Mengenal US Space Force, Dinas Militer AS Khusus untuk Misi Luar Angkasa

Kompas.com - 21/07/2021, 10:00 WIB
Bendera US Space Force di Gedung Putih (15/5/2020). POOL/AFP/Samuel CorumBendera US Space Force di Gedung Putih (15/5/2020).

KOMPAS.com - Peralihan stasiun pelacakan satelit dari Angkatan Udara ke Angkatan Luar Angkasa yang baru, sudah diresmikan dengan tanda baru.

Dilansir AP (16/7/2021), tanda US Space Force dipasang di luar instalasi di New Boston, sekaligus menurut Angkatan Udara, menyelesaikan perpindahan yang diumumkan akhir tahun lalu.

“Stasiun Angkatan Udara Boston yang baru ini adalag rumah bagi Skuadron Operasi Luar Angkasa 23d. Namanya telah diganti untuk lebih mencerminkan perannya dalam Angkatan Luar Angkasa AS,” kata Sersan Master Kyle Duley, inspektur Skuadron Operasi Luar Angkasa 23d.

“Ini adalah waktu yang menyenangkan dan bersejarah untuk menjadi bagian dari misi luar angkasa,” tambahnya.

Baca juga: Logo US Space Force Tampak Mirip dengan Lencana Star Trek

“Peluncuran Angkatan Luar Angkasa AS mendorong kita ke era baru, di mana langit tidak lagi membatasi, dan Stasiun Luar Angkasa New Boston bangga menjadi bagian dari sejarah dan misi penting itu,” kata Kolonel Roy Rockwell, komandan Space Delta 6, yang memimpin upacara tersebut.

Skuadron Operasi Luar Angkasa 23d telah beroperasi selama lebih dari 60 tahun, menurut Angkatan Udara. Ini adalah bagian dari US Space Force Delta 6, yakni Space Access & Cyberspace Operations, yang berkantor pusat di Pangkalan Angkatan Udara Schriever, Colorado.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Skuadron ini, disebut “bagian dari jaringan penting situs yang beroperasi 24 jam per hari, memberikan komando satelit penting dan kemampuan kontrol untuk lebih dari 190 Departemen Pertahanan, satelit nasional dan sipil yang melakukan operasi intelijen, cuaca, navigasi, peringatan dini dan komunikasi,” kata Angkatan Udara.

Lalu, bagaimana cikal bakal US Space Force yang pada Juni lalu diresmikan kantornya ini?

Baca juga: Meski Ada Rintangan, Trump Terus Maju Wujudkan Space Force

Dilansir Air Force Times, US Space Force atau Angkatan Luar Angkasa AS adalah cabang dinas militer AS independen ke-6, yang ditugaskan dengan misi dan operasi dalam domain ruang angkasa yang berkembang pesat.

Space Force telah diresmikan dalam undang-undang pada 20 Desember 2019 sebagai bagian dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2020.

Pada 18 Juni 2018, Presiden Donald Trump mengarahkan Pentagon untuk mulai merencanakan Angkatan Luar Angkasa, yang akan menjadi dinas militer baru pertama dalam lebih dari 70 tahun, setelah pembentukan Angkatan Udara AS pada tahun 1947.

Peluncuran Pasukan Luar Angkasa AS yang independen, masih dilansir Air Force Times, mendorong Angkatan Udara AS ke era baru yang didedikasikan untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasional AS di luar angkasa.

Wakil Presiden Mike Pence dan Departemen Pertahanan, selanjutnya merilis rincian lebih lanjut tentang pasukan yang direncanakan pada 9 Agustus 2018 ini.

Hal ini mengutip rencana untuk membuat komando kombatan terpisah, yakni.Komando Luar Angkasa AS, di samping layanan independen yang diawasi oleh sekretaris sipil pada 2020.

Baca juga: Pembentukan Space Force ala Trump Butuh Biaya Rp 192 Triliun

Departemen Pertahanan meneruskan proposal Angkatan Luar Angkasa ke Kongres pada 1 Maret 2019.

Mereka menyerukan angkatan ini akan berada di bawah Angkatan Udara dengan cara yang sama seperti Korps Marinir berada di bawah Departemen Angkatan Laut.

