Penyakit Misterius Bernama "Sindrom Havana" Menyerang 100 Anggota CIA dan Keluarganya

Kompas.com - 23/07/2021, 15:58 WIB
Logo Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) di markas besar mereka di Langley, Virginia, pada 3 Maret 2005. REUTERS/Jason Reed JIRLogo Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) di markas besar mereka di Langley, Virginia, pada 3 Maret 2005.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sekitar 100 petugas CIA dan keluarganya termasuk di antara 200 pejabat dan keluarga di AS yang menderita "Sindrom Havana", panyakit yang masih misterius.

Direktur CIA William Burns mengatakan pada Kamis (22/7/2021), bahwa mereka yang menderita penyakit misterius itu mengalami gejala migrain dan pusing.

Baca juga: Penyakit Langka Cacar Monyet Muncul Lagi Setelah 18 Tahun, Ini Gejalanya

Burns mengatakan dalam wawancara di National Public Radio bahwa ia telah mendorong upaya CIA untuk mengungkap penyebab sindrom Havana itu dan pihak mana yang bertanggung jawab, seperti yang dilansir dari The Guardian pada Jumat (23/7/2021). 

Dia telah menunjuk seorang perwira senior yang pernah memimpin perburuan Osama bin Laden untuk mengepalai satuan tugas yang menyelidiki sindrom tersebut.

Sementara itu, ia telah memperbesar ukuran tim medis tiga kali lipat dalam melakukan penyelidikan.

Baca juga: 14 Penyakit yang Berhasil Dilawan oleh Vaksin

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

CIA juga mempercepat orang-orang yang berafiliasi dengan anggota CIA untuk dapat masuk melakukan tes di pusat medis militer nasional Walter Reed, dari 8 pekan menjadi 2 pekan.

"Saya pikir, ini adalah kewajiban yang mendalam, bagi setiap pemimpin untuk menjaga anggotanya dan itulah yang saya tekadkan untuk lakukan," kata Burns kepada NPR dalam wawancara pertamanya sejak dilantik oleh Joe Biden sebagai direktur CIA pada Maret.

Baca juga: Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Sindrom Havana memiliki gejala, seperti pusing, mual, migrain, dan kehilangan ingatan. Dinamakan "Sindrom Havana" karena pertama kali dilaporkan oleh pejabat AS yang bermarkas di kedutaan AS di Kuba pada 2016.

Burns mencatat bahwa panel Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS pada Desember menemukan bahwa teori yang masuk akal untuk penyebab sindrom ini adalah sorotan "energi terarah".

Baca juga: Penyakit Jamur Hitam Menyebar Makin Parah, India Dirikan Bangsal RS Khusus

Ada "kemungkinan yang sangat kuat" bahwa sindrom itu dengan sengaja dibuat, dan Rusia menjadi tersangkanya.

Burns menambahkan bahwa dia belum menyimpulkan secara definitif penyebab sindrom Havana itu, dia masih menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Sementara, Rusia telah membantah terlibat sebagai dalang dari penyakit tersebut.

Baca juga: Tanzania Dilanda Penyakit Misterius, Pasien Muntah Darah dan Mati dalam Hitungan Jam


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.