Teori Konspirasi Sebut Manusia Tak Pernah Mendarat di Bulan, Bagaimana Sains Membantahnya?

Kompas.com - 20/07/2021, 18:26 WIB
Juli 1969, astronot Amerika Serikat, Edwin Buzz Aldrin, terekam di permukaan Bulan dekat bendera AS dalam misi Apollo 11. Aldrin merupakan orang kedua yang berjalan di Bulan setelah Neil Armstrong. Hulton Archive/Arsip KOMPASJuli 1969, astronot Amerika Serikat, Edwin Buzz Aldrin, terekam di permukaan Bulan dekat bendera AS dalam misi Apollo 11. Aldrin merupakan orang kedua yang berjalan di Bulan setelah Neil Armstrong.

KOMPAS.com - Sejauh ini, sudah ada dua belas astronot yang pergi ke bulan. Namun, pendaratan ini masih dipertanyakan.

Beberapa teori konspirasi menyebut, belum pernah ada orang yang pernah mendarat di bulan.

Semua misi Apollo dan NASA, dikatakan bohong belaka. Dilansir DW, salah satu pemicu teori konspirasi ini adalah "sebuah buku aneh" karya Bill Kaysing yang terbit tahun 1976, berjudul "We Never Went to The Moon".

Berikut empat teori terpopuler Kaysing, yang dilansir DW, dibantah mentah-mentah oleh sains.

Baca juga: 52 Tahun Misi Apollo 11, Bagaimana Kabar Buzz Aldrin, Manusia Kedua yang Mendarat di Bulan?

Bendera Berkibar

Bendera AS yang dikibarkan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin ke bulan terhembus angin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetapi kata teori Kaysing itu tidak mungkin terjadi, karena di sana tidak ada atmosfer.

Sains pun membantahnya. Bendera itu tidak berkibar. Hanya bergerak ketika kedua astronot itu mengambilnya dan menancapkan ke permukaan bulan.

Di Bumi, atmosfer dengan cepat memperlambat osilasi seperti itu. Tetapi di Bulan yang tidak ada atmosfer, osilasi terus berlangsung lebih lama.

Selain itu, ada penopang dipasang secara menyilang di bendera untuk memberi kesan angin bertiup.

Baca juga: Profil Michael Collins, Astronaut Apollo 11 yang Meninggal Dunia karena Kanker

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber DW
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biografi Tokoh Dunia: Rumphius, Tokoh Ahli Botani Ambon yang Buta Kelahiran Jerman

Biografi Tokoh Dunia: Rumphius, Tokoh Ahli Botani Ambon yang Buta Kelahiran Jerman

Internasional
Sikap Indonesia dalam Pakta Kerja Sama AS-Inggris-Australia (AUKUS)

Sikap Indonesia dalam Pakta Kerja Sama AS-Inggris-Australia (AUKUS)

Global
POPULER GLOBAL: Keluarga Yahudi Dilindungi Hitler | Sepasang Gorila Oral Seks

POPULER GLOBAL: Keluarga Yahudi Dilindungi Hitler | Sepasang Gorila Oral Seks

Global
Putri Pendiri Huawei Meng Wanzhou yang Ditahan Kanada Dibebaskan dari Tahanan Rumah

Putri Pendiri Huawei Meng Wanzhou yang Ditahan Kanada Dibebaskan dari Tahanan Rumah

Global
Jutaan Bantal Bayi Ditarik karena 8 Anak Mati Lemas

Jutaan Bantal Bayi Ditarik karena 8 Anak Mati Lemas

Global
Masa Depan Warisan Budaya di Afghanistan Era Taliban

Masa Depan Warisan Budaya di Afghanistan Era Taliban

Global
Ketinggalan Teknologi Kendaraan Listrik, Perusahaan Otomotif Jerman Kembangkan Mobil Hidrogen

Ketinggalan Teknologi Kendaraan Listrik, Perusahaan Otomotif Jerman Kembangkan Mobil Hidrogen

Global
Kasus Harian Covid-19 Pecahkan Rekor, Singapura Kembali Lakukan Pembatasan Sosial

Kasus Harian Covid-19 Pecahkan Rekor, Singapura Kembali Lakukan Pembatasan Sosial

Global
Australia Buka Perbatasan Paling Lambat Akhir Desember

Australia Buka Perbatasan Paling Lambat Akhir Desember

Global
Gadis di India Diperkosa Selama 9 Bulan, Polisi Ringkus 28 Tersangka

Gadis di India Diperkosa Selama 9 Bulan, Polisi Ringkus 28 Tersangka

Global
Sah, China Larang Semua Transaksi Uang Kripto Apa pun Bentuknya

Sah, China Larang Semua Transaksi Uang Kripto Apa pun Bentuknya

Global
Kamala Harris Ingatkan PM India Demokrasi di Seluruh Dunia Berada di Bawah Ancaman

Kamala Harris Ingatkan PM India Demokrasi di Seluruh Dunia Berada di Bawah Ancaman

Global
Sejumlah Privilege Ratu Inggris, Punya ATM Pribadi hingga Kebal Hukum

Sejumlah Privilege Ratu Inggris, Punya ATM Pribadi hingga Kebal Hukum

Global
Saat Lapangan Tiananmen China jadi Saksi Tentara Tembaki Rakyat

Saat Lapangan Tiananmen China jadi Saksi Tentara Tembaki Rakyat

Global
Gangster India Menyamar Jadi Pengacara, Tembaki Pengadilan dan Bunuh Bos Rival

Gangster India Menyamar Jadi Pengacara, Tembaki Pengadilan dan Bunuh Bos Rival

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.