Kompas.com - 17/07/2021, 17:34 WIB
Reaksi pemain Inggris saat adu penalti di penghujung pertandingan final Euro 2020 antara Inggris dan Italia di stadion Wembley, London, Minggu, 11 Juli 2021. Italia mengalahkan Inggris 3-2 dalam adu penalti setelah pertandingan berakhir di hasil imbang 1-1. CARL RECINE/POOL PHOTO VIA APReaksi pemain Inggris saat adu penalti di penghujung pertandingan final Euro 2020 antara Inggris dan Italia di stadion Wembley, London, Minggu, 11 Juli 2021. Italia mengalahkan Inggris 3-2 dalam adu penalti setelah pertandingan berakhir di hasil imbang 1-1.

KOMPAS.com – Timnas sepakbola Italia sukses merengkuh gelar juara Euro 2020 seusai mengandaskan timnas sepakbola Inggris lewat drama adu penalti dengan skor 3-2.

Laga final Euro 2020 antara Italia vs Inggris dihelat di Stadion Wembley, London, Inggris, pada Senin (12/7/2021) dini hari WIB.

Baca juga: Paus Fransiskus Bahagia Italia Juara Euro 2020

Laga final Euro 2020 harus ditentukan lewat adu penalti setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga extra time.

Namun, kekalahan Inggris final Euro 2020 rupanya tidak dapat diterima oleh beberapa suporter The Three Lions.

Seorang suporter timnas Inggris bernama Sharon Guilmen menuntut diulangnya laga final tersebut lewat petisi di situs Change.org.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kerusuhan Final Euro 2020: Pagar Stadion Wembley Dijebol, Suporter Adu Jotos

Hingga Sabtu (17/7/2021), petisi tersebut ditandatangani oleh lebih dari 140.000 orang dengan terget 150.000 tanda tangan.

“Pertandingan pada 11/07/2021 tidak adil sama sekali. Italia hanya menerima kartu kuning karena menarik pemain Inggris ibaratnya mereka budak,” tulis Guilmen di petisi tersebut.

"Semua dorongan, menarik baju, dan tendangan-tendangan (ke pemain Inggris) dan Italia masih dibolehkan menang? Jelas bias," sambung dia.

Baca juga: PM Inggris Kecam Pelecehan Rasial yang Diarahkan ke Timnas Saat Final Euro 2020

"Italia seharusnya mendapat kartu merah karena bermain seperti ini dan rematch harus bergulir dengan wasit yang tidak bias. Ini tak adil sama sekali,” imbuhnya.

Dalam pembaruannya pada Selasa (13/7/2021), Guilmen mengatakan bahwa dia sudah mengirimkan email ke banyak agensi dan banyak orang untuk mendapatkan tanda tangan.

“Teruslah berbagi dan berkomentar, menandatangani, melakukan semua yang Anda bisa,” kata Guilmen.

Baca juga: Final Euro 2020, Suporter Inggris Rusuh Setelah Kalah dari Italia


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah Laki-laki 15 Tahun Masukkan Kabel USB ke Alat Kelaminnya karena Pensaran Seksual

Bocah Laki-laki 15 Tahun Masukkan Kabel USB ke Alat Kelaminnya karena Pensaran Seksual

Global
Astronot China Kembali ke Bumi Setelah Selesaikan Misi 90 Hari di Luar Angkasa

Astronot China Kembali ke Bumi Setelah Selesaikan Misi 90 Hari di Luar Angkasa

Global
Ada Pria Tak Mau Divaksin Covid-19 karena Takut Buah Zakar Membengkak, Ini Penjelasan Dokter...

Ada Pria Tak Mau Divaksin Covid-19 karena Takut Buah Zakar Membengkak, Ini Penjelasan Dokter...

Global
Pakar: China dan Pakistan Tawarkan Dukungan ke Pemimpin Taliban

Pakar: China dan Pakistan Tawarkan Dukungan ke Pemimpin Taliban

Global
WNI Asal Cimahi Kuliah di MIT, Rancang Panel Surya Versi Baru untuk Indonesia

WNI Asal Cimahi Kuliah di MIT, Rancang Panel Surya Versi Baru untuk Indonesia

Global
Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Internasional
Terungkap, Ratu Elizabeth II Ternyata Beri Ucapan Selamat ke Kim Jong Un

Terungkap, Ratu Elizabeth II Ternyata Beri Ucapan Selamat ke Kim Jong Un

Global
Wanita Ini Kisahkan Kunyah Jari Manusia yang Membusuk di Burgernya

Wanita Ini Kisahkan Kunyah Jari Manusia yang Membusuk di Burgernya

Global
Junta Myanmar Adili Aung San Suu Kyi atas Kasus Korupsi Mulai 1 Oktober

Junta Myanmar Adili Aung San Suu Kyi atas Kasus Korupsi Mulai 1 Oktober

Global
IOJI Rilis Laporan Terbaru tentang Ancaman Keamanan Laut Indonesia

IOJI Rilis Laporan Terbaru tentang Ancaman Keamanan Laut Indonesia

Global
Ribuan Pekerja Kesehatan di Perancis Diberhentikan Tanpa Gaji karena Tolak Vaksin Covid-19

Ribuan Pekerja Kesehatan di Perancis Diberhentikan Tanpa Gaji karena Tolak Vaksin Covid-19

Global
Ketika Perjanjian Pertahanan AS, Inggris, dan Australia Membuat Marah Kawan dan Lawan

Ketika Perjanjian Pertahanan AS, Inggris, dan Australia Membuat Marah Kawan dan Lawan

Global
Sejarah Eksekusi Mati Pelepuh Kulit, Direbus Seperti Sup

Sejarah Eksekusi Mati Pelepuh Kulit, Direbus Seperti Sup

Global
Penjelajahan Hutan Tersembunyi Mozambik, Pertama Kali Dijamah Manusia

Penjelajahan Hutan Tersembunyi Mozambik, Pertama Kali Dijamah Manusia

Global
4 Calon Perdana Menteri Jepang, dari Selebtwit hingga 'Anak Metal'

4 Calon Perdana Menteri Jepang, dari Selebtwit hingga "Anak Metal"

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.