Proposal tersebut juga mencakup penunjukan posisi baru: wakil menteri Angkatan Udara untuk ruang angkasa, yakni posisi sipil yang akan menjawab sekretaris Angkatan Udara dan mengawasi Angkatan Luar Angkasa AS.

Baca juga: Space Force, Serial Komedi Terbaru tentang Jenderal Militer Luar Angkasa

Para pejabat memperkirakan pembuatan layanan baru akan menelan biaya 2 miliar AS selama lima tahun, dan membutuhkan 15.000 personel.

Pada 29 Agustus 2019, Pentagon mengaktifkan Komando Luar Angkasa AS, sebuah komando kombatan baru AS yang dipimpin oleh Jenderal Angkatan Udara John "Jay" Raymond, yang dimaksudkan sebagai pendahulu Angkatan Luar Angkasa AS.

Sebelumnya, Pentagon memiliki Komando Luar Angkasa AS dari 1985 hingga 2002, tetapi memiliki ruang lingkup yang jauh lebih terbatas, dan bukan komando kombatan geografis.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Roket Hantam Dekat Kabul, Afghanistan Masih Tegang

Sejumlah Roket Hantam Dekat Kabul, Afghanistan Masih Tegang

Global
Pemimpin ISIS di Afrika yang Dibunuh Perancis Kepalanya Dihargai Rp 71,2 Miliar

Pemimpin ISIS di Afrika yang Dibunuh Perancis Kepalanya Dihargai Rp 71,2 Miliar

Global
Belum Divaksin, Presiden Brasil Ngeyel Bakal Hadir di Sidang Umum PBB

Belum Divaksin, Presiden Brasil Ngeyel Bakal Hadir di Sidang Umum PBB

Global
Misteri Al Naslaa, Batu yang Terbelah dengan Sempurna di Arab Saudi

Misteri Al Naslaa, Batu yang Terbelah dengan Sempurna di Arab Saudi

Global
Surat Wasiat Pangeran Philip Dirahasiakan Selama 90 Tahun, Ini Sebabnya...

Surat Wasiat Pangeran Philip Dirahasiakan Selama 90 Tahun, Ini Sebabnya...

Global
71 Persen Populasi China Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Penuh

71 Persen Populasi China Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Penuh

Global
Pemilu Kanada 2021: Profil Erin O'Toole, Pemula yang Berpeluang Kalahkan PM Justin Trudeau

Pemilu Kanada 2021: Profil Erin O'Toole, Pemula yang Berpeluang Kalahkan PM Justin Trudeau

Global
Taliban Larang Staf Wanita Masuk Kementerian Urusan Perempuan Afghanistan

Taliban Larang Staf Wanita Masuk Kementerian Urusan Perempuan Afghanistan

Global
Kali Pertama dalam 30 Tahun, Pasukan Jepang Gelar Latihan Skala Besar

Kali Pertama dalam 30 Tahun, Pasukan Jepang Gelar Latihan Skala Besar

Global
Pemilu Kanada, PM Justin Trudeau Terancam Kalah dari Pemula

Pemilu Kanada, PM Justin Trudeau Terancam Kalah dari Pemula

Global
Rusia: India Berminat Borong Sistem Pertahanan S-500

Rusia: India Berminat Borong Sistem Pertahanan S-500

Global
10 Pemimpin Terlama dalam Sejarah Pemerintahan Manusia

10 Pemimpin Terlama dalam Sejarah Pemerintahan Manusia

Internasional
Penanganan Evakuasi dari Afghanistan Tak Maksimal, Menlu Belanda Mundur

Penanganan Evakuasi dari Afghanistan Tak Maksimal, Menlu Belanda Mundur

Global
Bantu Australia Bangun Kapal Selam Bertenaga Nuklir, AS: Tak Cari Konflik dengan China

Bantu Australia Bangun Kapal Selam Bertenaga Nuklir, AS: Tak Cari Konflik dengan China

Global
POPULER GLOBAL: Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan | Warga El Salvador Demo Tolak Bitcoin

POPULER GLOBAL: Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan | Warga El Salvador Demo Tolak Bitcoin

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.