Kompas.com - 22/07/2021, 13:35 WIB
Ilustrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN freepik.com/jm1366Ilustrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN

JAKARTA, KOMPAS.com – ASEAN tidak boleh diam saja melihat rivalitas antara Amerika Serikat (AS) dan China di seluruh dunia, terutama di Selat Taiwan dan Asia Tenggara.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pakar Hukum Internasional sekaligus Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani Hikmahanto Juwana.

Hikmahanto mengatakan ASEAN harus berbuat sesuatu untuk mencegah rivalitas kedua negara menjadi semakin panas karena bisa saja memicu perang.

Baca juga: Indonesia Dorong ASEAN-Italia Perkuat Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan

“Dari perspektif ASEAN, kita harus melakukan sesuatu. Masalahnya adalah, apakah ASEAN punya sumber daya,” kata Hikmahanto dalam webinar bertajuk Talking ASEAN on Preserving Peace and Stability in the Taiwan Strait yang digelar The Habibie Center, Kamis (22/7/2021).

Dia menjelaskan bahwa sumber daya merupakan sektor vital untuk memengaruhi rivalitas antara “Negeri Paman Sam” dan “Negeri Panda”.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi, kedua negara sedang bersitegang mengenai masalah Laut China Selatan dan di Selat Taiwan.

“Kedua, apakah kita bisa berkonsentrasi ke isu internasional ketika kita masih bergulat dengan isu nasional,” sambung Hikmahanto.

Baca juga: Rusia Nyatakan Dukungan kepada ASEAN untuk Penyelesaian Krisis Myanmar

Pasalnya, saat ini negara-negara anggota ASEAN memiliki isu nasional masing-masing, terutama saat ini menghadapi pandemi Covid-19.

Selain itu, meski ASEAN mengeklaim sebagai sebuah kesatuan, masing-masing negara anggota sebenarnya memiliki perbedaan pandangan dan kebijakan terhadap China dan AS.

Hikmahanto mencontontohkan, saat ini Vietnam bersitegang dengan Beijing atas klaim Laut China Selatan. Maka, Vietnam bisa memanfaatkan pengaruh dari AS.

Sementara itu, Laos dan Kamboja memiliki hubungan yang dekat dengan China.

Baca juga: Pertemuan dengan AS Tak Jadi, ASEAN Beralih ke China soal Vaksin Covid-19

“Jadi, melihat situasi tersebut, sangat sulit bagi ASEAN untuk menyepakati satu suara,” tutur Hikmahanto.

Kendati demikian, ASEAN harus tetap berbuat sesuatu mengenai rivalitas kedua negara tersebut, terutama di Asia tenggara dan Selat Taiwan.

“Jika kedua negara, katakanlah, dalam mode ‘perang dingin’, maka jangan sampai bisa pecah menjadi perang sesungguhnya,” ujar Hikmahanto.

Pasalnya, jika pertempuran benar-benar pecah, itu tak hanya memengaruhi hubungan AS dan China, tapi juga berpengaruh ke seluruh dunia.

“ASEAN tidak boleh menjadi korban rivalitas antara AS dan China,” kata Hikmahanto.

Baca juga: Perwakilan ASEAN Dikabarkan Segera Menemui Junta Militer Myanmar

Sementara itu, Rektor Universitas Pertahanan RI Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian mengatakan, dinamika Selat Taiwan juga menjadi diksusi domestik di antara beberapa negara anggota ASEAN.

Diskusi tersebut meliputi pencegahan konflik melalui kooperasi kebijakan dan keamanan.

“Saat ini ada beberapa agenda yang dilakukan ASEAN yang terkait dengan pembahasan Selat Taiwan. Indonesia memandang bahwa agenda tersebut penting mencapai keberhasilan,” kata Octavian.

Meski demikian, dia juga mengakui bahwa dinamika di Selat Taiwan bisa saja memicu gesekan di antara anggota-anggota ASEAN.

Pasalnya, ada beberapa anggota ASEAN yang memiliki kedekatan secara tradisional dengan China, dan ada pula yang berselisih mengenai batasan teritorial dengan China.

Baca juga: 9 Negara Asean Termasuk Indonesia Tolak Embargo Senjata untuk Myanmar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerabat 10 Korban Tewas akibat AS Salah Tembak Mengira ISIS-K, Ditawari Kompensasi

Kerabat 10 Korban Tewas akibat AS Salah Tembak Mengira ISIS-K, Ditawari Kompensasi

Global
Berjasa Mempererat Hubungan Indonesia-Jepang, 6 Orang Ini Dapat Penghargaan dari Kedubes Jepang

Berjasa Mempererat Hubungan Indonesia-Jepang, 6 Orang Ini Dapat Penghargaan dari Kedubes Jepang

Global
3 Astronot China Mendarat di Stasiun Luar Angkasa untuk Misi Terlama

3 Astronot China Mendarat di Stasiun Luar Angkasa untuk Misi Terlama

Global
Inggris Nyatakan Penusukan David Amess sebagai Insiden Teroris

Inggris Nyatakan Penusukan David Amess sebagai Insiden Teroris

Global
Seorang Suami Bunuh Istri dengan Ular Kobra yang Sangat Kelaparan untuk Kuasai Harta

Seorang Suami Bunuh Istri dengan Ular Kobra yang Sangat Kelaparan untuk Kuasai Harta

Global
16 Oktober 1923: Walt Disney Company Berdiri

16 Oktober 1923: Walt Disney Company Berdiri

Internasional
Kondisi Mantan Presiden AS Bill Clinton Membaik, tapi Masih di RS

Kondisi Mantan Presiden AS Bill Clinton Membaik, tapi Masih di RS

Global
Siapa David Amess, Anggota Parlemen Inggris yang Tewas Ditusuk?

Siapa David Amess, Anggota Parlemen Inggris yang Tewas Ditusuk?

Global
Para Guru di Inggris Khawatir Bocah-bocah SD Peragakan Adegan Kekerasan Film Squid Game

Para Guru di Inggris Khawatir Bocah-bocah SD Peragakan Adegan Kekerasan Film Squid Game

Global
POPULER GLOBAL: China Tak Perlu Perang Rebut Taiwan | David Amess Tewas Ditusuk

POPULER GLOBAL: China Tak Perlu Perang Rebut Taiwan | David Amess Tewas Ditusuk

Global
Seorang Polisi Inggris Dipecat karena Tidak Jujur Bayar Camilan di Kantin Amal

Seorang Polisi Inggris Dipecat karena Tidak Jujur Bayar Camilan di Kantin Amal

Global
Penelitian: Iklim di Amazon pada 2500 Diramalkan Berubah Jadi Tandus

Penelitian: Iklim di Amazon pada 2500 Diramalkan Berubah Jadi Tandus

Global
Anggota Parlemen Inggris David Amess Tewas Ditusuk Saat Acara

Anggota Parlemen Inggris David Amess Tewas Ditusuk Saat Acara

Global
Dapat 6.000 Tanda Tangan, Petisi Orang Belum Divaksin Boleh Masuk Mal Singapura Hilang

Dapat 6.000 Tanda Tangan, Petisi Orang Belum Divaksin Boleh Masuk Mal Singapura Hilang

Global
Putin: 2.000 Anggota ISIS Berkumpul di Afghanistan Utara, Akan Menyamar Jadi Pengungsi

Putin: 2.000 Anggota ISIS Berkumpul di Afghanistan Utara, Akan Menyamar Jadi Pengungsi

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.