Jamur Hitam Mengganas di India, Berbahaya bagi Penyintas Covid-19

Kompas.com - 23/07/2021, 16:35 WIB
Ilustrasi mukormikosis. Usai Covid-19, seorang pria di India terinfeksi mukormikosis yang disebabkan oleh jamur hitam. Penyakit ini menyerang daerah mata. Shutterstock/stockpexelIlustrasi mukormikosis. Usai Covid-19, seorang pria di India terinfeksi mukormikosis yang disebabkan oleh jamur hitam. Penyakit ini menyerang daerah mata.

NEW DELHI, KOMPAS.com – Kasus jamur hitam di India semakin mengganas. Negara tersebut melaporkan lebih dari 45.000 kasus selama dua bulan terakhir.

Menteri Kesehatan Junior India Bharati Pravin Pawar berujar, lebih dari 4.200 orang meninggal akibat jamur dengan nama ilmiah mucormycosis tersebut.

Melansir 9News, Kamis (22/7/2021), penyakit tersebut sangat mematikan bagi orang yang baru saja pulih dari Covid-19.

Baca juga: Setelah India, Kasus Jamur Hitam Menyebar ke 5 Negara, Ini Daftarnya

Jamur hitam mulanya menginfeksi kulit di belakang dahi, hidung, tulang pipi, serta di antara mata dan gigi.

Jika memburuk, infeksinya menyebar ke mata, paru-paru, bahkan otak. Hal ini menyebabkan masalah penglihatan, nyeri dada, batuk darah, dan bisa berujung kematian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jamur hitam adalah penyakit yang sangat agresif. Jika kondisi pasien memburuk, ahli bedah terpaksa menghilangkan mata, hidung, dan rahang pasien untuk menghentikan penyebarannya ke otak.

Kantor berita AFP melaporkan, tingkat kematian akibat wabah jamur hitam ini di atas 50 persen.

Baca juga: India Catatkan Lebih dari 4.300 Korban Meninggal karena Jamur Hitam

Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh alias imun yang tinggi biasanya resisten terhadap mucormycosis.

Namun sayangnya, pasien Covid-19 yang sedang menjalani pengobatan menjadi “tempat” berkembang biak yang sempurna untuk jamur hitam.

Bila seseorang terinfeksi virus corona, imunnya turun. Steroid yang sering digunakan untuk mengobati Covid-19 pun semakin melemahkan sistem kekebalan tubuh pasien tersebut.

Lebih dari 84 persen pasien jamur hitam memiliki riwayat pernah Covid-19 sebelumnya. Bagi mereka dengan diabetes, jamur hitam disebut sangat mematikan.

Baca juga: Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi, Kenali Gejala Jamur Hitam dan Cara Mencegahnya

Sebelum pandemi Covid-19, di rata-rata hanya ada 20 kasus jamur hitam per tahun di “Negeri Anak Benua”.

Waktu itu, hanya orang-orang dengan kekebalan lemah yang berisiko terinfeksi, termasuk mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi, HIV, atau penerima transplantasi organ.

Pemerintah India menyatakan jamur hitam sebagai epidemi pada Mei 2021, ketika kasus-kasus melonjak dan media sosial dibanjiri bantuan meminta obat-obatan untuk mengobatinya.

Baca juga: India Dilanda 45.000 Kasus Jamur Hitam Mematikan 2 Bulan Terakhir


Sumber AFP,9News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.