UNICEF: Sistem Pasokan Air Masyarakat Lebanon Terancam Hancur Total

Kompas.com - 24/07/2021, 09:00 WIB
Demonstran melambaikan bendera Lebanon dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintah di jalan raya Jal el-Dib, pada 21 Oktober 2019. REUTERS/MOHAMED AZAKIRDemonstran melambaikan bendera Lebanon dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintah di jalan raya Jal el-Dib, pada 21 Oktober 2019.

BEIRUT, KOMPAS.com - Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengatakan bahwa sistem pasokan air di Lebanon di ambang kehancuran total, yang akan membuat negara itu jatuh dalam kekacauan.

Lebih dari 71 persen populasi negara atau lebih dari 4 juta termasuk 1 juta pengungsi, berisiko kehilangan akses air bersih, menurut laporan UNICEF pada Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Balas Serangan Roket, Israel Bombardir Lebanon

Pompa air diperkirakan secara bertahap berhenti di seluruh negeri pada 4 hingga 6 pekan ke depan, karena kekurangan dana, bahan bakar, dan kekuarangan pasokan klorin serta suku cadang.

Melansir CNN pada Jumat (23/7/2021), kekurangan bahan bakar yang merajalela dalam beberapa pekan terakhir telah membuat sebagian besar ekonomi Lebanon terhenti.

Baca juga: Harga Daging Meroket, Warga Lebanon Jadi Vegan

"Hilangnya akses ke pasokan air publik dapat memaksa rumah tangga untuk membuat keputusan yang sangat sulit mengenai kebutuhan dasar air, sanitasi, dan kebersihan mereka," kata Yukie Mokuo, perwakilan UNICEF di Lebanon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebanon terperosok dalam krisis keuangan dan politik, yang mana Bank Dunia menggambarkan itu sebagai satu dari tiga bencana ekonomi yang terjadi sejak pertengahan abad ke-19.

GDP per kapita telah memiliki menurun sekitar 40 persen dan lebih dari 50 persen populasi terjerumus di bawah garis kemiskinan.

Baca juga: Israel Luncurkan Serangan Artileri ke Lebanon untuk Balas Hezbollah Pendukung Palestina

"Penyusutan brutal dan cepat seperti ini dikaitkan dengan konflik atau perang," ujar Bank Dunia dalam laporannya pada Juni 2021.

Pada musim gugur 2020, Bank Dunia menjuluki krisis keuangan Lebanon sebagai "depresi yang disengaja". Istilah itu pertama digunakan oleh Bank Dunia untuk menggambarkan krisis, dan menyindir elit penguasa yang tidak berbuat banyak untuk mencegah krisis keuangan tersebut.

Lebanon telah mengalami kekosongan pemerintahan selama hampir satu tahun. Pada pekan lalu, mantan perdana menteri Saad Hariri mengundurkan diri dalam pemerintahan transisi, 9 bulan setelah ditugaskan untuk membentuk kabinet pemerintahan baru.

Baca juga: Israel Tembakkan Artileri ke Lebanon Setelah Ditembak Roket

Langkah Hariri mendorong Lebanon ke dalam ketidakpastian yang lebih dalam, menyebabkan nilai mata uangnya merosot tajam dalam 24 jam.

Mata uang Lebanon telah terjun bebas sejak pemberontakan rakyat terhadap elit penguasa Lebanon yang mencengkeram negara pada Oktober 2019. Lebih dari 95 persen nilainya telah turun drastis dalam waktu kurang dari 2 tahun.

Dalam waktu kurang dari dua pekan, Lebanon akan menandai satu tahun ledakan besar di pelabuhan Beirut, yang menghancurkan ibu kota, menewaskan lebih dari 200 orang, dan melukai ribuan orang, yang sebagian besar disebabkan karena kelalaian pemerintah.

Baca juga: Di Lebanon, Puluhan Ton Ikan Mati Terdampar, Bau Busuk Menguar


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Global
Seorang Wanita Potong Penis Suami Gara-gara Alami Kekerasan Rumah Tangga

Seorang Wanita Potong Penis Suami Gara-gara Alami Kekerasan Rumah Tangga

Global
Maut di Bandara Tenerife 1977, Tabrakan Pesawat Korbankan Ratusan Nyawa

Maut di Bandara Tenerife 1977, Tabrakan Pesawat Korbankan Ratusan Nyawa

Global
Hanyut di Laut Setelah Kapal Karam, Ibu Selamatkan Anak-anaknya dengan Menyusui hingga Meninggal

Hanyut di Laut Setelah Kapal Karam, Ibu Selamatkan Anak-anaknya dengan Menyusui hingga Meninggal

Global
Petaka di Udara: 4 Kecelakan Pesawat Terbesar Sepanjang Masa

Petaka di Udara: 4 Kecelakan Pesawat Terbesar Sepanjang Masa

Global
Profil James Marape, Perdana Menteri Papua Nugini

Profil James Marape, Perdana Menteri Papua Nugini

Global
Mansa Musa I dari Kekaisaran Mali, Kaisar Terkaya dalam Sejarah Peradaban Manusia

Mansa Musa I dari Kekaisaran Mali, Kaisar Terkaya dalam Sejarah Peradaban Manusia

Internasional
Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Melarikan Diri dengan Burka Lintasi Perbatasan ke Pakistan

Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Melarikan Diri dengan Burka Lintasi Perbatasan ke Pakistan

Global
Judas Cradle, Metode Penyiksaan dengan Kursi Piramid, Seperti Apa Itu?

Judas Cradle, Metode Penyiksaan dengan Kursi Piramid, Seperti Apa Itu?

Global
Kisah Tentara AS yang Berduka Jelang Eksekusi Saddam Hussein pada 2006

Kisah Tentara AS yang Berduka Jelang Eksekusi Saddam Hussein pada 2006

Global
Merampok Bank, Diunggah ke YouTube: Kisah Sensasional Hannah Sabata

Merampok Bank, Diunggah ke YouTube: Kisah Sensasional Hannah Sabata

Global
Fakta Tak Terduga Hitler, Bercita-cita jadi Imam hingga Nominasi Nobel

Fakta Tak Terduga Hitler, Bercita-cita jadi Imam hingga Nominasi Nobel

Global
Gliese 1214 b, Planet Kaya Air tapi Tak Bisa Ditinggali, Mengapa?

Gliese 1214 b, Planet Kaya Air tapi Tak Bisa Ditinggali, Mengapa?

Global
Taliban Sita Rp 176 Miliar Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Taliban Sita Rp 176 Miliar Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Global
Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.