Penyelidikan Lanjutan Asal-usul Covid-19 Ditolak China, Ini Tanggapan WHO

Kompas.com - 23/07/2021, 19:16 WIB
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, berbicara dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri dan Kesehatan Swiss, Alain Berset (tidak ada di foto), sebelum menandatangani BioHub Initiative di laboratorium Spiez, jelang pembukaan Majelis Kesehatan Dunia ke-74 di markas besar WHO, Jenewa, Swiss, pada Senin (24/5/2021). KEYSTONE/LAURENT GILLIERON via AP PHOTODirektur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, berbicara dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri dan Kesehatan Swiss, Alain Berset (tidak ada di foto), sebelum menandatangani BioHub Initiative di laboratorium Spiez, jelang pembukaan Majelis Kesehatan Dunia ke-74 di markas besar WHO, Jenewa, Swiss, pada Senin (24/5/2021).

JENEWA, KOMPAS.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta semua negara bekerja sama untuk menyelidiki asal-usul Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan WHO pada Jumat (23/7/2021), sehari setelah China menolak rencana organisasi tersebut melakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium dan pasar di sana.

Baca juga: Polemik Asal-usul Covid-19: China Tolak WHO Kembali Selidiki Wuhan

Melansir Reuters, kasus Covid-19 pertama terdeteksi di Wuhan pada Desember 2019.

Sejak saat itu, “Negeri Panda” selalu menolak teori bahwa virus corona bocor dari salah satu laboratoriumnya.

WHO diizinkan melakukan penyelidikan di China awal tahun ini. Setelah itu, tepatnya bulan ini, WHO mengusulkan tindak lanjut dari penyelidikan sebelumnya di China.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: China Tolak Rencana WHO untuk Penyelidikan Asal-usul Covid-19 Tahap Kedua

Namun, usulan tersebut ditolak oleh Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional China Zeng Yixin pada Kamis (22/7/2021).

Menanggapi penolakan dari China tersebut, Juru Bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan, penyelidikan tersebut sama sekali tidak bermotif politik atau mencari kesalahan.

"Pada dasarnya ini adalah persyaratan yang kita semua harus coba untuk memahami bagaimana patogen masuk ke populasi manusia,” kata Jasarevic di Jenewa, Swiss.

Baca juga: China Kecam WHO Arogan karena Akan Selidiki Lab Wuhan Terkait Asal-usul Covid-19

“Dalam hal ini, negara-negara benar-benar memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dan bekerja dengan WHO dalam semangat kemitraan,” sambung Jasarevic.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berujar, penyelidikan asal-usul Covid-19 terhambat oleh kurangnya data mentah pada hari-hari pertama penyebaran di Wuhan.

Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS), dan beberapa ilmuwan menuntut penyelidikan lebih lanjut, terutama ke Institut Virologi Wuhan.

Baca juga: WHO: Dunia Masuk “Tahap Awal Gelombang Lainnya” dari Pandemi Covid-19


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.