Bendungan China Rusak Parah Dihantam Banjir, Bisa Runtuh Kapan Saja

Kompas.com - 21/07/2021, 22:14 WIB
Foto udara yang diambil pada 5 Juli 2021 ini menunjukkan air yang dilepaskan dari Bendungan Waduk Xiaolangdi di Luoyang di provinsi Henan, China tengah. AFP PHOTO/STRFoto udara yang diambil pada 5 Juli 2021 ini menunjukkan air yang dilepaskan dari Bendungan Waduk Xiaolangdi di Luoyang di provinsi Henan, China tengah.

BEIJING, KOMPAS.com - Tentara China memperingatkan bahwa bendungan yang rusak di wilayah tengah negara itu "bisa runtuh kapan saja", setelah rusak parah akibat badai yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan membuat kawasan itu terhenti.

Otoritas cuaca China telah mengeluarkan tingkat peringatan tertinggi untuk provinsi Henan tengah.

Hujan lebat menyebabkan gangguan yang meluas, dan mengevakuasi penduduk dari jalan-jalan yang banjir di China tengah.

Pada Selasa malam (20/7/2021), unit regional Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) memperingatkan bahwa hujan deras yang tak kunjung berhenti telah menyebabkan jebolnya bendungan Yihetan di Luoyang - sebuah kota berpenduduk sekitar tujuh juta orang - dengan risiko "dapat runtuh kapan saja."

Baca juga: Video Parahnya Banjir di China, Arus Deras Terjang Mobil hingga Rendam Subway

Komando Pusat PLA mengatakan telah mengirim tentara untuk melakukan tanggap darurat termasuk peledakan untuk mengalihkan banjir.

"Pada 20 Juli, terjadi retakan sepanjang 20 meter di bendungan Yihetan .... bantaran sungai rusak parah dan bendungan itu bisa runtuh kapan saja," kata PLA dalam pernyataan itu melansir CNA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Banjir di China biasa terjadi selama musim hujan. Cuaca ekstrem menyebabkan kekacauan tahunan dan menghanyutkan jalan, tanaman, dan rumah.

Tetapi ancaman itu telah memburuk selama beberapa dekade.

Sebagian penyebabnya karena pembangunan bendungan dan tanggul yang meluas, memutuskan hubungan antara sungai dan danau yang berdekatan.

Pembangunan itu diduga mengganggu dataran banjir yang telah membantu penyerapan air sepanjang musim panas.

Di kota terdekat Zhengzhou, setidaknya satu orang tewas dan dua lainnya hilang sejak hujan lebat mulai mengguyur kota itu, menurut People's Daily yang dikelola pemerintah.

Dilaporkan juga sejumlah rumah telah runtuh.

Media lokal melaporkan bahwa dua orang tewas ketika tembok runtuh di distrik lain di kota itu.

Baca juga: Diguyur Hujan Terlebat dalam 1.000 Tahun Terakhir, China Tengah Banjir Bandang

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by CGTN America News (@cgtnamerica)

Menurut otoritas cuaca, curah hujan mencapai level tertinggi yang tercatat sejak pencatatan dimulai enam puluh tahun lalu. Hanya dalam tiga hari, kota itu sudah mengalami curah hujan rata-rata setahun.

Pihak berwenang menutup sistem kereta bawah tanah Zhengzhou yang kebanjiran dan membatalkan ratusan penerbangan.

Video yang belum diverifikasi di media sosial menunjukkan penumpang di gerbong kereta bawah tanah yang banjir di Zhengzhou. Mereka berpegangan pada pegangan saat air di dalamnya melonjak setinggi bahu, dengan beberapa berdiri di kursi.

Air terlihat memancar melalui platform bawah tanah yang kosong dalam rekaman media pemerintah, CCTV.

Di akun Weibo resminya, dinas pemadam kebakaran membagikan laporan bahwa penumpang diselamatkan dari kereta yang terhenti, tetapi tidak mengunggah pernyataannya sendiri.

Salah satu akun penumpang mengatakan petugas pemadam kebakaran dan penyelamat telah membuka lubang di atap gerbongnya dan mengevakuasi penumpang satu per satu.

Rekaman lain menunjukkan seorang pria duduk di atas mobilnya yang setengah terendam di sebuah underpass.

Lebih dari 10.000 orang telah dievakuasi pada Selasa sore (20/7/2021), kata pemerintah provinsi.

Pemerintah lokal memperingatkan bahwa 16 waduk telah melihat air naik ke tingkat yang berbahaya, karena hujan merusak ribuan hektar tanaman dan menyebabkan kerusakan sekitar 11 juta dollar AS (Rp 159,7 miliar).

Baca juga: 12 Orang Tewas di Kereta Bawah Tanah China yang Terendam Banjir Setelah Hujan Deras

 


Sumber CNA
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Global
Seorang Wanita Potong Penis Suami Gara-gara Alami Kekerasan Rumah Tangga

Seorang Wanita Potong Penis Suami Gara-gara Alami Kekerasan Rumah Tangga

Global
Maut di Bandara Tenerife 1977, Tabrakan Pesawat Korbankan Ratusan Nyawa

Maut di Bandara Tenerife 1977, Tabrakan Pesawat Korbankan Ratusan Nyawa

Global
Hanyut di Laut Setelah Kapal Karam, Ibu Selamatkan Anak-anaknya dengan Menyusui hingga Meninggal

Hanyut di Laut Setelah Kapal Karam, Ibu Selamatkan Anak-anaknya dengan Menyusui hingga Meninggal

Global
Petaka di Udara: 4 Kecelakan Pesawat Terbesar Sepanjang Masa

Petaka di Udara: 4 Kecelakan Pesawat Terbesar Sepanjang Masa

Global
Profil James Marape, Perdana Menteri Papua Nugini

Profil James Marape, Perdana Menteri Papua Nugini

Global
Mansa Musa I dari Kekaisaran Mali, Kaisar Terkaya dalam Sejarah Peradaban Manusia

Mansa Musa I dari Kekaisaran Mali, Kaisar Terkaya dalam Sejarah Peradaban Manusia

Internasional
Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Melarikan Diri dengan Burka Lintasi Perbatasan ke Pakistan

Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Melarikan Diri dengan Burka Lintasi Perbatasan ke Pakistan

Global
Judas Cradle, Metode Penyiksaan dengan Kursi Piramid, Seperti Apa Itu?

Judas Cradle, Metode Penyiksaan dengan Kursi Piramid, Seperti Apa Itu?

Global
Kisah Tentara AS yang Berduka Jelang Eksekusi Saddam Hussein pada 2006

Kisah Tentara AS yang Berduka Jelang Eksekusi Saddam Hussein pada 2006

Global
Merampok Bank, Diunggah ke YouTube: Kisah Sensasional Hannah Sabata

Merampok Bank, Diunggah ke YouTube: Kisah Sensasional Hannah Sabata

Global
Fakta Tak Terduga Hitler, Bercita-cita jadi Imam hingga Nominasi Nobel

Fakta Tak Terduga Hitler, Bercita-cita jadi Imam hingga Nominasi Nobel

Global
Gliese 1214 b, Planet Kaya Air tapi Tak Bisa Ditinggali, Mengapa?

Gliese 1214 b, Planet Kaya Air tapi Tak Bisa Ditinggali, Mengapa?

Global
Taliban Sita Rp 176 Miliar Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Taliban Sita Rp 176 Miliar Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Global
Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.