyongyang (28/10/2020).

BEIJING, KOMPAS.com – Sedikitnya 15 staf Kedutaan Besar RI (KBRI) Pyongyang, termasuk duta besar, meninggalkan Korea Utara (Korut) melalui China pada Jumat (23/7/2021).

Mereka tiba di Dandong, Provinsi Liaoning, China, yang terpisahkan oleh sungai dengan wilayah Korut, Jumat.

Baca juga: Korea Utara Dilanda Cuaca Panas hingga 35 Celcius, Peringatan Bahaya Dikeluarkan

Selanjutnya mereka akan menjalani karantina selama 14 hari di China sebelum bertolak menuju Indonesia sebagaimana dilansir Antara.

Salah satu staf kedutaan Bulgaria di Korut juga ikut dalam rombongan KBRI Pyongyang yang meninggalkan negara tersebut menuju China lewat jalur darat.

NK News melaporkan, kepergian rombongan tersebut semakin mengurangi jumlah orang asing yang tinggal di ibu kota Korut tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pakai Bahasa Gaul Korea Selatan di Korea Utara Kini Bisa Dihukum Penjara hingga Eksekusi

Diberitakan Antara, Kementerian Luar Negeri RI memutuskan untuk memulangkan duta besar dan diplomatnya dari Korut untuk sementara waktu.

Keputusan tersebut diambil sebagai respons lockdown wilayah yang diberlakukan negara itu berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Sejak akhir 2020, rupanya Korut sudah mempersilakan perwakilan asing untuk sementara waktu memindahkan atau memulangkan staf diplomatik atau organisasi internasional dari negara tersebut.

Baca juga: Setia kepada Kim Jong Un, Band Korea Utara Ini Hidup Mewah

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kemenlu RI Teuku Faizasyah pada Kamis (22/7/2021) di Jakarta.

"Imbauan ini diberikan mengingat pemerintah Korea Utara telah melakukan lockdown dengan menutup akses lalu lintas orang dan barang,” kata Faizasyah.

“Kebijakan ini diberlakukan oleh pemerintah Korea Utara sejak awal pandemi hingga batas waktu yang belum ditentukan," sambung Faizasyah.

Baca juga: Kim Jong Un “Bersantai” di Kapal Mewahnya saat Rakyat Korea Utara Kelaparan


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Global
Seorang Wanita Potong Penis Suami Gara-gara Alami Kekerasan Rumah Tangga

Seorang Wanita Potong Penis Suami Gara-gara Alami Kekerasan Rumah Tangga

Global
Maut di Bandara Tenerife 1977, Tabrakan Pesawat Korbankan Ratusan Nyawa

Maut di Bandara Tenerife 1977, Tabrakan Pesawat Korbankan Ratusan Nyawa

Global
Hanyut di Laut Setelah Kapal Karam, Ibu Selamatkan Anak-anaknya dengan Menyusui hingga Meninggal

Hanyut di Laut Setelah Kapal Karam, Ibu Selamatkan Anak-anaknya dengan Menyusui hingga Meninggal

Global
Petaka di Udara: 4 Kecelakan Pesawat Terbesar Sepanjang Masa

Petaka di Udara: 4 Kecelakan Pesawat Terbesar Sepanjang Masa

Global
Profil James Marape, Perdana Menteri Papua Nugini

Profil James Marape, Perdana Menteri Papua Nugini

Global
Mansa Musa I dari Kekaisaran Mali, Kaisar Terkaya dalam Sejarah Peradaban Manusia

Mansa Musa I dari Kekaisaran Mali, Kaisar Terkaya dalam Sejarah Peradaban Manusia

Internasional
Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Melarikan Diri dengan Burka Lintasi Perbatasan ke Pakistan

Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Melarikan Diri dengan Burka Lintasi Perbatasan ke Pakistan

Global
Judas Cradle, Metode Penyiksaan dengan Kursi Piramid, Seperti Apa Itu?

Judas Cradle, Metode Penyiksaan dengan Kursi Piramid, Seperti Apa Itu?

Global
Kisah Tentara AS yang Berduka Jelang Eksekusi Saddam Hussein pada 2006

Kisah Tentara AS yang Berduka Jelang Eksekusi Saddam Hussein pada 2006

Global
Merampok Bank, Diunggah ke YouTube: Kisah Sensasional Hannah Sabata

Merampok Bank, Diunggah ke YouTube: Kisah Sensasional Hannah Sabata

Global
Fakta Tak Terduga Hitler, Bercita-cita jadi Imam hingga Nominasi Nobel

Fakta Tak Terduga Hitler, Bercita-cita jadi Imam hingga Nominasi Nobel

Global
Gliese 1214 b, Planet Kaya Air tapi Tak Bisa Ditinggali, Mengapa?

Gliese 1214 b, Planet Kaya Air tapi Tak Bisa Ditinggali, Mengapa?

Global
Taliban Sita Rp 176 Miliar Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Taliban Sita Rp 176 Miliar Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Global
Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.