Korban Tewas Banjir Bandang Eropa Capai 183 Jiwa, Ratusan Hilang

Kompas.com - 18/07/2021, 15:20 WIB
Seorang pria membantu membersihkan puing-puing setelah hujan lebat dan banjir besar melanda Erft in Bad Münstereifel, Jerman, pada 17 Juli 2021. Pada 15 Juli malam, banjir di Erft menghantam kota dan meluluhlantakan jalanan maupun toko, listrik, hingga jaringan telep0n. AP PHOTO/DPA/Roberto PfeilSeorang pria membantu membersihkan puing-puing setelah hujan lebat dan banjir besar melanda Erft in Bad Münstereifel, Jerman, pada 17 Juli 2021. Pada 15 Juli malam, banjir di Erft menghantam kota dan meluluhlantakan jalanan maupun toko, listrik, hingga jaringan telep0n.

BERLIN, KOMPAS.com – Korban tewas akibat banjir bandang di Eropa hingga Sabtu (17/7/2021) mencapai sedikitnya 183 orang.

Air bah menyapu beberapa wilayah Jerman dan Belgia pekan ini setelah sungai meluap, meruntuhkan banyak bangunan, membanjiri jalanan, dan merobohkan tiang listrik.

Di Jerman, korban tewas akibat banjir bandang tersebut sebanyak 156 orang sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Agar Terhindar dari Banjir, Begini Persiapan yang Dilakukan Swiss

Ratusan orang masih dinyatakan hilang atau tidak dapat dijangkau karena beberapa daerah tidak dapat diakses.

Tim penyelamat masih kesulitan mengakses beberapa wilayah karena tingginya permukaan air dan jaringan komunikasi di beberapa tempat masih terputus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semuanya hancur total. Anda tidak bisa membayangkannya," kata Michael Lang, pemilik toko anggur di kota Bad Neuenahr-Ahrweiler di Ahrweiler, Jerman.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunjungi Erftstadt di negara bagian North Rhine-Westphalia. Di sana, bencana itu menewaskan sedikitnya 45 orang.

Baca juga: Sebelum Banjir Bandang Eropa, Ilmuwan Peringatkan Perubahan Iklim Bisa Picu Hujan Lebat

"Kami berduka kepada mereka yang kehilangan teman, kerabat, anggota keluarga. Nasib mereka mencabik-cabik hati kami,” kata Steinmeier.

Pada Jumat (16/7/2021) malam waktu setempat, sekitar 700 warga berhasi dievakuasi setelah sebuah bendungan jebol di kota Wassenberg.

Namun, Wali Kota Wassenberg Marcel Maurer mengatakan ketinggian air telah stabil sejak malam itu.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusaha Selamatkan Temannya, Pria Ini Tewas Tersapu Ombak di Depan Mata Istrinya

Berusaha Selamatkan Temannya, Pria Ini Tewas Tersapu Ombak di Depan Mata Istrinya

Global
Mobilnya Terguling Saat Berhubungan Seks, Pasangan Ini Harus Diselamatkan Pejalan Kaki

Mobilnya Terguling Saat Berhubungan Seks, Pasangan Ini Harus Diselamatkan Pejalan Kaki

Internasional
Menang Tipis, Calon Kanselir Jerman Ini Bersiap Membentuk Koalisi Pemerintahan

Menang Tipis, Calon Kanselir Jerman Ini Bersiap Membentuk Koalisi Pemerintahan

Global
Mengenal Zone Rouge: Lahan 'Beracun' yang Jadi Area Terlarang di Perancis

Mengenal Zone Rouge: Lahan "Beracun" yang Jadi Area Terlarang di Perancis

Internasional
Keunikan Kota Llivia: 'Merdeka' dari Spanyol, Bebas Dukung Catalonia

Keunikan Kota Llivia: "Merdeka" dari Spanyol, Bebas Dukung Catalonia

Global
Detik-detik Kejatuhan Diktator Filipina Ferdinand Marcos

Detik-detik Kejatuhan Diktator Filipina Ferdinand Marcos

Internasional
Ferdinand Marcos, Diktator Filipina dengan Gelimang Kontroversinya

Ferdinand Marcos, Diktator Filipina dengan Gelimang Kontroversinya

Internasional
28 September 1989: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Meninggal

28 September 1989: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Meninggal

Internasional
TKI 3 Tahun Kerja Paksa Tak Dibayar di Malaysia, Dianiaya dan Ditendang Wajahnya

TKI 3 Tahun Kerja Paksa Tak Dibayar di Malaysia, Dianiaya dan Ditendang Wajahnya

Global
Tragedi Tewasnya Tim Sepak Bola Chapecoense, Pengatur Lalu Lintas Ini Ditangkap

Tragedi Tewasnya Tim Sepak Bola Chapecoense, Pengatur Lalu Lintas Ini Ditangkap

Internasional
Makin Canggih, China Pamerkan Armada Militer Udara Baru, Ada Jet Pengintai dan Drone

Makin Canggih, China Pamerkan Armada Militer Udara Baru, Ada Jet Pengintai dan Drone

Global
Ingin Menyontek Saat Ujian, 10 Guru India Sembunyikan Bluetooth di Sandal Jepit

Ingin Menyontek Saat Ujian, 10 Guru India Sembunyikan Bluetooth di Sandal Jepit

Global
Viral, Video 'Skill Dewa' Pedagang Warung Hitung Cepat Harga Pesanan, Netizen Terpukau

Viral, Video "Skill Dewa" Pedagang Warung Hitung Cepat Harga Pesanan, Netizen Terpukau

Global
Mantan Pemimpin ISIS-K Dieksekusi oleh Taliban

Mantan Pemimpin ISIS-K Dieksekusi oleh Taliban

Global
Korea Utara di Sidang Umum PBB: Kami Berhak Menguji Senjata, Tak Ada yang Bisa Melarang

Korea Utara di Sidang Umum PBB: Kami Berhak Menguji Senjata, Tak Ada yang Bisa Melarang

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.