Kompas.com - 23/07/2021, 19:04 WIB
Para pendukung Taliban berkerumun di kota perbatasan Afghanistan-Pakistan, Chaman, Pakistan, Rabu (14/7/2021). Taliban mendesak Afghanistan dengan mengatakan bahwa mereka merebut Spin Boldaka, sebuah lokasi strategis penyeberangan perbatasan Afghanistan dengan Pakistan. AP PHOTO/TARIQ ACHKZAIPara pendukung Taliban berkerumun di kota perbatasan Afghanistan-Pakistan, Chaman, Pakistan, Rabu (14/7/2021). Taliban mendesak Afghanistan dengan mengatakan bahwa mereka merebut Spin Boldaka, sebuah lokasi strategis penyeberangan perbatasan Afghanistan dengan Pakistan.

KABUL, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Afghanistan pada Jumat (23/7/2021) membantah klaim Taliban menguasai 90 persen perbatasan negara tersebut.

Kemenhan menyebut klaim kelompok milisi itu sebagai kebohongan mutlak, dan bersikeras pasukan pemerintah yang mengendalikan perbatasan.

"Ini propaganda tak berdasar," kata wakil juru bicara Kementerian Pertahanan Fawad Aman kepada AFP, sehari setelah Taliban membuat klaim yang tidak mungkin diverifikasi secara independen.

Baca juga: Penerjemah Afghanistan untuk Pasukan AS Ini Dipenggal Taliban

Klaim Taliban pada Kamis (22/7/2021) datang setelah kelompok itu merebut penyeberangan perbatasan utama dengan Iran, Tajikistan, Turkmenistan, dan Pakistan dalam beberapa pekan terakhir.

Taliban menyerang ketika pasukan asing pimpinan Amerika Serikat (AS) memulai penarikan pasukan terakhir mereka dari Afghanistan.

Pada Jumat, Aman bersikeras pasukan pemerintah mengontrol perbatasan negara dan semua kota utama serta jalan raya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu ketika pertempuran skala besar menurun selama hari raya Idul Adha pekan ini, Kementerian Dalam Negeri menuduh Taliban membunuh sekitar 100 warga sipil di kota Spin Boldak, di sepanjang perbatasan dengan Pakistan sejak merebut persimpangan pekan lalu.

"Pasukan keamanan Afghanistan akan segera membalas dendam pada teroris liar ini," tulis juru bicara Kemendagri Afghanistan, Mirwais Stanekzai, di Twitter.

Baca juga: Taliban Kuasai Setengah dari Semua Distrik di Afghanistan

"Taliban setiap kali mereka menguasai (wilayah), hal pertama yang mereka lakukan adalah menghancurkan fasilitas umum atau infrastruktur publik, menindas orang dan secara paksa menggusur keluarga," kata Aman kepada AFP.

"Itu juga terjadi di Spin Boldak," ungkapnya.

Dengan penarikan pasukan asing pimpinan Amerika yang hampir selesai, Taliban bangkit lagi dan sekarang menguasai sekitar separuh dari 400-an distrik Afghanistan.

Awal pekan ini, ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley mengatakan, Taliban tampaknya memiliki momentum strategis di medan perang.

Baca juga: Jenderal AS: Taliban Punya Momentum Strategis Serang Afghanistan


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemimpin ISIS di Afrika yang Dibunuh Perancis Kepalanya Dihargai Rp 71,2 Miliar

Pemimpin ISIS di Afrika yang Dibunuh Perancis Kepalanya Dihargai Rp 71,2 Miliar

Global
Belum Divaksin, Presiden Brasil Ngeyel Bakal Hadir di Sidang Umum PBB

Belum Divaksin, Presiden Brasil Ngeyel Bakal Hadir di Sidang Umum PBB

Global
Misteri Al Naslaa, Batu yang Terbelah dengan Sempurna di Arab Saudi

Misteri Al Naslaa, Batu yang Terbelah dengan Sempurna di Arab Saudi

Global
Surat Wasiat Pangeran Philip Dirahasiakan Selama 90 Tahun, Ini Sebabnya...

Surat Wasiat Pangeran Philip Dirahasiakan Selama 90 Tahun, Ini Sebabnya...

Global
71 Persen Populasi China Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Penuh

71 Persen Populasi China Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Penuh

Global
Pemilu Kanada 2021: Profil Erin O'Toole, Pemula yang Berpeluang Kalahkan PM Justin Trudeau

Pemilu Kanada 2021: Profil Erin O'Toole, Pemula yang Berpeluang Kalahkan PM Justin Trudeau

Global
Taliban Larang Staf Wanita Masuk Kementerian Urusan Perempuan Afghanistan

Taliban Larang Staf Wanita Masuk Kementerian Urusan Perempuan Afghanistan

Global
Kali Pertama dalam 30 Tahun, Pasukan Jepang Gelar Latihan Skala Besar

Kali Pertama dalam 30 Tahun, Pasukan Jepang Gelar Latihan Skala Besar

Global
Pemilu Kanada, PM Justin Trudeau Terancam Kalah dari Pemula

Pemilu Kanada, PM Justin Trudeau Terancam Kalah dari Pemula

Global
Rusia: India Berminat Borong Sistem Pertahanan S-500

Rusia: India Berminat Borong Sistem Pertahanan S-500

Global
10 Pemimpin Terlama dalam Sejarah Pemerintahan Manusia

10 Pemimpin Terlama dalam Sejarah Pemerintahan Manusia

Internasional
Penanganan Evakuasi dari Afghanistan Tak Maksimal, Menlu Belanda Mundur

Penanganan Evakuasi dari Afghanistan Tak Maksimal, Menlu Belanda Mundur

Global
Bantu Australia Bangun Kapal Selam Bertenaga Nuklir, AS: Tak Cari Konflik dengan China

Bantu Australia Bangun Kapal Selam Bertenaga Nuklir, AS: Tak Cari Konflik dengan China

Global
POPULER GLOBAL: Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan | Warga El Salvador Demo Tolak Bitcoin

POPULER GLOBAL: Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan | Warga El Salvador Demo Tolak Bitcoin

Global
Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.