Rusia Seret Ukraina ke Pengadilan atas Jatuhnya MH17 dan Kematian Warga Sipil

Kompas.com - 23/07/2021, 07:59 WIB
Gambar yang diambil pada 19 Juli 2014 memperlihatkan puing Malaysia Airlines MH17, dua hari setelah pesawat itu jatuh di Rassipnoe, kawasan yang dikuasai pemberontak di timur Ukraina. Sebanyak 298 tewas dalam insiden ketika pesawat hendak terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. AFP/DOMINIQUE FAGETGambar yang diambil pada 19 Juli 2014 memperlihatkan puing Malaysia Airlines MH17, dua hari setelah pesawat itu jatuh di Rassipnoe, kawasan yang dikuasai pemberontak di timur Ukraina. Sebanyak 298 tewas dalam insiden ketika pesawat hendak terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia pada Kamis (22/7/2021) mengatakan, mereka mengajukan aduan ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) yang menuduh Ukraina bertanggung jawab atas insiden jatuhnya Malaysia Airlines MH17.

Jaksa mengatakan, Ukraina juga disalahkan oleh Rusia atas kematian warga sipil dalam pemberontakan 2014 di Kiev, saat konflik dengan separatis pro-Moskwa di timur negara itu merenggut lebih dari 13.000 nyawa.

Rusia juga menuduh bahwa penembakan Ukraina telah membunuh dan melukai orang-orang di Rusia selatan.

Baca juga: Tandingi F-35, Rusia Luncurkan Jet Tempur Siluman Terbaru, Mampu Serang 6 Target Sekaligus

Menteri Kehakiman Ukraina Denys Malyuska mengolok-olok kasus itu, dengan mengatakan Moskwa seperti melakukan acara bincang-bincang dengan pengadilan yang berbasis di Strasbourg tersebut.

"Dalam pengaduan ke pengadilan, mereka membeberkan semua mitos propaganda Rusia," tulisnya di Facebook.

"Dari sudut pandang hukum, kekalahan tak terelakkan sedang menunggu mereka."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Reruntuhan pesawat MH17 milik Malaysia Airlines berada di Belanda untuk diteliti penyebab kejatuhannya. AFP Reruntuhan pesawat MH17 milik Malaysia Airlines berada di Belanda untuk diteliti penyebab kejatuhannya.
Dalam pengaduan tersebut, Moskwa menyalahkan otoritas Ukraina atas kematian 298 orang dalam pesawat MH17 Malaysia, yang jatuh akibat kena tembak rudal pada Juli 2014.

Menurut Rusia, Kiev menolak menutup wilayah udara di timur Ukraina yang dilanda perang.

Namun klaim Rusia bertentangan dengan temuan penyelidikan internasional.

Rudal itu dikatakan berasal dari brigade tentara Rusia, dan empat orang yang terkait dengan separatis pro-Rusia diadili karena pembunuhan atas kematian tersebut.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah Laki-laki 15 Tahun Masukkan Kabel USB ke Alat Kelaminnya karena Pensaran Seksual

Bocah Laki-laki 15 Tahun Masukkan Kabel USB ke Alat Kelaminnya karena Pensaran Seksual

Global
Astronot China Kembali ke Bumi Setelah Selesaikan Misi 90 Hari di Luar Angkasa

Astronot China Kembali ke Bumi Setelah Selesaikan Misi 90 Hari di Luar Angkasa

Global
Ada Pria Tak Mau Divaksin Covid-19 karena Takut Buah Zakar Membengkak, Ini Penjelasan Dokter...

Ada Pria Tak Mau Divaksin Covid-19 karena Takut Buah Zakar Membengkak, Ini Penjelasan Dokter...

Global
Pakar: China dan Pakistan Tawarkan Dukungan ke Pemimpin Taliban

Pakar: China dan Pakistan Tawarkan Dukungan ke Pemimpin Taliban

Global
WNI Asal Cimahi Kuliah di MIT, Rancang Panel Surya Versi Baru untuk Indonesia

WNI Asal Cimahi Kuliah di MIT, Rancang Panel Surya Versi Baru untuk Indonesia

Global
Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Internasional
Terungkap, Ratu Elizabeth II Ternyata Beri Ucapan Selamat ke Kim Jong Un

Terungkap, Ratu Elizabeth II Ternyata Beri Ucapan Selamat ke Kim Jong Un

Global
Wanita Ini Kisahkan Kunyah Jari Manusia yang Membusuk di Burgernya

Wanita Ini Kisahkan Kunyah Jari Manusia yang Membusuk di Burgernya

Global
Junta Myanmar Adili Aung San Suu Kyi atas Kasus Korupsi Mulai 1 Oktober

Junta Myanmar Adili Aung San Suu Kyi atas Kasus Korupsi Mulai 1 Oktober

Global
IOJI Rilis Laporan Terbaru tentang Ancaman Keamanan Laut Indonesia

IOJI Rilis Laporan Terbaru tentang Ancaman Keamanan Laut Indonesia

Global
Ribuan Pekerja Kesehatan di Perancis Diberhentikan Tanpa Gaji karena Tolak Vaksin Covid-19

Ribuan Pekerja Kesehatan di Perancis Diberhentikan Tanpa Gaji karena Tolak Vaksin Covid-19

Global
Ketika Perjanjian Pertahanan AS, Inggris, dan Australia Membuat Marah Kawan dan Lawan

Ketika Perjanjian Pertahanan AS, Inggris, dan Australia Membuat Marah Kawan dan Lawan

Global
Sejarah Eksekusi Mati Pelepuh Kulit, Direbus Seperti Sup

Sejarah Eksekusi Mati Pelepuh Kulit, Direbus Seperti Sup

Global
Penjelajahan Hutan Tersembunyi Mozambik, Pertama Kali Dijamah Manusia

Penjelajahan Hutan Tersembunyi Mozambik, Pertama Kali Dijamah Manusia

Global
4 Calon Perdana Menteri Jepang, dari Selebtwit hingga 'Anak Metal'

4 Calon Perdana Menteri Jepang, dari Selebtwit hingga "Anak Metal"

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.